Cinta Berbeda Keyakinan

Cinta Berbeda Keyakinan
Antara marah dan rindu


__ADS_3

setelah berbincang-bincang bersama ibu dan bapaknya, Sinta juga sudah mengurus semua kebutuhan ibunya dengan menyuapi makan, lalu memberikan obat dan membantu meminumkannya.


Kemudian mereka pun istirahat karena jika di kampung pukul 22:00 itu serasa sudah malam banget, mereka pun sudah mulai mengantuk dan memejamkan matanya satu per satu.


namun baru saja Sinta akan memejamkan mata nya, Tiba-tiba saja sekilas teringat sama kekasihnya yang bernama Jhon. yang dia tinggal kan begitu saja tanpa berpamitan.


"Ooh iya, Jhon kan belum di kasih kabar bahwa aku sedang pulang kampung, saat ini dia pasti sudah tau karena tadi Siang dia mengatakan hendak ke restaurant, dan buktinya setelah itu dia tidak ada kabar lagi, pasti Jhon sangat marah besar karena aku tadi pagi tidak berpamitan dulu".


gumam Sinta di dalam benaknya


mmmmmz, Kira-kira dia mau membalas pesan ku tidak ya!.


tetapi coba saja dulu lah, kalau soal mau balas atau tidaknya itu mah urusan nanti, yang penting aku minta maaf saja dulu, Gumam Sinta lagi.


kemudian Sinta membuka ponselnya, berniat ingin mengetik pesan untuk di kirim ke nomor phonsel Jhon, namun niat itu di urungkan kembali, karena Sinta merasa bersalah kemarin Sinta tidak sempat berkata bahwa dirinya sedang pulang kampung.


kemudian Sinta berpikir lagi.


"Ummmzz bagaimana kabar Jhon di sana ya!. Apa sebaiknya aku telpon saja dia, Sebentar saja atau aku Chat saja tetapi pasti Jhon masih marah sama aku, buktinya dia Tidak ada pesan sedikit pun menanyakan aku berada dimana, tetapi tidak apa-apa lah aku mengalah saja, karena aku memang yang salah.


Sinta mulai mengetik pesan lagi di phonsel nya.


" Selamat malam". terkirim


"Maaf ya, Aku tadi tidak sempat memberi mu kabar kalau aku sedang dalam perjalanan menuju pulang kampung".terkirim lagi.


Jhon yang mendengar phonsel nya itu berbunyi berturut-turut , Sehingga dengan tidak sengaja dia membukanya Aplikasi Wathsaap di phonsel nya.


dan kemudian Jhon tidak sengaja membaca pesan dari Sinta, namun Jhon masih ada perasaan kesal, marah di dalam benaknya, sehingga dia enggan membalas pesan itu.


kemudian Sinta mencoba langsung menelpon saja.


tuuutttt...


tuuuuttt...


tuuuuttttttt...bertanda bahwa phonsel Jhon sedang aktif.


Jangan-jangan Jhon tidak ingin menerima Telphon dari ku, ko lama banget dia menerima Telphon nya. tetapi aku harus sabar mungkin Jhon masih kesal sama aku.

__ADS_1


memang phonsel Jhon berbunyi, namun Jhon hanya sesekali melirik layar phonsel nya, dan ada nama spesial yang muncul di layar phonsel nya.


Jhon Sangat ragu ketika hendak untuk menerima Telphon dari Sinta, walaupun sedang kesal, marah namun perasaan nya tetap tidak bisa di bohongi, Jhon memang marah tetapi hatinya sangat rindu, kemudian Jhon dengan sangat pelan menekan tombol hijau di icon phonsel nya.


Jhon sengaja tidak berbicara terlebih dahulu karena perasaan Jhon sedang nano -nano rasanya, campur aduk ada kesal, marah ,dan ada juga rindu.


