
Karena dua hari dua malam Sinta beserta bi minah kurang tidur kini dia harus istirahat, bergantian dengan bu merry dan juga pak Tio.
"Bi minah, lebih baik kalian pulang dan ajak Sinta ke rumah kita!. Ucap bu merry.
" Baik bu." Sahut bi minah.
Aku harus pulang ke rumah Jhon, tidak-tidak mau ngapain aku kesana, tetapi bagaimana cara saya menolaknya, Sungguh bingung di buatnya, andaikan dapat memilih lebih baik aku istirahat disini saja, kalau tidak ku pulang ke kost-kostan saja kali ya, gerutu Sinta di dalam bathinnya.
"Ayo neng kita pulang! " ajak bi minah.
"T-tetapi bi, saya istirahat disini saja lah." sahutnya dengan gugup.
Dan ternyata perkataan nya itu terdengar ke telinga bu merry.
"Mengapa tidak ingin ikut pulang bersama bibi, ayo lah. " ucap bu merry lagi.
"T-tetapi bu, masa saya pulang ke rumah ibu, apa tidak lebih baik saya pulang ke kost-kostan saja. " ucap Sinta dengan gugup.
"Mengapa tidak ingin istirahat di rumah saya? di sana kamu tidak usah ngapa-ngapain, istirahat saja yang cukup, besok boleh kembali lagi kesini! apa itu ingin ke kost-kostan segala, tidak akan di ijinkan kesana! " Sahut bu merry dengan sedikit heran.
mungkin mengapa Sinta ko ingin pulang ke kost-kostan apa dia ingin bekerja kembali di restaurant.
"Tidak apa-apa bu, saya Cuman merasa tidak enak saja. " sahut Sinta.
"Mengapa tidak enak, di rumah kan tidak ada siapa-siapa, lagi pula Jhon kan ada disini, udah pulang saja bersama bi minah ya! "
Sinta pun sangat bingung harus bagaimana lagi, menolak tidak mungkin, tadi saja minta pulang ke kost-kostan tidak di ijinkan.
"Iya baik bu, saya ikut bi minah, tetapi. "
Belum juga Sinta selesai bicara, bu merry sudah memotong lagi pembicaraan nya itu.
"Tetapi mengapa! sudah tidak usah pikirkan hal lain, kamu harus istirahat yang cukup, karena saya tidak ingin melihat kamu nanti kelelahan lalu sakit, kan saya jadi sedih, nanti saya bingung gara-gara kamu jagain anak saya, nanti kamu ikut sakit juga, pokoknya jangan sampai terjadi, jaga kesehatan dan istirahat yang cukup ya di rumah? " ucap bu merry dengan lembut.
Sinta pun tidak dapat menolak lagi, karena bu merry terus merayu dan membujuk nya.
"Ayo neng, kita pulang ke rumah, sudah tidak usah pikirkan yang lain, lagi pula tuan muda kan ada yang jagain ibu sama bapak disini. " ucap bi minah pula yang terus membujuk juga, supaya Sinta mau ikut pulang ke rumah.
__ADS_1
"Iya bi saya ikut. " Sahut Sinta dengan rasa tidak enak di benaknya.
"Nah begitu dong, sudah cepat sana pulang dan istirahat yang cukup, ooh iya bi , Sinta harus pastikan dia cukup tidur ya, bibi juga, sudah urusan rumah lain kali saja yang penting saat ini, jaga selalu kesehatan kalian. " ucap bu merry .
"Iya baik bu, kalau begitu saya pamit pulang dulu ya. " ucap bi minah.
"Iya hati-hati di jalan. " sahut bu merry.
Kemudian di susul dengan Sinta dia pun berpamitan, walaupun dalam hatinya enggan pulang ke rumah bu merry, namun apa lah daya.
"Saya juga pamit ya bu. " Ucap Sinta sambil bersalaman dan mencium tangannya bu merry dan juga pak Tio,
Tak lupa Sinta pun berpamitan kepada Jhon yang sedang terbaring masih lemas, karena belum pulih benar.
