
Jhon Yang kini tinggal di Apartemen sedang kan mamah papahnya tinggal berdua di rumah, ternyata bu merry tidak sanggup jauh lagi dari Jhon, sehingga dia meminta Jhon untuk kembali lagi ke rumah nya.
Kemudian bu merry mencari-cari nomor Jhon di benda pipihnya, karena ingin menghubungi nya, dan tidak lama kemudian nomor Jhon di temukan, lalu bu merry menghubungkan ke nomor Jhon dan ternyata mudah untuk tersambung ke nomor Jhon itu, karena aktif nomor ponselnya.
Tuuuuutttt... tuuuutttt... tuuuuuutttt...
Tanda telepon tersambung.
Ada apa Mamah menghubungi ku, apa dia sudah merestui hubungan ku dengan Sinta, atau dia menyuruhku kembali, tetapi entah lah, aku angkat dulu lah siapa tahu ini sangat penting.
"Hallo mah, Ada apa? " Ujar Jhon dengan sedikit rasa penasaran di dalam bathinnya.
"Jhon ko kamu nanya ada apa sih, mamah rindu sama kamu, dan kamu harus pulang ya sekarang juga. "
"Iya mah, tetapi Jhon belum bisa pulang ke rumah saat ini. "
"Lalu kapan kamu akan pulang, mamah sudah sangat merindukan mu, masa kamu tega ninggalin mamah sih. "
"Tetapi mah, Jhon belum bisa melupakan Sinta, dan Jhon belum bisa pulang ke rumah untuk saat ini. "
"Jhon mau sampai kapan kamu akan seperti itu, lebih baik kamu lupakan Sinta."
__ADS_1
"Tetapi mah, Jhon tidak bisa melupakan Sinta, sampai kapan pun Jhon akan terus mengingat dan akan mencintai nya. "
"Haduh kamu ini Jhon, Mamah mohon lah, kamu sudah dong tidak usah memikirkan Sinta terus, karena masa depan kamu masih panjang, lebih baik kamu mencari lagi perempuan selain Sinta dan cari lagi yang sama seperti kita, jika kamu tidak bisa mengajaknya bersama, lebih baik kamu tinggalkan dia. "
Tidak mah, Jhon tidak bisa hidup tanpa dia, pokoknya Jhon akan memilih Sinta, karena sudah terlalu Sangat mencintainya, tidak mungkin Jhon meninggalkan Sinta begitu saja. Arghhhh... mengapa aku harus bertemu dengan Sinta jika harus seperti ini, tidak sanggup jika harus berpisah dengannya, sungguh tidak sanggup di buatnya. Gumam bathinnya Jhon.
"Jhon , kamu ko malah berdiam sih, jawab dong apa kata mamah. " Ucap bu merry membuyarkan lamunan Jhon.
"Iya mah, Jhon masih dengar ko. "
"Lalu mengapa kamu berdiam seperti itu, jika masih mendengar, tolong kamu kembali ke rumah ini. "
"Tidak mah, aku belum siap, karena sampai kapan pun aku tidak akan pulang ke rumah, jika mamah belum merestui hubungan ini. "
"Baik mah. "
Mamah ini ada-ada saja, tidak mungkin aku berubah pikiran yang ada jika mamah sudah berubah pikiran baru aku mau pulang, pokonya selama mamah belum merestui hubungan ku dengan Sinta, aku tidak akan pernah kembali ke rumah, Ayo mah restui hubungan ku dengan Sinta, biar kami bisa segera menikah. Gerutu Jhon seorang diri.
*****
Keesokan harinya Sinta bertemu dengan Pak Rian, Entah kebetulan atau tidak sengaja selalu saja mereka bertemu di tempat parkir, ketika pak Rian keluar dari mobil mewah nya ternyata Sinta juga baru keluar dari Grab car nya yang biasa dia tumpangi ketika berangkat dan juga pulang bekerja.
__ADS_1
"Eh ada Sinta, apa kabar Sinta, kamu baik-baik saja kan? " ujar pak Rian.
"Selamat pagi pak, Alhamdulillah baik Pak, Mmmm maaf Pak, saya mau tanya, kenapa kemarin bapak ninggalin saya di Apartement nya Jhon, saya kan takut Pak. "
"Mohon maaf, itu semua permintaan Jhon, saya hanya menjalankan tugas saja, sebenarnya saya juga tidak tega jika harus melakukan itu, dan ninggalin kamu berdua dengannya, tetapi...Mmmm mau bagaimana lagi, karena saya harus membantu dia, tetapi kamu baik-baik saja kan, tenang saja Jhon orangnya sangat baik, jadi tidak mungkin dia macam-macam sama kamu, lagi pula dia sudah berjanji tidak akan menyakiti mu, maka karena itu saya mau membantunya. " ujar pak Rian menjelaskan panjang lebar bak gerbong kereta api, karena tidak mau di cap jelek sama Sinta.
"Iya Pak, saya memang tidak apa-apakan, tetapi rasa takut itu ada, karena saya belum pernah berduaan dengan laki-laki dengan satu ruangan yang tertutup. "
"Iya sekali lagi saya mohon maaf ya. "
"Iya Pak tidak apa-apakan, lagi pula ini semua sudah terjadi , dan tidak akan bisa di ulangi kembali, agar ini semua tidak pernah ada. "
"Iya, ya sudah kalau begitu, saya duluan ya, soalnya saya sudah di tunggu di ruang meeting karena sudah ada janji. "
"Iya Pak hati-hati, Semoga lancar ya. "
kemudian Pak Rian hanya menganggukan sedikit kepalanya dan sambil melangkah kan kedua kakinya lalu meninggalkan Sinta seorang diri di parkiran.
Lagian Pak Rian ini ada-ada saja, sebenarnya ini semua salah aku juga, mengapa aku mau di ajak sama Pak Rian, dan percaya saja bahwa dia akan mengantarkan ku pulang. gumam bathinnya Sinta.
.
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar nya, agar makin semangat up lagi.