
Alhamdulillah ternyata sudah pagi, Adzan subuh pun sudah berkumandang terdengar jelas saling bersahutan.
Aku pikir tidak akan bisa bangun pagi karena semalam tidak bisa tidur, ternyata Alhamdulillah bisa tidur juga walaupun cuman sebentar, tetapi itu sudah cukup dari pada tidak sama sekali.
Aku harus segera membersihkan badan dan menunaikan kewajiban ku, dan setelah itu baru ku rapihkan dan bersihkan tempat ini, dan harus mencari sarapan juga.
Mentari pagi sudah menyinari dengan hangat, dan menusuk ke celah-celah kaca jendela, jam pun sudah menunjukkan pukul 07:00.
Kini tiba saatnya berangkat bekerja, ku harus rapi, tidak boleh terlihat lesu akibat kurang tidur.
Arghhhh... ini semua gara-gara semalaman tidak bisa memejamkan mata, jadi tubuh ini terasa lemas, namun aku harus kuat dan semangat karena hari ini hari pertama bekerja di kantor Rian, tidak apa-apa jadi OB pun yang penting halal.
Bismillah ku berdo'a dulu sebelum melangkah kan kedua kaki ini, dan ku coba meraba hendel pintu lalu ku tarik dan berbunyi ceklek.
"Mobil siapa itu, sudah ada depan pintu saja? "
Drettt... drettt... dreettt. Tiba-tiba ponsel Sinta bergetar, membuat dia terkejut, sudah di kejutkan dengan adanya mobil di depan pintu, baru juga mau melangkah sudah ada lagi ponsel bergetar, double kejutan di pagi ini jadinya.
Ternyata Jhon yang menghubungi ku, ada apa ya, coba langsung ku angkat saja, mungkin ada hal penting.
"Hallo selamat pagi sayang. " ujar suara dari dalam ponselku.
"Iya selamat pagi juga, ada apa ko pagi-pagi tumben sudah menghubungi ku.
" Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin tahu kabar mu saja. "
"Kabar ku Alhamdulillah baik, ooh iya bagaimana keadaan mu, apa sudah lebih baik. "
..."Iya aku pun sudah lebih baik, karena ini semua berkat bantuan mu. "...
"Ooh iya hampir saja lupa, di depan sudah ada mobil yang menunggu mu belum. "
"Mobil, maksudnya?"dengan terkejut ku tanyakan itu.
"Iya itu Grab car yang kemarin aku ceritakan, bahwa setiap harinya kamu akan di antar jemput oleh grab car itu. "
"Tidak usah, nanti jika aku sudah dapat uang, atau gajih ku berarti hanya untuk membayar grab saja dong, itu pun belum tentu gajihku saja belum tahu berapa. "
"Sudah tidak usah kamu pikirkan, yang membayar Grab car itu aku bukan kamu, jadi tidak usah bagaimana cara membayar nya. "
"Tidak enak, masa aku yang numpangi, lalu kamu yang bayar. "
"Sudah tidak usah bahas soal Grab car, jadi berangkat tidak, sudah jam 07:10 nih, karyawan baru harus datang lebih awal heheee. "
"Iya-iya ini mau berangkat. "
"Ya sudah hati-hati di jalan ya sayang, semangat dong hari pertama bekerja nya, jangan lupa tersenyum. "
"Iya, baiklah. "
Ku tutup teleponnya, lalu ku simpan benda pipih milikku ini ke dalam tas yang biasa aku bawa, kini di hari pertama bekerja dia pun ku ajak agar ikut bersama ku.
Lalu, aku menghampiri Grab car itu, baru aku mau membuka pintu mobilnya, eh sudah di bukakan oleh sopir Grab nya, tidak banyak bicara, ku hanya mengucapkan Terima kasih, lalu ku masuk dan duduk di barisan kedua yaitu di belakang pak sopirnya.
Perjalanan pun di mulai, sopir Grab car itu mengendarai mobilnya dengan sangat ber hati-hati, tidak terlalu kencang dan juga tidak terlalu pelan, yang sedang-sedang saja.
