
Namun setelah mereka keluar dari kantornya Rian, bukannya mereka langsung pergi meninggalkan tempat itu, kini Jhon mengajak Sinta duduk sejenak, mungkin ingin berbicara empat mata dari hati ke hati, Jhon akan menawarkan tempat tinggal yang lebih baik miliknya, namun Sinta menolak nya dengan sopan.
"Begini sayang, dari pada kita mencari tempat lain dan belum tentu aman buat kamu, alangkah lebih baik kamu itu tinggal di Apartement ku saja. "
"Maaf , tetapi aku belum berpengalaman tinggal di Apartement, nanti aku malah ketakutan jika di sana seorang diri. "
"Lalu kamu mau tinggal dimana, dan tempat apa yang kamu inginkan. "
"Yang biasa saja, yang penting nyaman dan aman buatku. "
"Apartement aman ko. "
"Iya itu sudah pasti, tetapi aku merasa tidak enak dan tidak nyaman buat diriku, mungkin belum berpengalaman kali ya, lebih baik aku tinggal di kost-kostan saja, tempat yang sudah aku pernah alami kan seperti itu. "
"Ya sudah jika itu pilihan dan ke inginan mu, karena aku tidak bisa memaksanya, dimana pun kamu tinggal, yang penting kamu merasa nyaman deh. "
"Iya Terima kasih , karena kamu membantu ku, mencari kan aku pekerjaan, dan sekarang mencarikan ku tempat tinggal. "
"Sudah lah tidak usah berterima kasih terus, karena ini Sudah tanggung jawab ku, masa aku membiarkan kamu mencari pekerjaan seorang diri, dan pergi begitu saja. "
Sinta pun diam tidak banyak berbicara lagi, dia hanya menganggukan sedikit kepalanya saja.
"Ayo kita jalan lagi, kan mau mencari kost-kostan buat kamu, kita cari di sekitar sini-sini dulu saja ya, siapa tahu ada, biar kamu tidak terlalu jauh bila berangkat ke kantornya Rian. "
"Iya baik lah, ayo kita jalan. " sahutnya Sinta dengan penuh rasa bahagia karena sudah ada jalan untuk menemukan tempat tinggal, dan juga sudah mendapatkan pekerjaan.
Kemudian mereka berdua melangkah kan kedua kakinya, begitu pun dengan Sinta dia mengikuti setiap langkahnya Jhon
Pak sopir pun sudah menunggunya, Jhon dan Sinta menaiki mobil yang masih de kendarai oleh pak sopir karena Jhon belum sehat benar jika harus menyetir sendiri.
Jhon memerintahkan pak Sopir, jika ada kost-kostan kosong yang dekat-dekat Situ tolong berhenti dan menanyakan kepada pemiliknya, dan ternyata tidak butuh waktu yang lama kemudian terpajang tulisan ada kost-kostan kosong, lalu pak sopir berhenti dan menanyakan.
Lalu Jhon dan Sinta pun ikut turun dan melihatnya, kebetulan kost-kostan cocok di hati Sinta , tempat nya bagus dan juga bersih, keamanan nya pun ketat, jadi tidak sembarangan orang masuk harus ijin dahulu kepada pemiliknya agar bisa bertemu dengan orang dalam.
"Kira-kira kamu suka tidak tempat nya seperti ini, maaf ini sangat sederhana loh. "
"Cocok dan aku suka, tidak apa-apa yang penting nyaman menurut ku. "
"Kita lihat-lihat lagi yuk, kita pilih yang paling bagus dan paling bersih. "
"Iya ayo, Sambil melirik ke arah kanan dan kiri, mencari yang lebih bagus.
Sinta tidak banyak berbicara, karena baginya apa pun dan bagaimana pun pilihan Jhon yang penting nyaman baginya, Karena dia Tahu Jhon begitu mencintai dan menyayanginya, pasti dia memilih yang terbaik.
Sinta menolak tinggal di apartement, bukan karena dirinya belum berpengalaman, tetapi dia takut satu hal, jika sewaktu-waktu Jhon datang ke Apartement dan itu miliknya, tetap saja namanya perempuan dan laki-laki bertemu apa lagi satu ruangan tanpa ada yang menjaga, bisa saja kan Khilaf ataupun bagaimana, Sebaik-baik nya laki-laki jika ada kesempatan tetap saja, karena waspada itu harus, bukan suudzon tetapi sudah banyak kejadian yang tidak di inginkan.
