Cinta Berbeda Keyakinan

Cinta Berbeda Keyakinan
Melamun


__ADS_3

siang pun sudah berganti menjadi malam.


Sinta berdiam diri di kamarnya sambil merapikan pakai an yang hendak di bawanya besok pagi.


Dia sangat kebingungan memikirkan kata-kata bu merry tentang sakitnya Jhon.


Mengapa Jhon tiba-tiba sakit dan dia seperti nya kemarin malam waktu terakhir berbicara di telepon seperti nya dia baik-baik saja, tetapi mengapa sekarang tiba-tiba sakit parah dan di rawat di rumah sakit, ini benar-benar aneh, gumam Sinta.


Memang bu merry belum mengatakan bahwa Jhon itu sakitnya akibat kecelakaan, bu merry hanya berkata kepada Sinta bahwa Jhon sedang sakit parah, dan cuman nama Sinta yang keluar dari bibirnya Jhon saat ini.


"Tetapi ya sudah lah, Sebaiknya aku istirahat sekarang karena nanti jika sudah sampai jakarta tidak mungkin aku bisa tidur nyenyak apa lagi nanti harus menjaga Jhon di rumah sakit." Ucap Sinta seorang diri.


kemudian Sinta tertidur pulas sampai pagi,


Dan malam ini lumayan cukup tidurnya, sampai hampir pagi dia tidur.


Alhamdulillah untung saja semalam aku bisa bisa tidur, coba jika tidak ,bagaimana nanti ?. Mau perjalanan jauh, dan sesampainya di sana harus jagain kekasih nya yang sedang sakit keras.


Kemudian Sinta bangun dan melirik jam dinding di tembok nya, dan ternyata jam sudah menunjukkan pukul 04:00 dini hari.


Ternyata sudah hampir pagi, pantas saja suara ayam sudah berkokok dan saling bersahutan di dalam kandang ayam milik bapaknya, di belakang rumahnya.

__ADS_1


Namanya tinggal di kampung, pasti saja mempunyai ayam untuk di pelihara, walaupun itu cuman satu atau dua ekor saja.


Kemudian Sinta merapihkan tempat tidur dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


setelah itu suara adzan subuh berkumandang di setiap masjid saling bersahutan, itu menandakan, waktu shalat subuh sudah tiba, lalu Sinta menunaikan ibadah shalat subuh terlebih dahulu dan setelah shalat kemudian berdo'a, minta perlindungan sama Allah SWT, dan minta di jauhkan dari segala sesuatu yang tidak di inginkan.


kemudian Sinta pergi ke dapur untuk memasak, karena matahari sudah terbit, terlihat sangat indah dari jendela kaca dapur rumahnya, menyinari ke dalam lewat celah kaca yang terbuka gordennya.


Sebenarnya aku masih betah tinggal di sini, tetapi saat ini tidak ada pilihan lain selain kembali ke jakarta, Tidak bisa aku menolak permintaan bu merry karena dia boss ku dan juga mama dari Jhon dan dia saat ini adalah kekasih ku, bukan itu saja karena ini menyangkut nyawanya Jhon juga yang sedang di pertaruhan di rumah sakit, dan anehnya mengapa dia terus-menerus memanggil nama ku. Gumam Sinta di dalam lubuk hatinya yang paling dalam.


"Sinta sayang kamu ini mengapa melamun saja?. " ucap ibunya membuyarkan lamunan Sinta.


"Tidak usah sedih anak ku, ibu sama bapak tidak apa-apa, lagi pula ibu sekarang sudah sehat, do'a kan saja agar kita semua suatu saat bisa bersama lagi, dan sekarang kita berdo'a semoga kita semua ada dalam lindungan Allah SWT!" Ucap ibunya sambil memeluk Sinta.


Iya ibu, Sinta juga berdo'a yang terbaik buat kita semua, tetapi hati kecil Sinta merasa sedih saja, namanya di rumah sendiri pasti lebih nyaman dan bahagia walaupun hidup sederhana.


" Iya ibu mengerti, dan ibu tidak akan memaksa mu untuk pergi ke jakarta lagi, itu semua keputusan ada di tangan kamu, pilih lah sesuai apa kata hati kamu saja. "


Sinta serba salah ibu, jika Sinta tidak berangkat hari ini, bagaimana dengan jhon, dan aku sudah berjanji sama bu merry bahwa hari ini aku akan datang menjenguk nya, ibu Sinta mohon restui hubungan ini ya, karena Sinta sangat mencintai laki-laki itu, tidak mungkin jika Sinta harus berpisah dengannya begitu saja, Ya Allah tunjukkan jalan yang terbaik agar hubungan ini mendapat kan restu dari kedua orang tua ku, tetapi ini hanya Gumam Sinta di dalam lubuk hatinya, karena jika du ucapkan oleh bibirnya sudah pasti ibunya akan mendengar nya.


"kamu ini melamun saja, dari pada melamun cepat sarapan dulu, kan sebentar lagi akan berangkat, " Lagi-lagi ibunya membuyarkan lamunan Sinta.

__ADS_1


ibu ini bisa saja, Sinta tidak melamun bu. Sahutnya sambil tersipuh malu karena memang benar dia sedang melamun lagi karena terus saja memikirkan kekasihnya.


"hmmmmm sebentar lagi aku akan bertemu dengan Jhon, tetapi mengapa hati ini rasanya sedih sekali, seharusnya bahagia, ada apa yang sebenarnya terjadi pada jhon, tetapi bagaimana nanti lah yang penting sekarang aku berangkat dulu ke Jakarta, Lagi-lagi Sinta bergumam. "


kemudian Sebelum berangkat ke Jakarta, Sinta ibu dan bapaknya sarapan bersama, mereka menikmati nya, walaupun sederhana dan apa adanya.


didalam lubuk hatinya mereka yang paling dalam ada kesedihan , Sinta merasa sedih karena akan jauh lagi sama ibu dan bapaknya, begitu pun sebaliknya, ibu bapaknya juga sangat sedih karena mereka akan berjauhan lagi dengan putri kesayangan nya.


.


.


.


Mohon dukungannya kakak- kakak semuanya, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar nya, agar makin semangat up lagi.


Mohon maaf masih banyak kekurangan nya, harap di mak'lumi karena masih tahap belajar.


Tinggalkan kritik dan sarannya ya di komentar


***** TERIMA KASIH 🙏🙏🙏 *****

__ADS_1


__ADS_2