
Setelah Sinta keluar dari kamarnya, Jhon langsung mengambil benda pipih miliknya, mengotak ngatik mencari nomor sahabat nya itu, Jhon akan menghubungi sahabat nya, karena saat ini dirinya sedang membutuhkan bantuan nya, bukan dirinya tidak mampu memberikan apa yang Sinta mau, namun kali ini dia berat ke perasaannya, tidak tega jika melihat nya satu kantor, takut Sinta tidak nyaman dan di olok-olokan oleh karyawan di kantornya.
Malam semakin larut, namun Jhon belum juga tidur karena harus memikirkan matang-matang tentang urusan pekerjaan nya ini, dia yakin dan sangat percaya kepada sahabat nya itu.
Kemudian telepon nya terhubung ke nomor yang di tuju, lalu ada jawaban.
"Selamat malam bro, Ada apa, tumben luh telepon gue malam-malam begini?. ujar Rian dari sebelah sana.
" Iya sorry gua ganggu, gua lagi butuh bantuan ni. " sahut Jhon.
"Sejak kapan lh butuh bantuan gua, bukannya hidup luh serba berkecukupan, apa jangan-jangan ini urusan hati ya? "
"Ah luh mah bisa saja, bukan itu tetapi di kantor luh ada lowongan pekerjaan tidak, tetapi yang pantas gitu lah buat cewek cantik, tapi jangan luh gangguin ya soalnya punya gua. "
"Kalau itu punya luh, mengapa tidak di pekerjakan di kantor luh saja, mengapa dia harus bekerja sama gua. "
"Nanti saja ceritanya, sekarang gua tanya di kantor luh ada lowongan gak? "
"Lowongan sih tidak ada, tetapi jika buat luh apa sih yang tidak biasa, nanti gua urus lah, asal pastikan cewek luh itu harus betah di kantor gua. "
"Oke baik bro, besok kita bicarakn ini lagi ya, dan cewek gua akan di kirim kesana oleh sopir, soalnya gua belum bisa kemana-mana karena kaki gua masih sakit. "
"Memangnya loh kenapa, ko kaki loh sakit? "
"Gua habis kecelakaan ian. "
"Sorry-sorry soalnya gua kan baru tahu, lalu keadaan loh sekarang bagaimana? "
"Keadaan gua sudah lebih baik, namun gua belum bisa kemana-mana, apa gua besok kesana pergi bareng sopir saja kali ya, biar gua langsung bisa ketemu sama luh juga. "
"Boleh, Oke gua tunggu ya. "
"Terima kasih banyak ya bro, karena luh mau bantuin gua. "
"Sudah santai saja, luh kan sudah kenal gua, jadi kalau luh butuh apa-apa tinggal kontek gua aja. "
"Oke siap bro, kalau begitu gua tutup ya telepon nya sekali lagi Terima kasih. " ujar Jhon.
"Oke bro sama-sama. "Sahut Rian.
__ADS_1
Akhirnya ada jalan juga agar Sinta tidak pulang ke kampung, Mudah-mudahan saja dia betah bekerja di kantor nya Rian, ah chat dulu lah, mungkin dia belum tidur, agar besok pagi dia bersiap-siap sejak awal biar tidak terkejut juga jika sudah di beri tahu dari sekarang, gumam Jhon sambil mengutak ngatik ponselnya lagi.
Lalu mengetik...
"Hai sayang, kamu sudah tidur belum? " ujar Jhon di chatnya. Terkirim centang dua tanda pesan sudah sampai.
Ternyata Sinta belum tidur juga dan dia pun membalas chat dari Jhon.
"Iya Hai juga, mengapa kamu belum tidur, bukannya tadi aku menyuruh mu istirahat." sahut Sinta membalas chat dari Jhon.
"Iya sayang maaf, tadi aku habis mencarikan kamu pekerjaan. "
Sinta pun terkejut ketika mendengar soal pekerjaan.
"Pekerjaan untuk siapa? "
"Untuk kamu lah sayang, tadi kamu kan bilang masih ingin bekerja, jadi aku mencari nya untuk mu."
