
Kemudian bi Minah tidak berdiam setelah melihat kejadian itu, dia langsung saja mengambil benda pipih miliknya, dan mencari nomor ponsel Sinta, lalu setelah menemukan nomor Sinta dia mengetik pesan.
"Assalamu'alaikum, apa kabar neng?. "
"Sebelumya bibi minta Maaf, Tidak bermaksud untuk ikut campur ataupun merusak hubungan Neng Sinta Dengan tuan muda, tetapi demi kebaikan Neng juga, bibi hanya meng'informasikan karena bibi sayang sama neng Sinta, ternyata dari keluarga Ibu menentang Tuan Muda biar tidak bisa bersatu. "
Terkirim.
Cling....Cling...suara benda pipih milik Sinta dan kebetulan dia pun belum tidur karena masih memikirkan hal tadi, dan kemudian dia membuka pesan singkat itu.
Mmmm bibi, ada apa dia chat aku malam-malam seperti ini, apa jangan-jangan ada kabar tidak baik nih tentang Jhon dan juga keluarganya, apa dia sudah menceritakan ini ke bu Merry atau... sudah lah aku harus balas dulu Chat dari bi Minah.
Balasan untuk pesan yang pertama.
"Waalaikum salaam bi, Alhamdulillah kabar saya baik ,lalu bagaimana kabar bibi sebaliknya? "
"Apa itu benar bi, mereka tidak merestui hubungan ini, kalau begitu saya dan Jhon sama-sama tidak mendapatkan restu dari kedua orang tua dong. " Sahutnya Sinta dan tidak terasa di kelopak matanya itu sudah ada yang menggenang cairan beningnya.
"Iya neng, bahkan ibu sekarang sedang di bawa ke rumah sakit karena pinsan, dan itu karena tuan muda menceritakan tentang hubungannya dengan Neng, dan tuan muda sudah memilih ingin hidup dengan neng Sinta namun bu merry menentangnya. "
"Kalau begitu, berarti mereka tidak akan pernah merestui hubungan ini sampai kapan pun, begitu juga dengan keluarga saya bi, mereka tidak akan pernah merestui hubungan ini, karena ibu selalu mengingatkan harus mencari laki-laki yang se iman dan lebih baik, karena katanya bukan materi atau pun jabatan yang mereka inginkan tetapi masa depan yang akan datang, dan bukan hanya duniawi saja tetapi di akhirat juga kita harus mempertanggung jawabkan apa yang telah kita perbuat selama di dunia. "
"Iya neng Sinta, yang sabar ya, bibi paham betul bagaimana kasih sayang seorang ibu pasti mereka menginginkan yang terbaik untuk anaknya, walaupun neng Sinta dan juga Tuan Muda saling mencintai tetapi jika orang tua tidak merestui karena berbeda keyakinan, dan jika memaksakan pasti tidak akan tenang sampai kapan pun, neng lebih baik pikirkan soal ini matang-matang, sebelum mengambil keputusan yang lebih jauh lagi, Maaf kan bibi karena bibi sudah memberi informasi yang menyakitkan ini. "
"Iya bi, saya akan berusaha dan akan menerima akibatnya, karena memang dari jauh-jauh hari saya sudah memikirkan tentang hal ini, dan saya akan menerima sekonswensinya jika berhubungan dengan orang yang berbeda keyakinan, pasti banyak rintangan yang harus di lalui, mungkin sekarang sudah terjadi, Terima kasih bibi atas informasinya. "
"Iya sama-sama neng, mohon Maafkan bibi ya, karena bibi Sudah memberi informasi yang kurang baik, buat hati neng, namun bibi lakuin ini semua, karena bibi sayang banget sama neng, bibi tidak ingin melihat neng terluka lebih dalam lagi, dan tidak ingin melihat neng lebih sedih dan terlalu dalam mencintai tuan muda. "
"Iya bibi, justru saya yang harus berterima kasih, karena bibi sudah memberikan informasi yang sangat penting ini, tidak apa-apa bi, saya sadar diri, karena memang sudah tahu sejak lama, namun belum menemukan waktu yang tepat untuk membicarakan soal ini, mungkin sekarang ini lah waktunya, sekali lagi saya ucapkan Terima kasih kepada bibi. "
__ADS_1
Kemudian Sinta termenung seorang diri dan bergumam di dalam bathinnya sambil menangis.
Maafkan aku Jhon, jika orang tuamu sama-sama tidak akan merestui hubungan ini, berarti sudah di pastikan bahwa kita tidak akan bisa bersatu, karena kedua orang tua kita sama-sama menentang hubungan ini, mungkin setelah kejadian ini kita harus lebih teliti jika mencari pasangan dan harus tahu dari awal dari mana dia berasal, jangan asal suka ataupun karena sudah jatuh cinta, tetapi harus tahu dulu semuanya, Terima kasih Jhon dengan terjadinya ini, justru ini akan lebih baik lagi dan akan menjadikan kita pelajaran, ternyata tidak mudah jika harus menjalalin hubungan dengan orang yang tak se iman. Gumam bathinnya Sinta sambil menangis tersedu-sedu.
*****
Bu merry kini tiba di Rumah sakit dan sudah di tangani oleh dokter, dan keadaan nya masih belum sadarkan diri.
"Maafkan Jhon mah, tidak ada niat sedikitpun untuk membuat mamah seperti ini, Jhon kan hanya menceritakan permintaan mamah, awalnya Jhon tidak ingin bercerita, tetapi kan mamah yang terus memaksa dan supaya menceritakan masalahnya, tetapi mengapa mamah menjadi pinsan seperti ini. "
"Sudah lah Jhon, lebih baik sekarang kamu focus dulu sama kesehatan mamah, kamu tahu kan bagaimana kasih sayang dia kepadamu, masa kamu tega akan menyakiti hatinya dia. " ujar pak Tio menasehati Jhon.