__ADS_1
"Nih yang ini seperti nya Sangat cocok, lebih bersih dan lebih besar ruangan nya. "
"Iya mana saja karena buat ku tidak masalah, yang penting ada tempat buat istirahat, dan buat beteduh ketika hujan, dan berlindung dari panasnya sinar matahari. "
"Kamu ini sederhana banget, padahal rupa kamu sangat cantik, tetapi kamu ini tidak berlebihan. "
"Maaf, karena saya sadar dari mana saya berasal, aku hanya terlahir dari keluarga yang sederhana, jadi aku harus tetap ingat itu dan mensyukuri nya, maaf karena kecantikan itu adalah anugerah dari yang maha kuasa jadi tidak usah di jadikan modal untuk niat tidak benar, karena hidup itu harus selalu bersyukur atas nikmat sang Maha pencipta, tidak pantas jika aku pergunakan dengan tidak baik, itu tandanya aku tidak mensyukuri apa yang telah Allah SWT berikan kepada ku.
Jhon pun semakin luluh dan semakin mencintai nya, melihat ketulusan Sinta yang selama ini, dia telah merawat nya dengan sepenuh hati, tetapi dia tidak pernah meminta imbalan apapun, padahal kekayaannya Jhon serba ada dan serba berkecukupan, namun tidak ada niat sedikit pun untuk Sinta meminta hartanya Jhon atau hanya sekedar uang jajan saja, malah sebaliknya bukannya bangga dia bisa mendapat kan orang kaya raya, malah merasa minder dan tidak percaya diri.
"Ooh iya Jhon, Kira-kira kost-kostan ini mahal tidak bayar per bulannya, jika mahal lebih baik cari yang lain soalnya kan, aku belum memiliki cukup uang untuk membayarnya. "
Jhon bukannya menjawab nya malah tersenyum manis.
"Ko kamu malah tersenyum sih. "
"Lagi pula kamu ini lucu banget, kamu tenang saja, kost-kostan aku yang bayarin setiap bulannya. "
"Tidak usah Jhon, aku jadi merasa tidak enak, nanti aku jadi berhutang banyak kepada mu. "
"Apa, apa saya tidak salah dengar dengan ucapan mu barusan. "
"Iya, lalu aku harus berbicara apa, memang bener kan, bagaimana cara aku mengganti uang kamu, sedangkan aku bekerja saja belum."
"Kamu ini ada-ada saja, aneh tau, aku yang akan bertanggung jawab semua ini, bahkan makan dan kebutuhan mu aku yang tanggung. "
"Apa kata mu, jika aku menanggung ini semua, kamu akan tidak tenang dan akan memikirkan hal ini. "
"Kamu ini terlalu baik jadi perempuan, seharusnya bersyukur ada yang mencintai dan menyayangimu, dan ada yang mau membantu mu. "
"Memangnya aku tidak bersyukur apa.? dengan sangat polosnya Sinta tanyakn itu, namun Jhon tidak ingin membahasnya, mungkin Sinta ini perempuan sangat baik bahkan lebih baik dari segalanya, karena mungkin mendengar cerita dari teman dan sahabat nya, jika perempuan itu bila bertemu dengan laki-laki mapan pasti banyak inginnya dan matre, namun mengapa dia menemukan perempuan sebaik dan secantik Sinta namun dia tidak pernah meminta apapun, bahkan mau di kasih dan di cukupi saja dia menolaknya, bagaimana Jhon tidak merasakan hal aneh, makanya dia selalu berkata jika Sinta itu perempuan yang sangat baik, dan bukan parasnya saja yang cantik, tetapi hatinya pun mengalahkan kecantikan wajahnya.
"Ya sudah terserah kamu saja, tetapi bagaimana jika kamu lapar, dan membutuhkan makanan atau kebutuhan yang lainnya sedang kan kamu belum memiliki uang untuk saat ini. "
"Tidak apa-apa, karena tidak mungkin Allah menghidupkan makhluk nya tanpa rezeki nya, insha Allah rezeki itu pasti ada, asalkan kita mau berusaha dan mencarinya. "
Jhon pun tidak bisa berkata-kata lagi, mendengar setiap perkataan nya Sinta.
