Cinta Berbeda Keyakinan

Cinta Berbeda Keyakinan
Kabar bahagia.


__ADS_3

Setelah Jhon menyelesaikan makan malamnya, kemudian Jhon berpamitan sama mama papa nya kerena dirinya hendak akan naik ke lantai dua , karena ucap nya alasan ingin menonton televisi di kamar pribadinya.


Padahal bukan ingin menonton televisi, dan itu hanya alasan Jhon saja, karena tidak ingin di tanya-tanya mulu sama mamanya, apa lagi jika sudah membahas soal Sinta, Dia sangat ketakutan, karena merasa benar bahwa dirinya memang punya hubungan spesial dengan nya.


kemudian Jhon naik dan masuk ke dalam kamar, rebahan sambil memainkan ponselnya, berniat ingin menanyakan kabar Sinta dan kesehatan ibunya Sudah pulih apa belumnya!.


Namun Jhon hanya melamun karena bingung harus berkata apa, dan mulai dari mana.


Namun tidak lama kemudian Ponsel Jhon berbunyi terlebih dahulu.


Dreeetttt...


Dreetttt...


Dreeetttt....


Bukannya cepat di sambungkan karena ada telpon masuk, eh dia malah membiarkan nya begitu saja, sesekali memang di lirik namun tidak di lihat dengan jelas siapa yang menghubungi dirinya.


Namun bergetar ponselnya itu malah membuyarkan lamunannya.


Namun dengan rasa penasaran nya akhirnya dia mengambil ponsel nya dan melihat nya siapa yang menghubungi dirinya.


Jhon pikir tadinya itu hanya telpon masuk dari orang kepercayaannya, karena tadi seharian dirinya tidak ke kantor miliknya.


Namun setelah dia lihat lagi dengan matanya yang sangat jelas, ternyata nama spesial yang muncul di layar ponselnya.


Jhon sudah menekan icon hijau di layar ponselnya, namun Dia tidak berbicara sedikit pun, malah berdiam biar Sinta yang berbicara terlebih dahulu.


"Hallo Selamat malam....ucap Sinta dengan lembut.


Jhon berdiam tidak menjawab nya.


" Hallo...apakah ada orang disana"?.


Jhon tetap saja berdiam seperti patung.


" Ya sudah jika tidak ingin bicara, baiklah akan ku tutup kembali teleponnya"!.


Jangaaan. Sontak Jhon mengatakan kata-kata jangan dengan sangat cepat.


"Kamu ini kebiasaan, kalau di telpon selalu saja berdiam seperti patung-patung yang ada di kota-kota sana!." Ucap Sinta dengan rasa sedikit kesal


Iya maaf sayang, tadi aku memang sengaja karena aku ingin mendengar suaramu terlebih dahulu.


"Iya tetapi tidak begitu juga, kamu tahu tidak, kelakuan kamu itu sudah bikin hati orang merasa kesal dan emosi!. "


Masa sih, hanya begitu saja kamu emosi dan kesal sama aku.


"Ya iyalah karena aku juga punya hati dan punya perasaan!. "


Punya hati dan punya perasaan kata mu, lalu bagaimana dengan aku yang kamu tinggalkan begitu saja, apa aku tidak punya hati dan tidak punya perasaan seperti kamu?.


"Lah kamu ini mengapa, sedang kumat ya?. "


kumat, kumat apaan maksud kamu,

__ADS_1


"Iya kumat marahnya!." hahaaa Sinta malah tertawa dengan sangat kencang.


Kamu ini biasanya ngeledekin orang terus!.


"Siapa yang ledekin, itu fakta sayang!. "


Setelah itu Jhon terdiam lagi, karena merasa di ledekin sama Sinta.


"Ko berdiam lagi, apa sudah jadi patung lagi ya?. " heheee..


Jhon tetap saja Diam, karena merasa kesal sama Sinta dari tadi di ledekin terus.


Orang lagi kangen bukannya sayang-sayangan ini ko malah di ledekin terus, semakin kesal ku di buatnya, padahal kamu tahu tidak sayang, aku sangat merindukan mu, ku ingin segera berdekatan lagi seperti dahulu, kita sering berjumpa hampir setiap hari nya, walau pun kamu sering marahin aku, karena aku terlalu sering datang ke restaurant untuk menemui mu, tetapi ini hanya lah gerutu Jhon di dalam benaknya.


"Ya sudah jika tidak ingin bicara, aku juga diam ya, jadi kita berdiam sama-sama!." Ucap Sinta dengan rasa kesalnya juga karena Jhon terus berdiam.


Jangan lah , baik aku berbicara ni, akan ku dengarkan keluh kesahmu disana, ayo cerita lah, bagaimana selama kamu disana, menemukan pengalaman baru apa tidak, apa selama kamu pergi dan kembali lagi ada yang berubah?.