"Hallo, Hallo"?. ucap Sinta dengan sedikit tersenyum karena Jhon mau menerima telpon dari dirinya. dan Sinta mengira sudah tidak marah.


namun Jhon tetap saja berdiam, walaupun di dalam hatinya sudah mulai luluh ketika mendengar suara Sinta.


kemudian Sinta pun merajuk agar Jhon mau berbicara.


" Ummmmz Sayang, kamu bicara dong, Aku mohon, tolong maafin aku"?.


Jhon tetap saja berdiam tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


"Sayang aku mohon tolong maafin aku ya, tadi pagi aku panik dan terburu-buru karena ibu ku sedang sakit, jadi aku belum sempat memberi mu kabar, maafin aku ya"?.


Sinta sudah mengatakan beberapa kali permohonan maaf, namun Jhon belum juga memaafkan Nya.


Jhon tetap saja masih enggan berbicara, dia malah senyum-senyum sendiri ketika mendengar suara rajukan Sinta.


Jangan... Sontak Tiba-tiba saja Jhon dengan reflek mengatakan kata jangan.


"ummmmz kamu ya, aku pikir aku sedang berbicara sama hantu, habis tanpa ada jawaban sepatah kata pun"?.


Iya habisnya aku masih merasa kesal sama kamu, kamu pergi begitu saja tanpa pamit terlebih dahulu sama aku, memang nya kamu sudah tidak menganggap aku lagi ya sebagai kekasih mu!.


" Maaf?... Bukan begitu maksud ku, tetapi tadi pagi aku sangat panik, tolong ngertiin ke adaan ku ya"!.


Ya mau bagaimana lagi, walaupun sebenarnya aku masih marah sama kamu, tetapi suara mu sudah meluluhkan hatiku yang sedang marah, ucap Jhon mungkin hanya sedikit menghibur hati Sinta.


"Lalu bagaimana ke adaan ibu dan bapak mu di sana"?.


ibu sedang sakit, tetapi kalau bapak Alhamdulillah baik.


" Salam buat ibu dan bapak di sana ya, katakan dari calon menantu ". heheee.


" dan semoga ibu mu cepat sembuh kembali ya?.

__ADS_1


iya, Aamiin-Aamiin , Terima kasih do'anya ya, tetapi soal perkataan yang satu lagi tidak janji deh. dengan tersenyum Sinta mengatakan nya.


"Lah memang nya mengapa, ada yang salah ya sama perkataan ku ini"?.


Tidak, tidak ada yang salah, tetapi malu mengatakan nya.


" Ko malu sih, dapat salaam dari calon menantu". heheee....kan harusnya senang".


ummmmz begitu ya.


" mmmm sebaik nya bagaimana ya"?.


maksudnya sebaiknya bagaimana, apaan?. Sinta bertanya kembali.


"Iya baiknya aku langsung datang menyusul kesana , dan langsung menemui ibu dan bapak mu, atau bagaimana maunya"!.


Tidak sayang, tidak untuk sekarang, kita pikirkan nanti lagi ya, soalnya keadaan ibu saat ini lagi kurang baik.


" Ooh iya, maaf deh, ok kalau begitu setelah ibu mu sehat, kita bicarakan ini lagi ya".


Iya... ya sudah kalau begitu, karena waktu sudah Malam udah dulu ya, mungkin besok kita telphon lagi atau cuman sekedar Chat saja.


"Apa... Apa tidak salah dengar, kata mu ini sudah malam, ini baru pukul 22:00 hanya lebih 15 menit saja, ini masih sore sayang"!.


Disini pukul 22:00 itu sudah sangat malam sayang.


" Masa iya sih"


iya, ya sudah lah aku mau istirahat dulu, badanku terasa sakit dan pegal-pegal karena habis perjalanan jauh.


Besambung.


.


.


. Mohon dukungannya, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentarnya.


mohon di ma'lum karena masih banyak salahnya karena masih tahap belajar.

__ADS_1


Terima kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2