"Ya sudah begini saja, untuk bulan ini aku yang akan bayar kost-kostan dan akan memberikan kan kamu uang untuk kebutuhan satu bulan saja, jangan menolak atau kata tidak mau, nanti seterusnya itu urusan kamu jika tidak ingin bantuan dari aku lagi, anggap saja ini sebagai uang jajan dari ku, buang pikiran mu tentang aku memberi mu uang secara Cuma-cuma, karena anggap saja ini sebagai bayaran karena kamu sudah merawatku selama di rumah sakit.
Jhon hanya menyodorkan uang 10 juta, ini bagi Jhon tidak ada apa-apa nya, namun jika di berikan lebih banyak, bukan nya pelit atau tidak ada, tetapi Sinta bakalan masih mau Terima atau tidak.
"Tetapi Jhon, ini banyak banget, dan ini terlalu berlebihan buatku. "
"Sudah aku katakan, jangan menolak lagi, itu tidak ada apa-apa nya di bandingkan pengorbanan mu dari kampung datang ke jakarta hanya karena ingin merawat ku, anggap saja itu sebagai ucapan terima kasih ku. "
__ADS_1
"Mmmmz Baik lah, Terima kasih banyak ya, karena aku tidak bisa membalas nya dengan yang lain ataupun mengembalikan uangnya lagi, selain kata Terima kasih. "
"Sudah lah tidak usah di bahas, dan satu lagi, kost-kostan aku bayar juga ya, biar kamu tenang. "
"Kamu ini, memang nya kamu tidak keberatan, uang sudah kamu berikan, masih saja mau membayarkan uang bulanan kost-kostan. "
"Sudah-sudah itu tidak masalah, yang penting kamu betah tinggal di sini, dan nyaman, itu saja sudah cukup buat ku. "
"Kamu ingat kan jalan menuju kantornya Rian? "
"Iya masih ingat lagi pula kan tidak jauh, mungkin dengan berjalan kaki saja sampai. "
"Apa kata mu, kamu mau berjalan kaki ke kantornya Rian, oh tidak. "
"Memangnya mengapa, ada yang salah ya. "
"Iya Sangat salah, bahkan salah besar. "
"Lalu aku harus bagaimana? "
"Naik grab car kan banyak. "
"Tidak usah nanti malah boros, soalnya uang nya mau aku tabungin sebagian, buat sewaktu-waktu jika aku membutuhkannya kan masih ada di tabungan tinggal ku ambil kan gampang. "
"Ya sudah begini saja, biar aku pesan kan Grab car, setiap pagi dia akan mengantarmu ke kantor Rian, dan setiap sore dia akan menjemput mu pulang, kamu tidak usah memikirkan bagaimana cara membayarnya. "
"Apa lagi ini, aku merasa hidupku jadi membebani mu. "
"Sudah ku katakan, anggap saja ini sebagai ucapan Terima kasih ku kepada mu, tidak usah kamu bahas lagi. "
Sinta pun semakin bingung di buatnya, mengapa Jhon memberikan uang yang banyak dan fasilitas pun tetap dia bayarkan, mak'lum Sinta gadis desa yang polos, tetapi bisa menjaga harga dirinya dengan baik.
"Ya sudah kalau begitu, aku pamit pulang dulu ya, jaga diri kamu Baik-baik jaga kesehatan dan jangan lupa makan tepat waktu dan jika ada apa-apa secepatnya tolong kabarin aku. "
"Iya, Terima kasih banyak atas semua ini. "
"Iya sama-sama sayang. "
Kemudian Jhon melangkah kan kedua kakinya dengan sangat pelan, menuju mobilnya, pak sopir sudah menunggu nya di depan kost-kostan itu dan sudah membukakan pintu untuk tuannya, Jhon melambaikan tangan kanannya, begitupun sebaliknya dengan Sinta, akhirnya kini Sinta dengan Jhon berpisah lagi dengan jarak yang lumayan jauh, namun masih dapat di tempuh dengan perjalanan satu jam saja.
.
.
.
__ADS_1
Mohon dukungannya kakak " semuanya, agar memberikan like dan komentarnya, supaya author yang masih belajar ini, semangat up nya.
Salam hangat dan Peluk🤗 Cium😍 dari CINTA BERBEDA KEYAKINAN.