
kemudian bi Minah terus membujuk nya agar Sinta mau tidur di kamar tamu, namun dia tetap saja enggan istirahat di sana, dan akhirnya Sinta pun tetap memilih ikut ke kamar yang di tempati bi Minah.
"Ya sudah kalau begitu neng, bibi tidak bisa memaksa jika memang takut di kamar ini seorang diri! " Ucap bi Minah sambil menutup kembali pintu kamar itu.
"Asyik Terima kasih ya bi. " Sahut Sinta sambil memeluk bi Minah dan gembira.
"Iya neng sama-sama, ayo ke belakang kita ke kamar bibi. " ajak bi Minah.
"Siap bi. " sahut Sinta dengan rasa bahagia nya karena tidak jadi tidur di kamar tamu.
kemudian Sinta terus mengikuti setiap langkah bi Minah kemana dia pergi, karena kamar bi Minah itu ada di belakang dan melewati dapur dulu tempat di mana bi Minah beraksi, hahaaa.
Apa aku tidak salah lihat, ini dapurnya mewah banget, bener-bener ya keluarga Jhon ini orang kaya raya yang serba berkecukupan dan serba ada, haduuh bener ini mah membuatku pangling berasa di alam mimpi, benar-benar mewah semuanya yang ada di dalam rumah ini. gumam bathinnya Sinta.
"Ayo neng sini. " ucap bi Minah sambil menunjukkan kamar yang dia tempati.
dengan tidak sadarnya Sinta itu baru saja sedang melamun namun lagi-lagi bi Minah itu menghancurkan lamunannya dengan keras.
__ADS_1
"Baik bi. " sahut Sinta dengan jalan yang tergesa-gesa karena sudah ketinggalan beberapa meter akibat tadi Sinta sempat melirik-lirik dulu tempat bi Minah beraksi.
"Nah ini neng kamar bibi, tempat bibi istirahat ketika lelah setelah menyelesaikan pekerjaan! " ucap bi Minah sambil menarik hendel pintu kamarnya.
Sinta pun lagi-lagi di buat shock.
ini kamar bi Minah, besar banget, kamar asisten aja sebesar ini, tadi kamar tamu besar banget nan mewah, lalu bagaimana kamar bu merry sang pemilik rumah ini, ooh iya mmmm kamar Jhon seperti apa ya? ko aku jadi penasaran begini sih, tarik napas Sinta sudah tidak usah kepo, sadar-sadar bangun dong jangan mimpi terus, ucap Bathinnya sambil mencubit pipinya sendiri.
"Ayo neng masuk, ini tempat tidur bibi, neng mau istirahat sebelah mana juga boleh ya terserah neng saja! " ucap bi Minah yang lagi-lagi membuyarkan lamuna Sinta, mak'lum Sinta masih terkejut sama keindahan rumah nya Jhon, karena dia biasa tinggal di rumah sederhana dan sekarang dia masuk ke rumah gedongan bertingkat dan berlantai marmer.
"Terima kasih bi, ooh iya beneran ini kamar bibi?" tanya Sinta karena penasaran.
"Kalau boleh tahu, bibi sudah berapa lama ikut bu merry? " tanya Sinta lagi karena Masih menyimpan rasa penasaran di benaknya.
"Sudah lama neng, dari tuan muda Jhon masih kecil, sejak itu diapun masih sekolah SD. "
"Iya berarti sudah lama sekali ya bi? " tanya Sinta lagi sambil menganggukan kepalanya.
__ADS_1
Pantas saja bibi ini sudah begitu akrab dan begitu dekat dengan keluarga Jhon, ternyata dia sudah begitu lama ikut keluarga ini, berarti bi Minah tahu banyak hal tentang Jhon. gumam bathinnya Sinta lagi, makin penasaran saja di buatnya.
"Iya neng, bisa di bilang begitu, pokoknya hampir dua puluh tahun lah. " sahut bi Minah dan lagi-lagi membuyarkan lamunannya.
Sinta pun hanya membalas dengan menganggukan kepalanya saja.
.
.
.
Mohon dukungannya ya! " Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar nya, agar makin semangat up lagi.
Mohon maaf masih banyak kekurangan nya, harap di mak'lumi, karena masih belajar.
Salam hangat dari CINTA BERBEDA KEYAKINAN.
__ADS_1
***** TERIMA KASIH 🙏🙏🙏 *****