
Dengan perjalanan yang lumayan mengasyikan untuk mereka bertiga, perjalanan pun tidak terasa karena selama perjalanan mereka bercanda tawa dan gembira riang, akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit tempat dimana Jhon di rawat.
"Alhamdulillah akhirnya kita sampai juga ya neng. " ujar bi Minah sambil mendorong pintu mobilnya.
"Iya bi, Alhamdulillah kita sampai lagi di rumah sakit dengan selamat. " sahut Sinta sambil tersenyum.
"Yuk kita masuk neng. " ujar bi Minah sambil menoleh ke arah Sinta dan melangkah kan kedua kakinya.
"Ayoo bi. " sahut Sinta.
kemudian mereka berdua berjalan menuju ruang inap di mana Jhon tempat di rawat, Sinta dari arah belakang terus mengikuti setiap langkahnya bi Minah sambil Sesekali melirik kesana dan kemari di dalam rumah sakit.
Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya mereka pun sampai ke ruangan yang di tujunya itu, kemudian bi Minah mengetuk pintu ruangannya Jhon hanya sebagai menghormati saja.
Tok.. Tok.. Tok..
"Silahkan masuk. " sahut bu merry dari dalam, kebetulan dia ada, dan sudah menunggu mereka karena sudah di beri kabar bahwa bi Minah dan Sinta akan segera datang membawakan sarapan untuk bu merry dan juga pak Tio.
kemudian bi Minah dan juga Sinta masuk ke dalam ruangan itu, mereka bertiga menyambut Sinta dengan senyuman manis tertuju padanya, Sinta pun bersalaman kepada bu merry dan juga pak Tio, dan tak lupa Sinta langsung menghampiri Jhon, dan menanyakan kabar hari ini, Jhon pun menyambut Sinta dengan penuh senyuman manis di bibirnya, apa lagi sekarang hati Jhon sudah sedikit lega karena hubungan dengan Sinta sudah terkuak di keluarganya, walaupun akan ada rintangan besar di keluarga Sinta.
__ADS_1
"Gimana kabarnya hari?" Ujar Sinta sambil tersenyum kepada Jhon.
"Kabarku baik, bahkan sudah lebih baik. " sahut Jhon sambil menggoda Sinta.
"Syukur lah kalau begitu. "
"Sebenarnya aku masih pingin sakit. " bisikan genit Jhon sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Sinta.
"Ko begitu, seharusnya jika sakit itu pingin cepat sembuh? " ujar Sinta sambil menatap heran ke wajahnya Jhon.
"Karena ada kamu yang merawat ku, seandainya jika kecelakaan itu tidak terjadi, pasti kamu belum kembali ke jakarta, Benar kan? " ujar Jhon sambil tersenyum.
"Iya." Sahut Sinta sambil menganggukan sedikit kepalanya dan tersipuh malu karena Jhon terus menggodanya di depan bu merry dan juga pak Tio.
Bu merry dan pak Tio mulai memasukan makanannya ke dalam mulutnya dan ada yang berbeda di dalam masakan bi Minah tidak seperti biasanya, masakannya tetap enak namun ada rasa yang dominan lebih enak berbeda dengan masakan bi Minah yang setiap hari di sajikan di meja makan.
"Bi, ada yang aneh dengan masakan bibi. " ujar bu merry sambil tersenyum.
Deggghhh.. jantung Sinta bergetar karena dirinya ikut bagian dari masakan itu, Sinta takut di marahin dan di kata tidak sedap masakan nya itu, Sinta sedang menyuapi Jhon karena Keadaan Jhon belum sembuh 100% walaupun sudah lebih baik tetapi masih banyak yang di rasa.
__ADS_1
"Mengapa bu, memangnya ada yang tidak enak ya? " sahut bi Minah dan bertanya balik.
"Yang ini rasanya berbeda bi, tetapi rasanya malah semakin enak dan sedap di lidah. " ujar bu merry sambil menunjuk ke masakannya Sinta.
"Ooh kirian saya tidak enak , itu masakannya neng Sinta bu. " ujar bi Minah sambil melirik ke arah Sinta.
"Wah hebat , ternyata kamu itu pinter masak ya? " Ucap bu merry sambil mengangguk-anggukan kepalanya dan melirik ke arah Sinta.
Sinta pun tersipuh malu pipi nya mulai sedikit memerah, karena dapat pujian dari bu merry dan juga bakal calon mertuanya, Jhon pun ikut tersenyum sambil melirik pula ke arah Sinta.
"Ummmzz cie yang pintar masak plus dapat pujian dari calon mertua hehee. " ujar Jhon menggoda Sinta.
Sinta pun semakin memalingkan wajahnya karena semakin malu di buatnya, namun dia berusaha pura-pura tidak terjadi apa-apa karena tidak mungkin dia pergi dari ruangan itu, sedangkan Sinta baru datang ke rumah sakit untuk menemani Jhon di sana.
.
.
.
__ADS_1
Mohon dukungannya, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar nya, agar menyemangati author up lagi.
TERIMA KASIH.