Cinta Berbeda Keyakinan

Cinta Berbeda Keyakinan
Tidak ingin makan


__ADS_3

Siang hari.


Makanan yang di taruh di atas meja belum juga di sentuh sedikit pun oleh Jhon.


sesekali dia memang meliriknya namun tetap dia tidak ingin makan jika teringat seseorang, sehingga napsu makan nya hilang begitu saja tanpa selera lagi.


karena waktu sudah menunjukkan pukul 12:00.


keadaan sudah siang bu merry pun sangat mencemaskan anaknya yang bernama Jhon.


"Tadi pagi setelah aku pergi, Jhon sarapan tidak ya".gumam bu merry dengan sedikit melamun karena teringat dan memikirkan anaknya itu.


Bu merry pun tiada henti-hentinya memikirkan Jhon, saat ini hanya ada dia, namanya naluri seorang ibu pasti selalu teringat anaknya, apa lagi keadaan nya sedang tidak baik-baik saja.


Badannya memang sehat, tetapi hati dan pikiran nya sedang terganggu dengan cinta, heheee.


Bu merry pun di buat bingung sama sikap anaknya, sehingga dia sangat bingung di buatnya, mama nya terus saja memikirkan tentang Jhon yang tidak ingin sarapan tadi pagi.


"Ini kan sudah saatnya makan siang, Jhon sudah makan apa belum ya, coba aku tanyakan saja sama bi minah", gumam bu merry yang masih di restaurant sana.


Bi minah yang tadi pagi tahu tentang tuannya tidak ada saat sarapan, kini dia pun teringat sama kejadian itu, sehingga dia ingin mengantarkan nasi ke kamarnya Jhon untuk makan siang.


Namun tidak lama kemudian berbunyi lah benda tipis milik bi minah.


Drettttt...


Dreettttt...


Dreettttt.... suara getaran ponselnya.


Kemudian bi minah sedikit melirik ponselnya, dan tertulis di situ nama bu merry big bos.


Tumben bu merry menghubungi saya, ada apa ya?, ucap bi minah dengan rasa gugup.


kemudian jantung nya bi minah mulai berdetak kencang.


Dag...


Dig...


dug... seerrr di buatnya.


Namun karena penasaran bi minah cepat-cepat menekan icon hijau bagian bawah layar ponsel nya.


"Hallo, selamat siang bu" sahut bi minah dengan rasa penasaran nya.


iya hallo juga bi, ucap bu merry.

__ADS_1


"Iya ada apa ya bu, tumben ibu menghubungi saya"?. bi minah juga langsung bertanya saja karena penuh dengan rasa penasaran di benaknya.


Begini bi, saya mau tanya, itu keadaan Jhon bagaimana, dia sudah keluar kamar belum?.


" Tuan muda ya bu, seperti nya sedari tadi sampai saat ini saya belum melihatnya "!.


Apa...?.Bu merry pun semakin terkejut di buatnya.


" Jhon belum keluar kamar, lalu keadaan dia bagaimana, jangan-jangan nasi goreng yang tadi pagi saya bawakan ke kamarnya juga belum di makan lagi, Coba bi minah ke atas kemudian ketuk pintunya, dan jangan lupa sembari bawakan makanan buat makan siangnya"!.


Baik bu, ini saya juga sudah berniat mengantarkan makan siang ke kamar tuan muda, namun tiba-tiba ponsel saya bergetar, dan ketika di lihat ternyata ibu yang menghubungi saya.


"iya coba bi minah ke atas sekarang"


baik bu. Sahut bi minah dengan rasa ketakutan nya juga karena ikut memikirkan tuan mudanya.


"Ya sudah kalau begitu, saya pamit ya, tolong titip dulu Jhon, sebentar lagi saya juga pulang jika keadaan anak saya seperti itu".


Iya bu, Hati-hati di jalan ya.


" Iya". Sahut bu merry dengan singkat nya, mungkin karena terburu-buru juga.


Kemudian bu merry menutup telponnya, dan menaruhnya lagi ke dalam tas kecil miliknya.


begitu pun sebaliknya dengan bi minah dia pun langsung memasukkan benda tipis nya itu ke dalam saku bajunya.


kemudian bu minah pun naik ke lantai dua, lalu menghampiri kamar tuan mudanya, sebelum dia mengetuk pintu kamar dia pun sesekali menempel kan telinga nya ke lubang kunci pintu kamar Jhon.


