
hari ke tiga Sinta belum juga masuk bekerja, di karenakan Sinta belum pulih sepenuhnya, membuat Sinta merasa bosan, dan ingin segera masuk hari ini juga, namun Sinta belum kuat, hingga Sinta mengurungkan niatnya.
bu merry nama pemilik Restaurant akhirnya hari ini dateng juga seperti biasa, dia selalu bergantian keliling mengunjungi restaurant miliknya, walaupun Restaurant- restaurantnya itu sangat lah jauh, namun bu merry tetap saja setiap hari mengunjunginya secara bergantian.
bu merry pun memperhatikan semua karyawan-karyawannya satu per satu setiap harinya, namun semua karyawan-karyawannya sudah hadir semua, tetapi ada salah satu di antara karyawannya itu ada yang tidak terlihat dan yang tidak ada itu adalah gadis yang bernama Sinta.
lalu bu merry pun mencarinya, setelah di teliti ternyata memang benar, bahwa Sinta lah yang tidak ada di hari ini.
Akhirnya bu merry pun bertanya kepada dila, dila adalah salah satu karyawan senior di Restaurant ini.
kebetulan dila bekerja sebagai kasir di Restaurant ini, dan dia pun salah satu karyawannya yang paling lama, dila sudah beberapa tahun ikut bersama bu merry, jadi dia sudah tau betul sama dila, dila pun jujur orangnya, membuatnya di percaya sebagai kasir di Restaurant bu merry.
lalu bu merry pun bertanya pada dila.
"maaf dila ibu mau tanya, kok Sinta tidak kelihatan ya dari tadi, saya sudah mencari nya dimana-mana, tetapi dia tidak ada, kemana ya sinta, Apa dia sedang sakit atau kenapa"?.
"Oh iya bu, Sinta belum bisa masuk karena Sinta sedang sakit," sahut dila.
"Sakit, sakit apa Sinta, kok tidak ada yang memberi tahu saya kalau Sinta sedang sakit"?. ucap bu merry.
"maaf bu, Saya pikir ibu sudah mengetahui hal ini, jadi saya tidak memberi tahu ibu." ucap dila.
Bu Merry pun menganggukan kepala, tanda mengerti, lalu bu merry pun melanjutkan pertanyaannya.
"memangnya Sinta kenapa, Sakit apa dia"?.
"B-Begini bu," dila pun sedikit gugup sambil menggigit bibir bawahnya,
__ADS_1
"dua hari yang lalu Sinta keserempet mobil, sewaktu Sinta mau berangkat kerja kesini, namun belum sampai disini Sinta pun tertabrak oleh seseorang di perjalanan,sahut dila."
"lalu bagaimana keadaan Sinta saat ini, apa dia baik-baik saja, apakah Sinta sudah di bawa ke dokter?"
"Sinta Alhamdulillah baik-baik saja bu, hanya saja kakinya sedikit lecet, jadi Sinta belum bisa berjalan dengan baik, Sinta belum kuat untuk bekerja saat ini, karena Sinta masih butuh istirahat, Sinta Sudah dibawa ke dokter bu sama yang menabraknya kemarin, karena yang nabraknya juga orangnya sangat baik dan ber tanggung jawab kok bu," sahut dila, memilih tak memberi tahukan bahwa jhon lah pe nabraknya.
"Ya syukur lah kalau begitu," bu merry pun berpesan.
"jika ada apa-apa hubungi saya ya, kasih tahu saya jangan kaya sekarang ini, Sinta kecelakaan pun saya sampai tidak mengetahuinya."
"Iya bu sekali lagi saya minta maaf, karena saya khilap, inshaa Allah nanti jika ada apa-apa lagi saya akan memberi tahu ibu," sahut dila lagi.
bu merry memang sangat baik dan perhatian pada semua karyawan-karyawanya itu, sama seperti jhon, dia sopan dan ramah.
bu merry tidak sadar kalau yang nabrak Sinta itu adalah anaknya sendiri yaitu jhon, mungkin bu merry belum di kasih tahu ya sama pak jhon soal masalah ini, masa iya sih pak jhon menabrak orang tidak ngasih tahu mamahnya, kenapa ya ko bisa seperti itu, batin Dila.