"Tidak, aku tidak ingin bicara seorang diri, kamu saja diam, masa aku sendiri yang berceloteh, nanti aku jadi burung beo dong!. "


Dan pada akhirnya Jhon pun tertawa ketika Sinta berkata burung beo, yang ngoceh sendiri.


Hahaaaa iya juga ya, maaf deh, ya sudah kalau begitu, kita seperti biasa saja, saling sahut.


"Ya iyalah masa aku bicara kamu berdiam hanya sebatas mendengarkan saja, memang nya aku ini radio"


Hahaaaa memang kamu suka mendengar kan radio ya?.


"Tidak". dengan sangat singkat Sinta menjawabnya.


" Tidak, aku tidak marah!. "


Tidak marah tetapi Jawabannya singkat banget.


"Habis kamu nya begitu, tidak serius mulu dari tadi, padahal aku mau mengabarkan sesuatu loh!. "


Kabar apa itu, dengan cepat Jhon menjawab pertanyaan Sinta.


"Ya sudah, udahan dong marah-marahnya, karena kalau masih diam aku tidak ingin mengatakannya!. "


Baiklah akan ku dengarkan sayang, cepat katakan ku sudah siap disini mendengar kabar darimu.


"Kamu yakin bakalan mendengarkan apa yang akan aku ucapkan !. "


Ya benarlah masa bohong, cepetan aku sudah tidak sabar ni, kabar apa yang akan kou sampaikan padaku.


"Ummmmmz, Alhamdulillah ibu sudah sembuh dan aku bisa berangkat lagi bekerja kesana!. "


beneran, Syukur lah kalau begitu, aku sangat senang mendengarnya.. Akhirnya penantianku tidak sia-sia dong, Terima kasih sayang, karena aku sangat mencintaimu dan tidak ingin kehilangan mu, kou segalanya bagiku, kini aku bagaikan bunga yang sudah layu, lalu kou siram, dan mekar kembali!.


"Iya sayang, Begitu pun sebaliknya, aku sangat merindukanmu?."


Terus kapan kamu akan berangkat kesini, hari apa, biar aku jemput saja ya!.


"Iya sebentar ya, Nanti akan aku kabarin lagi jika sudah hari nya, soalnya ibu baru saja membaik belum sehat benar, tetapi jika sudah seperti itu mudah-mudah an saja sehat terus!. "

__ADS_1


Iya Oke deh di tunggu kedatangan mu, kamu tahu tidak, ku sudah dengar kabar ini saja rasanya sudah bahagia banget dan bersyukur, kemarin malah aku pikir kamu tidak akan kembali lagi kesini!.


"Masa sih, ya kan aku sudah pernah bilang aku akan kembali, namun belum pasti kapan itu waktunya!. "


Pokonya Terima kasih sayang, aku sudah sangat bahagia mendengar kabar ini, aku akan lebih semangat lagi.


"Berarti kemarin- kemarin kamu ini tidak semangat rupa nya!. "


Ya begitu lah, namanya menahan rindu, heheee.


"Kamu ini ada-ada saja ya, tenang saja aku pasti akan kembali kepada mu!."


Benar ya kamu tidak boleh bohong, harus di tepati jangan cuman ngasih harapan palsu.


" Iya sayang, Ya sudah kalau begitu, ini kan sudah malam, kita istirahat dulu ya, besok kita di lanjut lagi?!. "


Yaaah aku kan masih rindu.


"Kebiasaan kalau telponan itu suka tidak mau di akhiri selalu saja seperti itu!. "


lah memang nya tidak boleh, kalau aku kangen sama seseorang yang aku cinta dan yang sangat aku sayangi.


"Tentu saja boleh, tetapi ini kan sudah malam, aku sudah mengantuk!. ".


ya kalau kamu mengantuk kamu tidur saja, tetapi telepon nya tidak usah di matikan.


" Kamu ini ada-ada saja, mana bisa aku tidur sambil teleponan, pokoknya sudah dulu ya besok di sambung lagi, oke sayang, selamat malam dan selamat tidur semoga mimpi yang indah. "


Baik lah, selamat malam juga.


kemudian teleponnya di akhiri karena Sinta merasa sudah mengantuk banget tidak bisa di tunda lagi.


Namun Jhon yang mendengar kabar Sinta akan kembali secepatnya itu, dia langsung merasa bahagia banget tiada terkira, sampai tersenyum-senyum sendiri di buatnya.


Jhon yang kini sudah bucin banget sama yang bernama Sinta, kelakuannya sangat aneh dan berubah derastis dari pada sebelumnya, jauh sangat berbeda.


.


.


.


.


.


*****


Mohon dukungannya kakak-kakak semuanya.


jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar nya, supaya makin semangat up lagi.


Mohon maaf masih banyak kekurangan nya, harap di mak'lum ya, karena masih tahap belajar.


***** TERIMA KASIH *****

__ADS_1


__ADS_2