
Pagi hari yang penuh dengan kesunyian, bukan sunyi karena tidak ada orang tetapi orang-orang nya masih dalam tertidur pulas semua.
Ternyata Sinta itu tidurnya cuman sekejap saja, itu pun dia ingin menutup matanya begitu susah, dengan penuh pengorbanan dan susah payah, karena hampir tidak bisa tidur sama sekali, namun di luar sana memang sudah mulai rame karena suara adzan subuh sudah saling bersahutan di setiap masjid-masjid terdekatnya, namun di rumah itu masih terlihat sepi karena masih pada tidur dan belum ada satu pun yang terbangun selain dirinya.
Kemudian Sinta melangkah kan kedua kakinya dan tangannya mulai meraba-raba ke arah hendel pintu kamarnya karena hendak keluar menuju ke kamar mandi.
"Neng sudah bangun? " tanya bi Minah mengejutkan Sinta dengan mata masih meram melek, mungkin karena bi Minah masih mengantuk akibat kelelahan.
"Iya bi, ini saya baru bangun mau membersihkan badan sambil berwudhu. "sahut Sinta dengan nada terkejut, karena tadi ketika melirik ke arah bi Minah dia masih nyenyak tidur nya, tetapi langsung ada suara begitu saja, bagaimana tidak terkejut.
" Ya sudah gih duluan, sebentar lagi bibi juga bangun. "ujar bi Minah masih dalam keadaan terbaring di tempat tidurnya.
Sinta pun hanya menganggukkan sedikit kepalanya saja, awalnya ingin bercerita, namun belum saatnya karena paham betul, tidak mungkin bercerita saat ini tentang akan kepergian nya, lagi pula ini masih sangat gelap, nanti malah terganggu yang hendak menunaikan kewajiban nya itu akibat obrolan nya dengan bi Minah.
Kemudian Sinta langsung saja menghampiri kamar mandi dan berwudu, setelah itu dia menunaikan ibadah shalat subuh den khusyu, begitu pun dengan bi Minah dia pun sudah terbangun dan menunaikan kewajiban nya sebagai umat muslim, di setiap do'a Sinta panjatkan meminta petunjuk sama Allah agar selalu dalam lindungan Nya dan di mudahkan segala urusannya, agar mendapatkan jalan terbaik tentang hubungan dengan Jhon, namun sampai saat ini, belum juga menemukan titik terang tentang hubungan nya, akan kah mereka berjodoh atau tidak, kita lanjutkan saja ceritanya.
Kemudian Sinta mulai bercerita kepada bi Minah tentang akan kepergian dirinya dari rumah ini, karena Sinta hendak bekerja di salah satu sahabat kekasihnya itu.
"Ooh iya bi, hari ini saya akan pergi mencari pekerjaan. "ujar Sinta mengejutkan bi Minah
__ADS_1
"bibi tidak salah dengar kan neng. " sahut bi Minah.
"Tentu saja tidak bi, kan tadi memang betul saya sedang berbicara pada bibi. "
"Neng tega banget, bakal ninggalin bibi, padahal tau gak neng, bibi itu sayang banget sama Neng, bahkan neng sudah bibi anggap seperti anak sendiri, walaupun kita baru mengenal tetapi bibi merasa bahagia ketika bisa dekat dengan neng Sinta, bibi sayang banget sama Neng. " Bi Minah mulai merangkul pundak Sinta, begitu pun sebaliknya, dan mereka saling berpelukan.
"Terima kasih bi, saya juga tahu bahwa bibi begitu baik kepada saya, tetapi harus bagaimana lagi bi, tidak mungkin saya akan tinggal di rumah ini terus, sedang kan aku juga butuh pekerjaan. " ujar Sinta yang semakin erat di pelukan bi Minah.
"Iya yang sabar ya neng, Mudah-mudahan suatu saat nanti kita akan bertemu lagi. "
"Iya bi, Aamiin. "
Karena tidak tahan ketika mendengar kabar bahwa Sinta akan pergi dari rumah ini, belum juga Sinta pergi namun cairan bening dari mata bi Minah keluar jika menemukan kesedihan itu, akhirnya dia pun mulai menggenangi di setiap kelopak mata nya, lalu tumpah melewati pipinya dan berjatuhan ke lantai.
"Neng jujur ya, sebenarnya bibi tidak kuat, jika harus berjauhan sama neng, karena bibi sudah menganggap neng itu seperti anak kandung bibi sendiri. "
"Maaf kan saya bi, tetapi jika kita rindu, dan jikalau ada waktu, boleh ko kita bertemu di suatu tempat, lagi pula kita kan sama-sama memiliki nomor ponsel, jadi kita bisa menghubungi nya setiap saat, ketika kita senggang. "
"Ooh iya neng, bibi baru mengingat itu, Terima kasih ya neng cantik, karena neng tidak keberatan dan neng juga sudah memberi cara agar kita tetap bisa bertemu lagi."
__ADS_1
"Iya bi, karena jujur saya juga sedih jika harus berjauhan dengan bibi, karena di saat saya jauh dari ke dua orang tua, kini disini ada bibi yang begitu baik dan menyayangiku bak ibu kandung saya. "
mendengar perkataan Sinta, bi Minah bukannya berhenti menangis malah makin menjadi, cairan bening nya itu semakin banyak keluar dan semakin basah akibat terlalu banyak di tumpahkan.
Namun walau bagaimana pun bi Minah mengeluarkan cairan beningnya itu, Sinta akan tetap pergi dari rumah ini, karena memang ini sudah keinginannya dan juga niatnya.
Pagi hari, mentari pagi sudah mulai menyinari nya dengan sangat indah dan penuh dengan ke hangatan, namun Cuaca hangat di pagi hari ini tetap tidak dapat menghangatkan kesedihan bi Minah yang begitu dalam. iya dalam saking dalamnya sampai tak terlihat oleh manusia, hanya Allah yang tahu hati manusia dan yang bi Minah rasakan saat ini.
Sinta sudah mulai bersiap-siap, dan diapun sudah merapihkan semua pakaian dan benda berharga miliknya, iya karena Sinta hanya membawa satu tas koper dan satu lagi tas kecil saja, tanpa membawa apa-apa lagi selain pakaian penting dirinya, hanya beberapa setel saja mungkin hanya cukup untuk berganti saja, sambil menunggu yang lainnya mengering, lagi pula untuk apa mungkin menurutnya membawa pakaian banyak-banyak, nanti di kira orang hendak pindahan, padahal sedang mencari pekerjaan, lagi pula waktu Sinta berangkat ke Jakarta kan terburu-buru akibat permintaan bu merry dan itu semua karena Jhon.
Setelah semuanya siap, Sinta tidak langsung keluar kamar, karena memang dia tahu, bahwa orang-orang yang ada di rumah ini belum terkumpul semua, dan biasanya mereka akan berkumpul ketika sarapan saja.
Bu merry pun belum mengetahui tentang akan kepergian nya dari rumah ini, karena nanti akan Jhon katakan ketika sarapan saja, dan itu sudah di sepakati mereka berdua tadi malam, bukan niat mengejutkan ataupun membuat bu merry bingung, namun justru itu jika cerita sebelumnya belum tentu mendapatkan ijin, mungkin saja jika bercerita mendadak dan alasan sudah di tunggu, apa bisa membatalkannya.
.
.
.
__ADS_1
Mohon dukungannya, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar nya, agar author makin semangat up lagi.
Salam hangat dan peluk🤗 cium😘 dari CINTA BERBEDA KEYAKINAN.