"Tetapi pah, Jhon sangat mencintai Sinta, Jhon tidak bisa hidup tanpa Dia, pokonya sudah sayang banget sama Sinta. " Sahut Jhon sambil meneteskan air matanya, karena Sudah tidak dapat terbendung lagi menahannya, karena jika memilih ini sakit dan memilih itu pasti di salahkan, kini hati Jhon sedang tidak karuan mungkin jika terlihat hatinya itu hancur berkeping-keping.
"Tetapi Jhon lihatlah keadaan mamah mu sekarang, apa kamu tega akan meninggalkan mamah mu dalam keadaan seperti ini, dan jika dia sudah sehat pun kamu harus tetap menjaga kesehatan mamah mu ini. "
Setelah mendengar kata-kata yang keluar dari mulut papahnya itu, Jhon samakin sedih dan bingung di buatnya, Jhon kini hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa, karena walau pun Jhon mengambil keputusan atas pilihan hatinya tetap dia salah, dan akan kehilangan orang tuanya.
"Dok bagaimana keadaan mamah saya? "
"Keadaannya masih baik, namun sepertinya dia tidak boleh sock ataupun memikirkan hal yang berlebihan, karena sepertinya kondisi bu merry itu sangat lemah, dan bisa saja jika terjadi Sock lagi dia bisa kena penyakit jantung. "
"Apa dok, apa dokter tidak salah bicara, coba dokter periksa sekali lagi, siapa tahu ada yang salah. "ujar Jhon sambil terkejut karena mendengar penjelasan dari dokter tentang kesehatan mamahnya.
"Maaf Pak, sepertinya itu benar karena saya sudah memeriksanya dengan sangat teliti, kalau begitu saya permisi dulu ya, karena sudah di tunggu pasien yang lain. "
"Iya dokter Terima kasih. " Sahutnya Jhon dengan nada yang semakin lemas.
"Kamu sudah mendengar sendiri kan Jhon apa yang di katakan dokter, apa kamu masih tega akan melakukan hal yang tidak mamah mu setujui, dan nanti dia akan Sock lagi, dan tidak tahu jika itu terjadi entah masih tertolong lagi atau tidak. " Ujar pak Tio menasehati Jhon.
__ADS_1
"Tetapi pah, bagaimana dengan perasaan Jhon dan juga Sinta, apa papah tega membiyarkan kami terluka dan saling menyakiti. "
"Maafkan papah Jhon, tetapi memang kenyataan nya kan seperti ini, lagi pula itu salah kamu, mangapa kamu jatuh cinta sama Sinta tanpa mengetahui dahulu dari mana dia berasal, dan siapa dia sebenarnya. "
"Iya pah, Jhon tahu itu, makanya Jhon ingin meluruskan ini, tetapi malah ini yang terjadi, bukannya kebahagiaan yang aku dapatkan, malah penderitaan yang aku temukan. "
"Kamu harus sabar Jhon, mungkin Sinta bukan Jodoh kamu, lebih baik sekarang kamu lupakan dia, dan buka mata hati kamu untuk yang lain yang sama dengan kita, dan jika kamu perlu nanti akan Papah kenalkan , ada teman anak papah dia memiliki anak perempuan dan sudah bertemu dengan nya, dia sangat cantik, jika harus di bandingkan dengan Sinta dia juga tidak kalah cantik dan menarik ko."
"Maaf pah, sepertinya saat ini, tidak cocok jika kita harus membahas soal itu, karena Jhon masih Sangat sakit dan tidak sanggup jika harus mencari penggantinya Sinta, Jhon Sangat mencintai Sinta tidak dapat tergantikan oleh yang lain. "
"Iya Jhon maafkan papah juga, karena papah sudah ikut campur sama urusan pribadi kamu, tetapi semua ini kan demi kebaikan dan masa depan kamu juga, begitupun dengan mamah mu, pasti dia tidak ada niat sedikitpun untuk melukai hati kamu, namun pilihan kamu itu salah di mata mamah mu, Sinta memang anak yang baik dia sopan dan juga santun, namun kalian kan berbeda dan tidak mungkin bisa bersatu kecuali Sinta mau ikut dengan kita. "
"Apa pah, Sinta ikut dengan kita, maksud papah dia harus pindah keyakinan sama seperti kita, sepertinya itu tidak mungkin pah, Jhon tahu betul siapa dia, dan justru itu makanya Jhon menceritakan ini semua kepada mamah papah, karena memang Sinta tidak akan melepaskan keyakinannya itu, dan ibunya memiliki penyakit jantung, dia tidak ingin melihat ibunya sakit atau semakin parah akibat dia mengetahui perbedaan ini. "
"Ya jika kalian sama-sama seperti ini, tidak ada jalan lagi untuk bisa bersama. "
"Tetapi pah, Tidak apa-apa biar Jhon yang mengalah. "
"Maksud kamu, kamu akan seperti Sinta. "
"Iya pah. Maafkna Jhon. "
"Kamu siap-siap saja akan kehilangan mamah mu. "ujar pak Tio mengamcam Jhon.
Jhon langsung terdiam tanpa berbicara sepatah kata pun , Jhon sangat kebingungan entah apa yang dia harus lakukan jika sudah ada di posisi seperti ini, karena jika memilih Sinta dia akan kehilangan mamahnya, tetapi jika memilih mamahnya perasaan dirinya yang terluka dan akan kehilangan Sinta untuk selama-lamanya.
.
.
__ADS_1
.
Seperti biasa, mohon dukungannya, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentarnya. agar autor makin semangat up lagi.