
Bi Minah dan juga Sinta yang masih sibuk dengan alat tempurnya itu, tidak lama kemudian datang lah bu merry berjalan dengan sangat pelan, sehingga mereka berdua tidak mengetahui kedatangan nya.
Bu merry memperhatikan gerak gerik Sinta dengan seksama, namun dia tidak pernah berpikir bahwa ada yang memperhatikan nya dari jauh, dan tiba-tiba saja bu merry mengejutkan mereka berdua dan menghampiri nya.
"Mari sini saya bantu bi, biar cepet selesai. "ujar bu merry sambil memegangi apa yang sedang bi Minah masak.
"Tidak apa-apa bu, hampir selesai ko. "sahut bi Minah.
tetapi bu merry tidak diam begitu saja, mungkin karena bu merry sudah tidak sabar dan ingin segera makan malam, tetap saja dia mengambil dan melanjutkan masaknya bi Minah dengan cekatan, bu merry itu jika soal urusan masak dia memang sudah biasa dan berpengalaman sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama lagi, akhirnya masakannya selesai semua dan siap di sajikan.
Meja makan sudah siap dan rapi tinggal menunggu orang yang hendak makan saja.
Mengingat Jhon masih susah berjalan untuk menuruni tangga, sehingga dia di biarkan di kamarnya saja, mungkin nanti terakhir saja makannya karena harus di antar ke kamarnya.
Namun bu merry dan juga pak Tio, bi Minah dan juga Sinta begitu pun dengan bi Mumun dan bi Mimin di Minta makan bersama di meja makan tempat bu merry biasa makan bersama keluarganya.
Sinta enggan makan bersama mereka karena alasan malu dan tidak pede, namun ada bi Minah yang selalu membujuknya sehingga pada akhirnya dia pun ikut makan malam bersama.
Setelah selesai makan malam, kini giliran Jhon yang makan malam, Sinta yang mengantarkan makanan ke kamar nya.
Tok.. tok.. tok..
"Siapa? "sahut Jhon dari dalam kamarnya.
" Ini aku, membawakan makan untuk mu"
"Iya masuk lah."
Kemudian Sinta masuk dan membuka pintu kamarnya tetap terbuka karena Sinta tidak ingin pintu kamar nya itu jika harus di tutup karena sedang bersama Jhon.
__ADS_1
Jhon dari dalam kamar sudah menyambut Sinta , dengan penuh senyuman manis di bibirnya, melihat Sinta dengan tatapan tajam.
"Ayo makan, jika belum kuat biar saya suapin lagi seperti biasa."
Tetapi Jhon tetap saja tidak menghiraukan ucapan Sinta, dia tetap menatap wajah Sinta yang cantik dan mulus, dan pipinya sedikit kemerahan itu, mungkin masih ada yang menempel di kulit putihnya itu, Jhon menatap Sinta dengan sangat tajam, sehingga membuat dirinya lupa akan lukanya itu.
Namun Sinta pun tidak diam begitu saja, Sinta pun mengibaskan tangannya ke wajahnya Jhon agar Jhon berhenti menatapnya.
"Ada apa? mengapa kou mengibaskan tanganmu itu di wajahku? "
"Maaf, agar matamu itu mengedip. "
"Heheee iya ya, maaf deh mengapa kamu itu cantik banget sehingga membuatku lupa segalanya, ternyata jika kamu berpakaian seperti ini, kamu itu lebih cantik dan anggun ya. "
Sinta hanya membalas dengan senyuman saja, tanpa berkutik sedikitpun, untung saja Jhon tidak khilaf, coba kalau khilaf bagaimana jadinya, pintu sudah di buka lebar, pasti Sinta langsung lari terbirit-birit karena ketakutan.
"Belum, aku belum kuat. "sahut Jhon pura-pura lemah biar terlihat kesakitan.
"Tadi saya lihat kamu sudah bisa berdiri dengan tegap tanpa ada rasa sakit lagi."