Dan kebetulan ketika bi minah menempelkan telinga nya, Jhon sedang menyebut nama Sinta.


"Haaaah... Siapa itu Sinta, mengapa tuan muda menyebut nama itu", ucap bi minah dengan rasa penasaran di dalam lubuk hatinya.


kemudian bu minah pun replek karena teringat ucapan bu merry tentang Jhon yang sedari pagi mungkin belum sarapan, lalu dia pun memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar tuan mudanya.


Tok... tok.. tok... Jhon belum juga menanyakan siapa yang mengetuk pintu, seperti biasanya.


kemudian bi minah pun memberanikan diri, untuk mengetuk pintu kamar tuanya lagi.


Tok... tok.. tok...


'"Maaf tuan saya mengganggu, ini bi minah, kesini hanya ingin mengantarkan makan siang saja untuk tuan", Ucap bi minah dengan rasa gugup dan dengan di penuhi rasa kekhawatiran nya.


Iya bi, kalau begitu masuk saja, sahut Jhon dari dalam, sebenarnya aku tidak ingin makan, tetapi saya mengijinkan bi minah masuk untuk menyimpan makanan itu, hanya menghormati dia saja, tidak enak jika menolak dan harus membawanya lagi ke bawah , gerutu Jhon di dalam benaknya yang paling dalam.


kemudian bi minah pun masuk.


"Iya tuan saya masuk ya", dengan penuh rasa hormat nya karena walaupun Usia Jhon masih muda, namun dia adalah tuanya di rumah ini.

__ADS_1


Iya bi masuk saja, sahut Jhon.


kemudian bi minah pun masuk kedalam kamar milik tuanya itu, untuk mengantarkan makan siang untuknya. kemudian bi minah bertanya lagi.


"Maaf tuan, ini Nasinya mau di taruh dimana?.


Apa tuan mau langsung makan sekarang"?.


Tidak bi nanti saja, bibi taruh di atas meja yang di sana saja, sahut Jhon sambil menunjukan pakai tanda alisnya naik dan lirikan matanya saja.


Baik tuan kalau begitu. saya akan menaruhnya, di atas meja.


kemudian bi minah melihat nasi goreng yang tadi pagi masih utuh tidak lecet sedikit pun.


"Maaf , memang tuan tidak sarapan, ko nasinya masih utuh dan rapi"?.tanya bi minah.


Iya belum bi, Soalnya saya tidak ingin makan perut saya tidak lapar bi, sahut Jhon.


" Begitu ya !. Tetapi kalau yang inijangan lupa di makan ya, soalnya ibu barusan menghubungi saya, menanyakan ke adaan tuan, dan bertanya sudah keluar kamar apa belum"?,


kemudian Bertanya lagi, sudah makan apa belum, makanya bibi langsung naik dan membawakan makan siang untuk tuan.


"Ibu... maksud bibi mama"?.


Iya tuan, bu merry barusan menghubungi saya dan menanyakan ke adaan tuan, katanya mama tuan mau langsung pulang sekarang!.


" Mama mau langsung pulang, memang ini jam berapa bi", pertanyaan Jhon dengan sedikit kebingungan karena sampai tidak sempat melirik jam dinding pun.


Itu tuan, jam sudah menunjukan pukul 12 lebih 15 menit. bi minah pun dengan sembari melirik ke arah jam dinding yang menempel di tembok kamar milik Jhon.


"Ini Baru pukul 12 bi, yang benar saja, saya pikir ini sudah sore". Jhon pun dengan sedikit mengerutkan dahinya.


Iya tuan ini baru pukul 12 lewat.


" Lalu mengapa Mama sudah akan pulang ke rumah saat ini "?.


Karena kata ibu, sangat mengkhawatirkan keadaan tuan, makanya bu merry akan pulang saat ini juga.


" Mau ngapain mama, Saya kan baik-baik saja, lagi pula sudah dewasa, memang minta di suapain mama, pake pulang sekarang segala". ucap Jhon dengan sedikit rasa gundah di dadanya, karena mendengar mamanya hendak Pulang ke rumah saat ini.


BERSAMBUNG.


.


.


Mohon dukungannya kakak-kakak semuanya, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar nya, supaya makin semangat up lagi.

__ADS_1


TERIMA KASIH 🙏🙏🙏


__ADS_2