Tidak perlu aku mengatakan kemana arah dan tujuan ku, ternyata dia sudah tahu, mungkin Jhon yang sudah memberitahu kan segala-galanya, aku menyodorkan uang 50 ribu, namun dia menolak nya, karena alasan seseorang Sudah membayar nya, dan di dalam bathinku berkata.
Ini pasti orang suruhan nya Jhon, dan dia pula yang sudah membayarnya mungkin lewat online.
__ADS_1
ku lanjutkan perjalanan ini, tak lupa ku ucapkan Terima kasih kepada pak Sopir Grab car itu, dan dia pun membalas kata, dengan jawaban sama-sama.
Akhirnya sampai juga di kantornya Rian, ku pandangi seluruh halaman nya yang begitu luas dan indah, penuh dengan bunga-bunga yang sedang bermekaran, kemarin pagi aku memang dari sini bersama Jhon, namun tidak melihat bahwa di halaman depan nya banyak bunga-bunga cantik nan wanginya harum semerbak.
Ku lanjutkan langkah kaki ini, dan menunggu di ruangan yang kemarin sebelum memasuki Ruangan pribadi nya Rian, aku duduk saja sambil sesekali menoleh ke arah kanan dan kiri ku, karyawan nya sudah mulai berdatangan, muka ku berasa semerah tomat akibat menahan malu, namun tidak lama kemudian ada suara, Hai Cantik, Suara itu tidak Asing lagi di telinga ku, ternyata dia Rian, ku ucapkan.
"Selamat pagi pak. "
"Iya pagi juga. yuk masuk dulu ke dalam ruangan saya. "
Deg entah mengapa jantung ini berdebar kencang serasa seperti ketakutan saja.
"Iya Terima kasih pak. " Sambil ku ikuti setiap langkahnya dengan seksama tanpa menoleh kemana pun, terus saja aku focus dengan kaki ini, jangan sampai karena grogi kaki ini pun ikutan bergetar dan salah langkah.
"Silahkan duduk. " ujarnya Rian sambil tersenyum.
"T-terima kasih pak. " dengan sangat gugup ku menjawabnya, mungkin karena belum terbiasa.
"Apakah saya boleh melihat identitas mu. "
"Tentu saja pak. " Aku tidak punya pikiran yang aneh tentang dia ingin melihat kartu Identitas ku, wajar saja namanya juga orang baru, pasti di pintain Identitas mungkin dia ingin tahu yang sebenarnya.
Lalu ku sodorkan kartu Identitas milikku itu di taruh di atas meja yang ada di hadapan nya, Kemudian pak Rian mengambilnya, lalu memandanginya atau membacanya entah lah itu, namun sesekali dia melirik ke arah wajahku, dan entah apa yang ada di pikiran nya, namun ku tidak memperdulikan karena saat ini yang aku butuhkan yaitu pekerjaan.
"Boleh di simpan kembali. " Ujarnya sambil tersenyum lagi.
"Baik Pak, Terima kasih. "
"Boleh bertanya sesuatu? "Ujar Rian sambil tersenyum lagi
"Tentu saja boleh pak. "sahut ku dengan di penuhi rasa penasaran, mau bertanya apa kah Rian ini.
Bukan nya di kasih tugas atau interview ini ko malah menanyakan soal Jhon, tetap aku jawab saja karena tidak berani ku diam, nanti bisa-bisa dia marah, belum juga bekerja bosnya sudah marah duluan, tidak-tidak, hanya itu yang ada dipikiran ku.
"Sudah lumayan lama, namun belum tahunan. "
"Apakah sudah mengenal keluarga nya? " ujar Rian, Lagi-lagi dia menanyakan hal pribadi Jhon, tetapi ku jawab saja dengan jujur.
"Sudah."
"Lalu bagaimana respon mereka terhadap mu? " ujarnya Rian lagi.
Sebenarnya ini mau bekerja atau mau tahu tentang pribadi ku, Arrrggghhh... tetapi sabar Sinta mungkin dia pingin tahu karena dia sahabat nya, tidak usah berpikiran yang tidak-tidak.
