
Hari demi hari telah di lalui bersama, dan kini bulan demi bulan telah terlewati, bahkan kini tahun pun terus berganti, dan usia Sinta pun sudah cukup untuk menikah, karena waktu demi waktu terus di lalui oleh sepasang kekasih yang berbeda keyakinan itu, namun mereka berdua belum juga menemukan titik terang tentang hubungan nya ini apa lagi sampai membahas soal pernikahan.
Sampai kapan harus seperti ini, pokoknya tidak ada jalan lain kecuali segera melamar Sinta, apa pun yang terjadi nanti aku harus siap dan itu sudah menjadi resiko dalam suatu hubungan, Gumam Jhon seorang diri.
Jhon sangat ingin membicarakan hal ini sebelumnya dengan Sinta, sepertinya harus berbicara empat mata terlebih dahulu sebelum menemui kedua orang tuanya Sinta.
Mengetik...
"Hai sayang hari ini kan hari minggu, kita ketemuan yuk bisa kan, seperti biasa saja lah biar aku yang jemput ya di kost-kostan kamu. "
Terkirim ceklis dua.
"Iya sayang bisa ko, sambil kamu jalan menuju kesini, aku siap-siap dulu ya, biar nanti kamu tidak kelamaan menunggu, jika sudah siap kan enak bisa langsung OTW. " balasan Sinta di chatnya.
"Oke baik lah, aku Otw ya. "
"Siap aku tunggu , Hati-hati di jalan ya sayang. "
"Oke Otw nih. "
Kemudian Sinta bersiap dia membersihkan seluruh tubuhnya agar terasa segar, dan dia pun berpakaian sangat rapi dan cantik bagaikan bidadari.
Kemudian Jhon tiba dan terkagum-kagum ketika melihat Sinta yang sangat cantik berbeda dari biasanya
"Hai Sayang, kamu kenapa ko melihatku sampe tidak berkedip begitu. "ujar Sinta karena melihat Jhon yang terus menohok ke arahnya, Iya bagaimana tidak secara gitu Sinta itu cantik banget dan mulus.
"Maaf, habis kamu itu cantik banget sayang. "
"Masa sih, biasa aja kali tidak ada yang berubah. "
"Tetapi benar sayang, kamu itu sangat cantik, dan manis. "
"Memang nya gula manis. "
"Beda lah, kalau gula itu bisa di beli sama semua orang, sedangkan kamu hanya untuku. "
"Masa sih, kamu yakin bisa memiliki ku seutuhnya. "
"Ko begitu sih ngomong nya, memang nya mengapa aku tidak bisa memiliki mu seutuhnya, apakah ada orang lain yang kamu cintai selain aku. "
"Tidak ada, cuman ada kamu di dalam hatiku seorang. "
Maaf ya Jhon, tidak ada maksud sedikitpun akan menduakan cintamu, tetapi entah mengapa akhir-akhir ini perasaan itu sangat lah berbeda, berpacaran dengan mu sepertinya tidak ada yang berubah tetap begini dan begini, kamu itu sepertinya tidak serius dengan hubungan kita ini. gumam bathinnya Sinta.
"Sayang ko kamu malah bengong sih, jangan-jangan benar ya, kalau di hati kamu itu sudah ada yang lain. " ujar Jhon yang langsung membuyarkan lamunan Sinta dengan seketika.
"Tidak ada sayang, sungguh aku cuman bercanda saja ko tadi. "
__ADS_1
"Begini saja, kita pergi ke taman yuk, kita bicarakan soal ini dengan tenang, agar hati dan pikiran kita dingin, jangan sampai ketika kita membicarakan hal yang penting tetapi dalam keadaan emosi. "
"Oke baiklah ayo kita jalan. "
Jhon seketika langsung membukakan pintu mobil miliknya, dan Sinta akhirnya masuk ke dalam mobil yang akan di kendarain oleh Jhon.
Namun di dalam mobil itu hening , tanpa ada suara sedikitpun ataupun cuman sekedar menyapa dan bertanya yang lain, iya memang Jhon dan Sinta kini terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
Dan akhirnya mereka sampai di taman yang mereka tuju, karena memang tidak terlalu jauh dari kost-kostan Sinta, sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama di perjalanan nya.
Jhon berniat akan berbicara serius kepada Sinta saat ini juga, karena jujur Jhon sangat takut akan kehilangan dirinya.
"Sayang aku mau berbicara Serius, sungguh ini penting banget tentang masa depan kita loh.''
" Oke baiklah, katakan saja yang sejujurnya, agar tidak ada lagi yang mengganjal di hati kamu. "
"Iya baiklah, tetapi kamu jangan marah ya. "
"Mengapa harus marah, justru aku akan lebih tenang jika di antara kita itu saling terbuka dan jujur, Memang nya mau bicara apa sih, cepetan dong, penasaran nih. " ujar Sinta dengan tergesa-gesa.