"Saya pulang dulu ya pak. " ucap Sinta sambil tersenyum manis.
kemudian Jhon menggenggam tangannya Sinta.
"Iya hati-hati di jalan, Terima kasih sudah menemani ku disini, kamu juga jaga kesehatan ya, istirahat yang cukup, jangan lupa makan?" Ucap Jhon dengan pelan dan lembut penuh senyuman di bibirnya.
Sebenarnya dalam hati Jhon dia tidak ingin di tinggalkan Sinta, namun Jhon berpikir lagi, kesehatan Sinta juga sangat penting, dia harus istirahat yang cukup.
Tetapi namanya satu ruangan sepelan apapun tetap terdengar, oleh mereka walaupun cuman sedikit dan tidak begitu jelas.
"Tenang saja urusan Jhon nanti saya yang jaga, ya kan Jhon." ucap bu merry memotong pembicaraan mereka.
"Iya mah. " sahutnya dengan lemas.
Kemudian Sinta, dan bi minah melangkah kan kedua kakinya , dan memegang handel pintu lalu menariknya, dan keluar lah mereka dari ruangan itu, di luar sudah di tunggu oleh sopir yang sudah di siapkan oleh bu merry,
Kemudian pak sopir dengan sigap lari ke tempat parkir, untuk mengambil mobilnya lalu mengendarai nya ke depan pintu utama rumah sakit dengan cepat , pak sopir turun akan membukakan pintu untuk Sinta, namun Sinta mencegahnya.
"Sudah pak tidak usah turun, saya bisa buka pintu sendiri." Ucap Sinta
"Tidak apa-apa neng, itu sudah tugas saya! " sahut pak sopir nya.
"Kalau sama yang lain mungkin itu tugas bapak, tetapi jika dengan saya tidak usah pak, saya ini bukan siapa-siapa, karena kita sama, saya juga hanya karyawan bu merry di restaurant nya! " Ucap Sinta berbicara fakta.
__ADS_1
"Tetapi neng, saat ini kan neng sudah tidak bekerja lagi di sana, dan sekarang neng juga calon menantu bu merry. " Ucap pak sopir keceplosan.
"Bapak ini bisa saja, saya ini cuman dekat pak, Sudah lah nanti saja kita lanjutin lagi ngobrol nya, yuk kita jalan. " ucap Sinta karena takut makin panjang pembicaraan nya.
"Baik neng. " Sahut pak sopir dengan sigap menanggapi ucapan Sinta.
kemudian pak sopir mulai mengendalikan mobilnya dengan pelan dan keluar dari rumah sakit itu.
Di jalan mereka pun tidak diam begitu saja, mereka bertiga melanjutkan pembicaraan yang tadi , bi minah yang dari tadi berdiam pun di dalam hatinya menyimpan banyak pertanyaan dan kepo terhadap Sinta, mengapa dia bisa berhubungan dengan tuan muda nya.
"Iya neng bibi juga penasaran kenapa neng bisa dekat dengan tuan muda?. tanya bi minah.
Sinta menanggapi nya dengan senyuman.
" Ih eneng cerita dong, bibi kepo ni. " ucap nya bi minah.
Kemudian Sinta pun bercerita, karena tidak enak jika berdiam terus.
"Awal saya kenal pak Jhon itu. "
"Di restaurant ya neng?" Pak sopir memotong pembicaraan nya.
"Ih diam napa pak, neng Sinta kan belum selesai bicara! " Ucap bi minah.
Sinta pun tersenyum kembali dan bingung harus mulai cerita dari mana dulu.
BERSAMBUNG.
.
.
.
Mohon dukungannya, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentarnya, supaya makin semangat up lagi.
Mohon maaf masih banyak kekurangan nya, harap di mak'lumi karena masih belajar.
__ADS_1
Salam hangat dari CINTA BERBEDA KEYAKINAN.
***** TERIMA KASIH 🙏🙏🙏 *****