
Malam semakin larut, seperti nya aku harus secepatnya istirahat karena besok hari pertama bekerja di kantornya Rian, aku harus semangat karena jika bukan diri sendiri lalu siapa lagi yang akan menyemangati diri ini.
Namun mata ini sangat susah untuk di pejamkan, walaupun sudah berkali-kali dan berusaha semaksimal mungkin, tetap saja mata ini tidak mau menutupnya, memang sesekali mata ini dapat di pejamkan, namun suara bising kendaraan di luar sana masih saja terdengar dengan sangat jelas, sehingga mata ini semakin sulit untuk tidur.
Apa karena malam ini malam pertama tidur di kost-kostan tempat baru ku, mungkin kemarin terbiasa tidur sama bi Minah jadi sekarang merasa kehilangan, atau karena aku tidur seorang diri, ooh iya hampir saja lupa, tadi sebelum aku menghubungi Ibu di kampung seperti nya banyak pesan masuk di benda pipih milikku, karena aku tidak bisa tidur, ya sudah lah ku lihat saja gawai milikku , ada pesan singkat dari siapa saja.
Setelah ku ambil dan ku buka ternyata banyak pesan yang masuk ke benda pipih milik ku itu.
Jhon:
"Hai sayang, bagaimana ke adaan mu, Kira-kira kamu nyaman tidak tinggal di tempat baru seorang diri?"
Aku jawab saja.
" Insha Allah, namun butuh proses.
Pesan yang ke dua.
"Sayang kamu sudah makan belum, ooh iya maaf karena tadi siang sebelum aku pulang lupa tidak mengajak mu makan dulu, maaf ya saking kamu asyik nya sehingga lupa untuk makan.
aku membalas lagi pesan itu.
" Tidak apa-apa, karena aku sudah makan, ternyata di depan kost-kostan banyak yang berjualan, dan ada makanan favorit ku.
Pesan yang ke tiga.
"Ooh iya sayang satu lagi, jika kamu membutuhkan bantuan , tidak usah segan-segan untuk menghubungi ku, karena aku akan selalu ada di setiap waktu, di saat kamu membutuhkannya aku akan selalu ada dan datang kepada mu.
" Iya, Terima kasih sayang atas penawaran jasanya, ku balas seperti itu dan di ikuti oleh emoji tertawa dan berkata maaf, karena itu cuman candaku saja.
Akhirnya selesai sudah membalas pesan dari Jhon.
__ADS_1
Ku buka pesan satu lagi, ternyata ini dari bi Minah, dia orang yang paling baik dan paling perhatian selama aku mengenal orang, hanya dia lah yang lebih perhatian dari segalanya, dulu selagi bekerja di restarant milik mamahnya Jhon ada Lani yang sangat baik dan perhatian , dan setelah aku meninggalkan restaurant karena pulang kampung, aku sudah jarang mengirimkan pesan kepadanya, memang sesekali dia masih chat untuk sekedar menanyakan kabar, tetapi dengan berjalan nya waktu, mungkin dia sibuk jadi semakin jarang dia mengirim pesan, tetapi aku tidak akan pernah melupakan jasanya yang pernah baik di saat aku sedih, sakit ataupun ada masalah lainnya, karena hanya lani yang paling pengertian, Insha Allah jika nanti aku sudah mendapatkan uang dengan hasil ku sendiri, ku sangat ingin menemuinya karena Sudah sangat merindukan lani.
Pesan dari bi Minah.
"Neng cantik, bagaimana sudah menemukan tempat tinggal barunya?
ku balas satu persatu pesan dari bi Minah.
" Alhamdulillah Sudah bi."
Pesan kedua.
"Neng bibi kangen banget sama neng, padahal baru tadi pagi neng pergi, tetapi rasanya sudah lama banget. "
ku balas lagi.
"Iya bi, saya juga rindu sekali sama bibi, Terima kasih karena bibi sudah baik banget sama saya. "
Pesan ke tiga.
Balasan ku yang ke tiga.
"Bibi, makan dong, jangan seperti itu, sedih boleh tetapi jangan sampai tidak memberi asupan pada tubuh bibi, nanti bisa-bisa tubuh bibi lemah dan sakit, nanti saya juga jadi ikutan sedih."
Pesan yang ke empat.
"Neng jaga diri baik-baik ya, jangan lupa makan, jaga selalu kesehatan dan jika ada apa-apa tidak usah segan hubungi bibi saja, karena bibi akan berusaha membantu neng, walaupun bibi begini dan dari kampung, tetapi pengalaman bibi di jakarta tidak kalah sama orang sini ko, bibi sudah hampir tahu daerah jakarta.plus emoji tertawanya.