"Alhamdulillah baik, mereka semua sangat baik memperlakukan saya. "
"Mmmm syukur lah. " Ujarnya Rian sambil menganggukkan kepalanya.
Begitupun dengan ku, hanya kata iya yang keluar dari bibir ku dan sambil menganggukkan kepalaku.
Lalu Rian menghubungi seseorang dan menyuruhnya datang ke ruangan nya.
Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, suara ketukan pintu mulai terdengar.
Tok... tok... tok...
Silahkan masuk, ujarnya Rian.
Kemudian datang lah perempuan cantik dan manis, ramah sekali dia pun melemparkan senyuman pada ku.
__ADS_1
"Ada apa pak? " tanya nya kepada Rian.
Ini ada karyawan baru, tolong ajak dan ajarkan dia.
"Baik Pak Terima kasih. "
"Mari . " ujarnya mungkin mengajak ku.
Lalu aku berdiri, dan berpamitan kepada Rian.
"Pak saya permisi dulu. "
"Iya silahkan. " ujarnya sambil melihatku berjalan dan entah mengapa melihat Rian tersenyum dan melihat itu sangat beda, seperti ada aura yang terpancar di wajahnya, tetapi ya sudah lah, ku tinggalkan dia seorang diri di dalam ruangan nya.
Perempuan cantik itu bertanya.
"Maaf kalau boleh tahu, namanya Siapa?"
"Nama saya Sinta. "
Dia menganggukan sedikit kepalanya dan sambil tersenyum manis kepadaku.
" Perkenalkan nama saya Alya. "
"Nama kakak cantik banget sesuai orang nya. " ku beranikan berkata begitu sambil tersenyum.
Alya pun membalas senyuman ku dan dia pun berkata, Terima kasih kakak juga cantik banget loh.
Kemudian dia mengajak ku ke tempat kerjanya, dan dia meminta agar membantunya.
"Maaf kak, tolong bantu ajarkan saya ya, karena saya baru dan belum paham. "
"Baiklah, santai saja insha Allah saya akan membantu. "
Ku menghela napas panjang-panjang agar tidak terlalu tegang, biar sedikit rileks, dan Alhamdulillah akhirnya sedikit tenang.
Alya perempuan yang sangat cantik itu terus membantu dan memberitahukan setiap pekerjaannya dengan sangat teliti.
Aku pun selalu mengucapkan berterima kasih kepadanya, karena kebaikan dan kesabarannya.
Aku pun sudah mulai mengerti dan bisa apa yang kak Alya ajarkan, aku panggil saja dia kakak karena sepertinya usia nya lebih tua dari ku, walaupun masih keliatan sangat muda dan cantik.
Aku pun mulai focus dengan pekerjaan itu, namun sebelum makan siang ada Rian melewati tempat dimana aku bekerja.
"Bagaimana bisa kan. "
"Iya Pak insha Allah. "
Rian hanya bertanya itu kepada ku dan dia melanjutkan perjalanan nya, setelah Rian mulai jauh dan tak terlihat, ada pemandangan yang membuat hatiku tidak tenang, karena hampir semua orang menatapku dengan aneh, mukaku terasa memerah seperti tomat.
Tetapi sudah lah ku abaikan begitu saja, apa mungkin karena Rian menegorku sehingga semua karyawan nya itu merasa aneh, memangnya mereka semua tidak pernah di tegor oleh Big bos nya ini.
Ku biarkan mereka tetap menatapku dengan aneh, dan ku tarik napas ini dalam-dalam, Alhamdulillah hati ini mulai tenang lagi, kak Alya sesekali melirik ke arah ku sambil tersenyum, dan begitupun sebaliknya aku selalu membalas senyuman kak Alya, dan aku berdo'a semoga kak Alya ini baik orang nya agar bisa menjadi teman dekat ku di kemudian hari, agar aku punya teman curhat ataupun sekedar ngobrol-ngobrol saja.
.
.
Tak bosan-bosan, Mohon dukungannya dan juga like komentar ya!. Agar author yang masih belajar ini semangat terus up nya.
__ADS_1
Salam Hangat dan peluk sayang dari CINTA BERBEDA KEYAKINAN.