"Oke baik lah, Terima kasih ya, tetapi sebentar, kamu mencarikan aku pekerjaan, dan dimana pekerjaan itu? "
"Ada deh, pokoknya besok kamu siap-siap ya, tenang dia sangat baik dia sahabat ku, sudah lama aku kenal dengan nya jadi kamu tidak usah takut sama dia, aku percaya ko sama Rian. "
"Iya, Rian dia sahabat ku paling baik, makanya aku percaya padanya."
"Oke Terima kasih ya atas informasi dan bantuannya. "
"Sama-sama, ooh iya sekalian besok kita akan mencarikan kamu tempat tinggal ya?.
" Oke baik lah. "
"Ya sudah kalau begitu istirahat lah, karena besok kan harus bangun pagi agar tidak terlambat, soalnya dari sini ke kantor Rian lumayan sih kalau macet membutuhkan waktu satu jam. "
"Iya, tenang saja aku pasti bisa tidur, tetapi jika tidak bisa tidur masa aku harus lem mata ini, tidak mungkin kan. "
Jhon pun tertawa ketika membaca pesan yang ini.
"Ya misalkan tidak bisa tidur, ya tidak begitu juga kali sayang, masa di lem, nanti gak bisa di buka lagi dong matanya. "
"Seandainya aku tidak bisa membuka mata lagi, tetapi aku masih hidup berarti kamu sudah tidak mencintai ku lagi ya. "
__ADS_1
"Tidak begitu juga sayang, apa pun yang terjadi sama kamu, aku akan tetap mencintai kamu apa adanya. "
"Masa sih aku tidak percaya itu."
"Lalu jika kamu tidak percaya, dengan cara apa aku harus buktiin, agar kamu tetap percaya bahwa aku sangat mencintai mu setulus dan sepenuh hatiku apa adanya. "
"Iya-iya deh aku percaya, pengorbanan mu begitu banyak. "
"Nah gitu dong, jangan ngambek ya. "
Tetapi hatiku yang salah saat ini, bukannya aku makin mencintai mu, tetapi perasaan ini semakin hari semakin takut, takut tidak mendapat kan restu dari ke dua orang tua ku dan juga takut karena aku ini tidak cocok untuk mendampingi hidup mu, kamu itu punya segalanya sedang aku tidak punya apa-apa, Cinta ini memang sangat besar, tetapi rasa takut ku juga tidak kalah besarnya, aku sudah sangat mencintai mu terlalu dalam sedang kan orang tuaku tidak akan merestui hubungan ini jika kita masih tetap berbeda keyakinan, gumam bathinnya Sinta.
"Sudah tidur ya. " tanya Jhon di chatnya lagi, Sontak suara ponselnya itu membuyarkan lamunannya.
"Ooh belum, aku belum tidur. "
"Lalu mengapa dari tadi diam saja tidak membalas chat ku lagi? "
"Tidak apa-apa, maaf mungkin sudah aku buka tapi lupa membalas nya. "
"Ooh , ya sudah kalau begitu, cepat istirahat ya, biar besok tidak kesiangan. "
"Oke baik lah. "
"Selamat malam sayang, met tidur moga mimpi yang indah. " ujar Jhon sambil mengirim emoji love dan juga kiss di chatnya.
"Iya sayang, balasan Sinta juga tidak kalah lengkapnya sama dengan emoji love lagi dan kiss di chatnya. "
Dan akhirnya mereka menutup percakapan nya, mungkin Jhon bisa tidur karena sudah lega karena sudah menemukan pekerjaan buat Sinta, namun sebaliknya dengan Sinta, dia semakin gelisah dan semakin memejamkan matanya semakin hilang rasa kantuknya.
Sinta terus saja membolak balikan badannya yang gelisah itu, karena ingin segera cepat esok pagi, Malam semakin larut namun matanya itu bukan lah semakin ngantuk tetapi malah sebaliknya, namun dengan berjalannya waktu akhirnya Sinta pun tertidur dengan pulas.
.
.
Mohon dukungannya, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentarnya, agar author semangat up lagi.
Salam hangat peluk🤗 cium😘 dari CINTA BERBEDA KEYAKINAN.
__ADS_1