"Begini sayang, kita ini kan sudah kenal lama, masa mau seperti ini terus, aku ingin kita segera tunangan dan menikah. "
Deghhhhh... detak jantung Sinta langsung saja bergetar tidak karuan, dag dig dug jadinya seakan -akan berasa seakan-akan tidak bisa bernapas lagi, saking terkejutnya dan aneh mengapa Jhon tiba-tiba saja berbicara seperti itu, perasaan Sinta tidak ada angin tidak ada hujan namun badai menghadang.
"Tuh kan jadi diam begitu, dari tadi minta buru-buru, giliran sudah di katakan malah terdiam begitu saja, jawab dong, aku harus bagaimana dan tolong bantu aku agar dapat solusinya harus bagaimana, jangan bikin aku tambah bingung."
"Tetapi harus dari mana aku mulai nya, aku sangat bingung juga dengan semua ini. "
"Masalah nya bukan di lamaran sayang, tetapi di kedua orang tuaku. "
"Mengapa? apa mereka tidak akan menyetujui hubungan kita. "
"Mmmm masalah nya bukan itu sayang, tetapi Maaf ya sebelumnya, Maaf banget tidak ada niat untuk membuat hati dan perasaan kamu terluka tetapi memang ini kenyataan nya penghalang hubungan kita, ibu dan bapak pasti tidak akan menyetujui hubungan ini selama kita masih berbeda keyakinan, karena bapak dan ibuku meminta agar aku mempunyai pendamping hidup yang seiman. "
"Begitu ya. " Sahut Jhon dan seketika membuat dirinya lemas tak berdaya, lalu harus berbuat apa jika seperti itu, bingung sungguh bingung di buatnya.
"Iya sayang, itu pesan kedua orang tua ku, Maaf ya.
" Iya tidak apa-apa, aku juga mengerti pasti apa yang di inginkan mereka itu yang terbaik untuk anaknya. "
"Iya." sahut Sinta dengan sangat pelan sambil menganggukan sedikit kepalanya.
"Tetapi sayang, apa kita tidak mencoba dahulu datang dan temui mereka lalu membicarakan tentang hal ini di hadapan nya. "
"Maaf Jhon, tetapi aku tidak ingin kehilangan ibu. "
"Maksud kamu apa, ko bicara seperti itu, kita kan tidak akan berbuat yang aneh-aneh malahan kita akan jujur dan berbicara apa adanya tanpa harus menyembunyikan hubungan kita lagi. "
__ADS_1
"Bukan itu maksudnya, memang niat baik kamu itu sudah bagus, tetapi ibu ku, pasti sock bila mendengar tentang hubungan ku dengan orang yang berbeda keyakinan, dan aku tidak mau terjadi sesuatu pada ibu, karena dia memiki penyakit Jantung, pasti jika dia terkejut akan patal akibatnya, aku tidak ingin itu terjadi dan tidak sanggup aku membayangkan ini semua. "
"Lalu aku harus bagaimana, dan sampai kapan kita akan begini terus. "
"Entah lah, semuanya ada di dalam diri kamu, dan kamu yang punya jawaban ini semua. "
kemudian Jhon langsung terdiam tanpa bertanya atau mencari alasan lain, karena baginya percuma dia mencari alasan tetap tidak akan masuk karena sudah mendengar alasan Sinta tentang kedua orang tuanya, yang tidak akan menyetujui hubungan nya ini sampai kapan pun.
"Lalu aku harus bagaimana sayang, tidak mungkin aku membiarkan kamu pergi begitu saja, dan aku tidak bisa melepaskan mu, karena cinta ku kepada mu sungguh besar dan sudah sayang banget, kamu masih ingat kan, kalau aku itu baru pertama kali nya jatuh Cinta dan itu kepada mu, sedangkan jika harus berpisah, sungguh aku tidak sanggup. "
"Iya sayang, aku juga sama, kamu itu cinta pertama ku, tetapi aku pernah berguyon sama ibuku tentang hubungan ini, malah aku pertama mencontohkan melalui orang lain, tetap saja ibu ku tidak setuju, malah dia semakin marah, dan jika dia tahu, itu terjadi sama kita dan ibu mengetahui soal ini, entah apa lagi yang akan terjadi, sungguh tidak akan sanggup. "
Jhon semakin terdiam mendengar itu, dan tanpa bicara lagi, namun Sinta sudah siap dari jauh-jauh hari, Jhon pasti Bingung, dan dirinya pun sempat akan mundur dari hubungan ini , namun Jhon yang selalu menyemangati nya kembali, Sinta awalnya memang sangat mencintai Jhon, namun dengan berjalan waktu, ketika dia tahu bahwa dirinya dengan Jhon itu berbeda keyakinan, cinta dia sudah sedikit memudar, bukan tanpa alasan, tetapi karena dia sangat menyayangi kedua orang tuanya dan ibunya itu selalu berpesan kepadanya, jika menemukan laki-laki tidak usah tampan ataupun mapan yang penting se iman.
