Cinta Berbeda Keyakinan

Cinta Berbeda Keyakinan
kembali ke jakarta


__ADS_3

Hari sudah semakin siang dan sinar matahari sudah semakin tinggi , jam pun sudah menunjukkan pukul 08:00.


Setelah mereka selesai sarapan, Kemudian Sinta berpamitan karena pagi ini akan berangkat lagi ke Jakarta.


kemudian Sinta berbicara pada ibu dan bapaknya, sekalian meminta di do'akan dan berpamitan.


"Ibu, bapak maaf kan Sinta, karena sekarang Sinta harus kembali lagi ke Jakarta, sebenarnya berat mau meninggalkan ibu dan bapak, tetapi saat ini tidak ada pilihan lain." ucapnya dengan lirih dan penuh air mata di kelopak matanya.


Iya nak tidak apa-apa, berangkat lah, do'a ibu dan bapak selalu menyertai mu, tidak usah sedih , lagi pula ibu kan sudah sehat, ucap ibunya sambil memeluk erat Sinta, karena sebenarnya ibunya pun sangat sedih jika harus berjauhan lagi dengan nya.


"Iya bu pak, Do'akan Sinta ya." sambil bersalaman dan mencium tangan ibu bapaknya.


Iya nak, Hati-hati di jalan semoga selamat sampai tujuan, kemudian ibunya berpesan, jaga dirimu baik-baik, dan jangan tinggalkan kewajiban mu yang lima waktu.


"Iya ibu Sinta akan selalu ingat semua pesan-pesan ibu, Sinta pamit pergi dulu ya, Assalamu'alaikum", Ucap Sinta sambil melangkahkan kedua kakinya dan di tangan memegangi tas miliknya, kemudian di iringi dengan air mata yang berjatuhan di pipinya.


Waalaikum salam nak, jaga dirimu baik-baik. ibunya pun sangat sedih melepas kepergian Sinta yang kedua kalinya.


Setelah Sinta menaiki kendaraan umum yang lewat di depan rumahnya itu, dia sesekali menengok kebelakang untuk melihat ibunya yang masih duduk di teras rumahnya.


Hati Sinta sangat sedih, dan terus meneteskan air mata walaupun sudah ada di dalam Bis.

__ADS_1


dengan seiring berjalan nya waktu, perjalanan pun semakin jauh, dan kini Dia pun memikirkan tentang keadaan Jhon di jakarta.


Sebenarnya apa yang terjadi pada dia, sehingga bu merry menghubungi ku dan meminta Cepat-cepat datang ke jakarta, rasanya ingin sekali cepat sampai agar segera mengetahui keadaan Jhon disana, Sebenarnya dia sakit apa ko tiba-tiba seperti itu, dan katanya terus memanggil nama ku, bukannya terakhir di hubungi Jhon masih baik-baik saja, tetapi siang malam dan beberapa setelah itu tidak ada kabar lagi, apa jangan-jangn Jhon itu bukan sakit biasa, tetapi akibat kecelakaan, tetapi entah lah semakin bingung jika belum melihat sendiri yang sebenarnya, gumam Sinta yang masih memikirkan tentang ke adaan Jhon.


setelah hampir setengah hari perjalanan, Sinta pun kini hampir tiba di terminal jakarta, Kira-kira 30 menitan lagi, kemudian dia teringat sama pesan bu merry, tentang akan menjemputnya jika sudah semakin dekat.


Tadinya Sinta berniat ingin langsung datang seorang diri ke tempat dimana Jhon di rawat, namun Sinta belum memiliki pengalaman banyak di jakarta, dan membuatnya takut tidak bisa sampai dengan cepat, malah nanti salah jalan.


Di rumah sakit ada bu merry dan pak Tio, yang masih meratapi anaknya dengan penuh kekhawatiran dan kesedihan.


ternyata sampai saat ini, keadaan Jhon belum juga membaik.


Bu merry semakin kebingungan, karena empat hari telah berlalu dari kejadian itu, namun keadaan Jhon belum juga ada perubahan sedikit pun.


Bu merry pun sontak teringat sama Sinta yang belum memberi kabar sampai saat ini, dan kemudian bu merry mengambil benda pipih di dalam tas miliknya, lalu menghubungi Sinta.


Sinta yang masih ada di dalam bis, terkejut ketika mendengar suara ponselnya tiba-tiba berdering, kemudian dengan sigap Sinta mengambil dan melihat nya, ternyata ada nama bu merry di layar ponsel miliknya, tidak membutuhkan waktu yang lama, kemudian Sinta pun langsung menekan icon hijau di ponsel nya dan menyambungkan nya.


"Hallo selamat siang bu. " Sahutnya dengan jantung berdebar-debar, karena masih belum terbiasa berbicara dengan bu merry apa lagi sekarang dia sudah mengetahui tentang hubungan dengan anaknya.


Iya Siang juga, saya mau tanya? apa kamu jadi berangkat ke Jakarta hari ini?.

__ADS_1


"Iya bu saya jadi berangkat, dan sebentar lagi saya hampir sampai terminal jakarta".


Benarkah itu, bu merry sangat senang ketika mendengar kata sudah hampir sampai di jakarta.


Syukur lah kalau begitu, saya tunggu kamu di rumah sakit, dan sebentar lagi ada supir dan bi minah yang akan menjemput kamu di sana, nanti akan saya kabarin lagi jika mereka sudah sampai terminal, Terima kasih karena kamu sudah berbaik hati mau datang lagi ke Jakarta dan mau menuruti permintaan saya, untuk Anak saya Jhon.


"Iya bu sama-sama, justru saya yang berterima kasih karena ibu sudah mengabari saya tentang dia. "


kemudian mereka pun menutup teleponnya, dan bu merry sibuk menghubungi supir yang ada di rumah nya, agar segera berangkat menjemput Sinta di terminal.


Kemudian tersambung dan supir itu memang sudah menunggu karena dari kemarin sudah di beri kabar agar tidak usah kemana-mana hari ini, karena ada perintah agar bisa menjemput Sinta, dan begitu pun dengan bi minah, dia pun harus ikut karena untuk menjauhi hal-hal yang tidak di inginkan untuk menjaga Sinta nantinya.


Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, karena mereka memang sudah menunggunya sejak tadi, kemudian berangkat lah pak supir dan bi minah untuk menjemput Sinta di terminal.


.


.


.


Mohon dukungannya, jangan lupa tinggal kan jejak like dan komentar nya, agar makin semangat up lagi.

__ADS_1


Mohon maaf masih banyak kekurangan nya, harap di mak'lumi karena masih tahap belajar.


***** TERIMA KASIH 🙏🙏🙏 ****


__ADS_2