"Itu kan tadi, sekarang sakit lagi. "
"Masa sih. " sahut Sinta sambil mengerucutkan sedikit bibir tipisnya.
Bukannya Jhon mau makan malah terus memandanginya, sehingga bi Minah pun khwatir mengapa Sinta lama banget di kamar Jhon, karena bi Minah sudah berjanji akan menemani nya setiap saat kini dia punya inisiatif sendiri tanpa Sinta minta, dia berjalan dengan sangat pelan, seperti biasa dia membawakan pakaian yang hendak di rapihkan ke dalam lomari Jhon, namun sebelumnya bi Minah melihat pintu yang terbuka lebar akhirnya dia pun sedikit lega di hatinya.
...Namun bi Minah tetap menghampiri pintu itu karena takut terjadi sesuatu, untung saja Sinta selalu bisa menjaga dirinya dengan baik tanpa terkoceh sedikitpun oleh rayuan Jhon, Sinta menyodorkan setiap makannya menggunakan sendok, Dan Jhon melahap nya dengan sangat cepat sehinga tidak membutuhkan waktu yang lama lagi akhirnya piring itu bersih tak tersisa sedikit pun makanan di piringnya....
"Alhamdulillah kamu sudah sehat, itu tandanya aku besok sudah boleh pulang dong. " ujar Sinta dengan sedikit menoleh ke wajah Jhon.
__ADS_1
"Belum, ku mohon jangan pulang dulu, karena aku masih butuh bantuan kamu. "
"Sudah lah tidak usah pura-pura terus, tadi aku melihatmu bisa berdiri dengan tegap, sekarang makan mu sudah lahap, itu tandanya sudah sehat. " ujar Sinta dengan jujur.
"Masa sih makan ku lahap? " tanya nya sambil menohok ke arah piring kosong yang bersih itu karena isi makanan nya memang beneran habis.
Sinta pun ikut melirik ke arah piring kosong itu dan mengisyaratkan bahwa benar Jhon lahap makannya.
"Maaf karena tadi aku khilaf. " ujarnya sambil melemparkan senyuman manisnya.
"Memang nya ada makan khilaf, ada-ada saja kamu ini. "
"Iya khilaf karena tidak sadar aku menelan semua makanan itu, karena terlalu manis melihat wajahmu sehingga makan pun tidak terasa masuk ke dalam mulutku. " Ujar Jhon sambil menggombali Sinta.
"Mulai nih, baru bisa kuat sedikit saja sudah pinter menggombal, tetapi besok benar ya aku hendak pulang, karena tidak enak jika aku harus berdiam diri seperti ini di sini, tolong ijinkan aku keluar dari rumah ini, dan biarkan aku bekerja kembali, lagi pula masa aku berdiam terus, aku kan niatnya dari kampung ke Jakarta itu untuk mencari uang, bukan untuk main-main seperti ini. "
Mendengar celotehan Sinta yang begitu panjang lebar, membuat dirinya iba, tidak tega jika memang Sinta beneran merasa tidak nyaman tinggal satu atap dengan nya, kemudian Jhon mencari-cari ide agar Sinta keluar dari rumah itu, namun dia tetap harus tinggal di jakarta agar mudah saat di temui.
Dan Akhirnya Jhon menemukan ide agar Sinta tetap di jakarta, dia akan mencarikan pekerjaan dari sahabat baiknya , nanti dia akan menghubungi sahabat nya itu agar Sinta dapat bekerja disana, sebenarnya Jhon juga bisa saja memberikan pekerjaan di kantor miliknya, namun merasa kasihan sama Sinta takut di olok-olokan oleh karyawan-karyawannya, karena sudah ada sekertaris yang mengetahui tentang hubungan nya dengan Sinta, makanya Jhon memilih akan meminta pekerjaan kepada sahabat nya saja.
.
.
.
Mohon dukungannya, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentarnya, agar author semangat up lagi.
Salam hangat dan cium😘 peluk🤗 dari CINTA BERBEDA KEYAKINAN.
__ADS_1