Dan masih ada lagi, Sinta sangat ingin menjauh dari Jhon saat tahu ketika Jhon mengalami kecelakaan, lalu dirinya di suruh istirahat dan pulang ke rumahnya, di situ Sinta merasa tidak pantas jika suatu saat harus bersanding dengan Jhon, sedangkan kehidupan nya itu tidak sebanding, dan Sinta ingin sekali membahas itu dari dulu, namun Jhon yang selalu saja memberi perhatian lain agar tidak membicarakan hal yang serius dulu, namun pada akhirnya masalah ini terjadi juga, walaupun masih ada jalan, tetap saja mereka belum ada yang mengalah mencari solusinya, jika untuk Sinta seperti nya tidak mungkin, tetapi entah lah jika dari Jhon, namun dia juga sama punya orang Tua yang harus di hormati dan di hargai.
Karena Jhon terdiam dan termenung tanpa kata lagi, akhirnya Sinta memutuskan akan pulang dari taman menuju kost-kostannya itu menggunakan Grab car saja dan akan meninggalkan Jhon di taman, mungkin baginya percuma dia bersama, tetapi tidak berbicara lagi setelah mengatakan itu, tetapi Sinta kan harus pulang apa lagi mengingat ini semakin sore dan pasti akan semakin gelap.
"Sayang Maafkan aku ya, jika Kata-kata itu membuat hati kamu terluka, dan membuat kamu menjadi bingung di antara dua pilihan, Iya dua pilihan, jika dia masih ingin di dekat orang tuanya, pasti dia harus meninggalkan Sinta, dan jika dirinya mengubah keyakinan, pasti dia bisa mendapatkan Sinta, namun masalahnya tidak semudah membalikan telapak tangan, peroses demi peroses yang sangat lama dan itu pun belum pasti dari persetujuan keluarganya, mengijinkan atau tidak nya itu belum tahu.
"Tidak apa-apa sayang, justru dengan kita membicarakan soal ini, berarti kita sudah tahu, kita harus mencari jalan keluar dan solusinya tentang ini. "
"Sekali lagi minta Maaf ya, mungkin kamu akan menyesal karena telah mencintai aku terlalu jauh"
"Tidak apa-apa, justru aku dekat dengan mu mendapatkan banyak pelajaran yang sangat berharga, banyak hal yang aku temukan tentang hidup ini, ternyata bukan materi saja yang kita butuhkan, tetapi kebersamaan yang sama yang terpenting dalam hidup ini. "
"Ya sudah lebih baik kamu pikirkan soal ini nanti saja ya, karena sekarang sudah sore dan sudah semakin gelap, aku lebih baik pulang ya. "
"Ko aku sih, maksudnya apa, kenapa kamu tidak berkata kita. "
"Iya kita, tetapi yang mau pulang terlebih dahulu kan aku, karena akan memesan Grab car untuk mengantarkan aku pulang. "
"Tidak sayang, itu tidak boleh, tadi kamu kesini aku yang jemput dan sekarang kamu pulang pun harus aku yang mengantarkan. "
"Tetapi Jhon, kamu yakin masih mau mengantarkan aku pulang. "
"Apa sih, yakin lah, tentang masalah tadi sudah lah kita lupakan saja dulu sejenak, sekarang Focus saja, ayo aku antarkan, dan jangan berpersangka yang aneh-aneh, pokoknya aku sayang sama kamu, dan aku akan berusaha semaximal mungkin, nah jika masih belum berhasil kamu boleh mundur, tetapi aku akan berusaha dulu sebisa mungkin. "
"Oke baiklah, aku tunggu niat baik kamu ini ya, dan aku akan pegang janji kamu ini. "
"Baik lah. yuk kita pulang. " ujar Jhon sambil membukakan pintu mobil miliknya untuk Sinta, dan Jhon mulai mengendarai mobilnya dengan sangat berhati-hati, karena tidak ingin kejadian waktu itu terulang kembali, biarlah masalah ini berjalan dengan sendirinya dan mungkin suatu saat akan menemukan solusinya.
.
.
.
__ADS_1
Seperti biasa, Mohon dukungannya, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentarnya, agar author yang masih belar ini, makin semangat up lagi.
Salam hangat dari CINTA BERBEDA KEYAKINAN.