Ku balas lagi pesan yang ke empat.
"Iya bibi yang baik hati, Terima kasih atas kebaikan dan nasehat bibi selama ini, bibi tidak usah khawatir kan saya, Insha Allah saya akan baik-baik saja, karena ada Allah yang selalu melindungi, dan saya percaya itu, sekali lagi Terima kasih bibi, ku iringi dengan emoji kiss dan juga peluk.
__ADS_1
Pesan yang ke lima
"Neng jika ada waktu dan neng tidak keberatan, suatu saat nanti boleh ya kita bertemu lagi, hanya untuk melepaskan kerinduan saja, jika neng tidak mau datang ke rumah ini juga tidak apa-apa, kita bisa bertemu di tempat lain, pilih tempat di mana saja yang penting kita bisa bertemu , pokoknya neng atur saja waktu dan tempatnya. "
Aku balas lagi pesan yang terakhir ini.
"Iya bibi, Insha Allah jika kita sehat, di berikan umur yang panjang dan ada rezekinya Insha Allah suatu saat nanti kita bertemu lagi, bibi yang sabar ya, kita sama-sama berdo'a saja agar di mudahkan dan di lancarkan segala-galanya nya. Aamiin. Terkirim semua pesan itu ke nomor bi Minah, namun bi Minah pasti sudah tidur atau nada ponselnya sudah di heningkan, sehingga saat ini tidak ada balasan satu pun.
Setelah membalas satu persatu pesan dari bi Minah, hati ini semakin sedih rasanya, padahal tadi sudah berusaha tegar dan kuat, namun suportnya bi Minah ini malah membuat hati ini semakin rapuh, tetapi rapuhnya hati ini bukan karena pengaruh bi Minah, justru sebaliknya karena bi Minah yang terlalu baik sehingga membuat perasaan ku semakin melunak dan sedih.
Entah harus berbuat apa, agar bi Minah tidak terlalu sedih berlarut-larut karena aku telah meninggalkan nya, jika aku harus kembali lagi kesana itu sangat tidak mungkin, membiarkan bi Minah sedih terus pun itu sangat sakit dan sedih, lalu saat ini harus berbuat apa lagi diri ini, jadi serba salah.
Aarghhh...bingung sungguh bingung di buatnya, Maaf kan diri ini ya Allah karena telah menyakiti hati seseorang yang sangat baik dan menyayangi ku sepenuh hatinya.
Sudah-sudah harus ku pejamkan mata ini, karena mengingat malam semakin larut, suara bising di luar sana sudah mulai berkurang, mungkin orang-orang pun sudah hampir tidur karena malam sudah semakin larut, walaupun cuman sebentar saja, pokoknya tidak boleh kesiangan karena besok pagi hari pertama bekerja di kantornya Rian, tidak enak jika datang terlambat akibat kesiangan .
Ayo mata meram lah, hilang kan semua yang ada di pikiran ku ini ya Allah supaya aku bisa tidur, karena aku harus bangkit demi masa depan yang lebih baik lagi.
Aaarghhh.... bukannya mau terpejam, pikiran ini malah semakin travelling kemana-mana, memikirkan hal yang lainnya, yang tadinya tidak ada pun malah semakin bermunculan di otak ku ini, tidak oh tidak jika sudah seperti ini, lalu aku harus bagaimana lagi, kini semakin bingung di buatnya.
Tetapi masa iya, ku harus membuka mata terus, setiap ada masalah selalu saja mata ini sulit untuk di pejamkan, aneh benar-benar aneh, tetapi yang aku tahu jika melihat orang lain, walaupun punya masalah jika waktunya tidur dia tetap saja tidur dengan lelap, bahkan tanpa terbangun sedikitpun, tetapi heran dengan diri saya sendiri, yang selalu sulit untuk tidur ketika ada masalah, padahal masalah itu cuman sepele.
Bismillah ku ulang berdo'a lagi, Mudah-mudahan saja kali ini bisa tidur, aku tidak boleh menyerah pokoknya harus tidur, karena jika tidak tidur sedikitpun apa jadinya besok, pasti aku mengantuk dan juga tidak konsentrasi padahal besok harus kelihatan fres karena hari pertama bekerja.
Sinta terus berusaha memejamkan matanya tak lupa selalu berdo'a, agar bisa tidur di malam ini, sudah berbagai cara dia lakukan namun tetap gagal, entah apa yang merasuki pikirannya sehingga membuat dirinya gelisah dan tidak ingin tidur.
.
.
.
__ADS_1
Mohon dukungannya, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentarnya, agar author yang masih belajar ini, semangat up lagi.
Salam hangat dan Peluk🤗 Cium 😘 dari CINTA BERBEDA KEYAKINAN.