"Oh iya, saya lupa, kan pak jhon belum tahu kalau Sinta adalah salah satu karyawan mamahnya disini, haduuh gimna ini," gerutu dila dalam hati.
Meski ia tidak terlalu dekat dengan karyawan nya yang bernama Sinta itu, namun rasa kepedulian nya terhadap karyawan nya begitu besar.
namun bu merry belum sadar, kalau jhon sudah cerita bahwa jhon telah menabrak seseorang, jhon memang tidak bilang gadis yang dia tabrak itu bernama Sinta, jadi wajar saja kalau sampai saat ini mamahnya itu belum mengetahuinya.
dan kini bu merry hari ini ada urusan yang lebih penting, mungkin besok pagi saja, sebelum saya mengunjungi Restaurant yang lain atau lusa saja saya kesananya, begitu batin bu merry dalam hati.
walaupun bu merry kaya raya, tetapi dia tidak betah di rumah, setiap hari dia selalu saja bepergian mengunjungi semua Restaurant-restaurant miliknya, dengan cara bergantian, kadang kesini ataupun Restaurant tempat lainnya.
Restaurant bu merry itu sangat lah Ramai pengunjung, jadi kalau siang-siang begini mana sempat dia bepergian, Walaupun bu merry pemilik Restaurat ini tetap saja dia sibuk ikut membantu melayani pengunjungnya, karena bu merry sangat lah rajin dan gigih.
__ADS_1
jhon pun hari ini sangat lah sibuk, jadi hari ini jhon tidak sempat menjenguk Sinta, karena jhon hari ini ada meeting yang sangat penting yang tidak bisa dia cancel.
sebenarnya jhon hari ini sangat ingin menjenguk Sinta, namun tidak lah bisa, karena jhon sudah punya janji dengan kliennya.
walaupun jhon sangat khwatir dan memikirkan ke adaan Sinta, akan tetapi jhon tak punya pilihan, "mungkin besok saja saya akan menjenguknya kalau saya tidak begitu sibuk seperti hari kemarin."
jhon pun merasa lupa kemarin dia tidak meminta nomer ponselnya Sinta, ya walaupun Sinta sudah di kasih kartu nomer ponsel jhon, tapi Sinta mana berani menelpon terlebih dahulu, dia kan ingat sama pesannya jhon, jika ada apa-apa atau butuh sesuatu kabarin jhon.
karena saat ini kan Sinta baik-baik saja belum butuh bantuan jhon.
Sinta memang sangat ingin menelpon jhon, namun Sinta bingung.
"untuk apa aku menghubungi pak jhon, kan tidak ada keperluan penting, sedangkan kan pak jhon berkata hubungi saya jika ada kepentingan.
Sinta pun hari ini merasa gelisah, dia pun bertanya-tanya, mengapa pak jhon hari ini tidak kesini lagi, begitu gerutu Sinta dalam hati.
Sinta memang sangat ingin bertemu jhon bukan karena dia ingin di jenguknya namun dia sangat mengagumi sosok jhon yang tampan itu.
tetapi Sinta tidak bisa berbuat apa-apa, Sinta pun kesepian karena dia hanya seorang diri lagi hari ini, karena hari ini pun tidak ada yang off juga, jadi Sinta hanya sendirian di kost-kostannya.
karena Sinta hanya seorang diri jadi kemana saja pikirannya itu kemana-mana, dia mengingat kejadian dua hari yang lalu, mengingat saat pertama kali melihat wajah tampan jhon yang sampai saat ini masih terbayang-bayang dalam pikirannya, dia juga lagi-lagi membayangkan sosok jhon yang baik dan tampan.
entah apa yang di rasakan Sinta saat ini, entah ini hanya sebatas mengagumi atau dia sedang jatuh cinta.
akan tetapi Sinta saat ini tidak lah berharap jhon jadi kekasih nya atau apa lah, saat ini mungkin Sinta hanya mengagumi saja, karena Sinta pun sadar bahwa tidak mungkin seorang jhon laki-laki baik tampan dan kaya raya itu suka pada gadis desa dan hanya seorang karyawan di sebuah Restaurant.
namun jika memang saling suka saling menyayangi pasti cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya, dan tidak memandang siapapun mereka, ataupun berbeda keyakinan.
__ADS_1
.
.