
Setelah mendapat nasehat dari kak Alya dan waktu istirahat sudah selesai, kini bel pun sudah berbunyi bahwa tanda bekerja akan di mulai kembali.
Sebenarnya perasaan ini sudah lumayan lega, dan sedikit berkurang kesedihan yang ada di dalam lubuk hatiku, mungkin karena sudah bercerita kepada kak Alya dan berkat dia juga yang telah menasehati ku dengan sangat baik.
Kemudian aku dan juga kak Alya memasuki Ruang kerja , ya itu kantor milik pak Rian, dan ternyata di belakang ku ada seseorang seperti mengikuti di setiap langkahku dan juga kak Alya, terdengar jelas dari bunyi sepatunya trap..trap... trap.. suara setiap langkahnya, aku pikir itu sesama karyawan, ternyata ketika kita berbelok ke sebelah kiri itu adalah pak Rian, berarti memang betul suara tadi adalah bunyi sepatunya pak Rian.
Dia menatap tajam ke wajahku dan melemparkan sedikit senyuman, mungkin dia melihat bahwa aku habis menangis dan mataku memang sedikit sembab.
Aku tahu bahwa dia menyimpan banyak pertanyaan di dalam lubuk hatinya, tetapi saat ini dia sepertinya enggan menanyakan itu semua, mungkin karena merasa tidak enak hati sama yang lainnya, walaupun dirinya Big bos dia tidak semena-mena karena dia selalu jaga image.
Kita melakukan pekerjaan lagi dan harus focus, ya walaupun tidak terlalu lama jika jam siang, tetapi rasanya sudah lama sekali mungkin karena hatiku sedang tidak baik-baik saja, Namun dengan berjalannya waktu kini bel pulang pun sudah berbunyi kembali, dan bukannya aku langsung pulang seperti biasanya, tetapi aku masih melanjutkan obrolan dengan kak Alya.
"Aku bingung harus bagai mana lagi kak,
di posisi aku itu sangat sulit , aku juga mengkwatirkan kesehatan ibu,
air mata ini rasanya sudah mengering."Ujarnya Sinta mulai berbicara lagi.
"Yang sabar Sinta mungkin dari kejadian ini ada hikmah nya dan apa yang menjadi keputusan orang tua kamu itu mungkin yang terbaik untuk masa depan kamu, karena tidak mungkin ada orang tua yang menjerumuskan anaknya ke jalan yang salah, kamu harus ingat itu ya! " Sahut kak Alya sahabat baik ku menasehati lagi.
" Iya tetapi aku sudah terlanjur cinta sama Jhon, tanpa memikirkan akibat yang akan terjadi di kemudian hari, Karena aku pikir hubungan kita ini akan mulus-mulus saja, tidak akan serumit ini, tetapi nyatanya tidak, sekarang malah semakin sulit, bahkan susah untuk di lanjutkan jika tidak ada yang mengalah. "
" Iya Aku juga paham dan mengerti akan perasaan kamu saat ini, tetapi sudah dong jangan menangis terus nanti mata kamu semakin sembab. "
"Iya sih kak, tetapi aku harus bagaimana lagi, karena dengan cara menangis satu-satunya yang aku bisa lakukan saat ini, dan mengurangi kesedihan yang ada pada lubuk hatiku yang paling dalam, dengan menangis maka akan sedikit lega. "
"Yang sabar Sin, mungkin ini semua awal perjalanan hidup yang lebih baik, harus ingat di setiap masalah pasti ada jalan keluar dan juga ada hikmahnya. "
"kenapa ya ini semua harus terjadi kepada ku,
__ADS_1
andai saja dia seiman dengan aku pasti masalah nya tidak akan serumit ini. "
Sinta terlihat murung walaupun kak Alya sudah berusaha menghiburnya, walaupun kini Sinta sudah mencoba untuk tersenyum tetapi kesedihan di wajah Sinta tidak dapat di sembunyikan lagi, karena sudah terlihat jelas bahwa dia sedang dalam masalah besar tentang hati dan perasaan nya dengan seseorang yang dia cintainya.
" kak Aku mau ke Toilet dulu ya, kakak tunggu disini jangan kemana-mana. "
"Baiklah tetapi jangan lama-lama ya. "
"Iya kak, tidak ko, cuman mau mencuci muka saja. "
Kemudian Sinta ke belakang lalu membasuh wajah nya dengan kasar mungkin agar tidak terlihat banget sembab dan memerahnya karena bekas menangisnya itu.
Kasihan sekali nasib Sinta, mengapa dia harus mencintai laki-laki yang berbeda keyakinan, kan susah untuk bersatu, tetapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa, tidak bisa membantu dia, hanya bisa menasehati dan juga sedikit menghiburnya, Mudah-mudahan kesedihannya ini cepat berlalu, kasihan jika dia harus berlarut-larut terus di dalam masalah ini, masa depannya masih panjang. Gumam Alya dengan pelan.
Kemudian Sinta kembali dengan wajah berseri-seri karena wajahnya sudah di basuh dengan sangat bersih, maka kini terlihat bersinar lagi wajahnya itu.
"Kak sudah nih. " ujarnya Sinta dengan sedikit tersenyum dan membuyarkan lamunan Alya.
"Iya kak, aku akan berusaha melupakan masalah ini, walaupun sangat berat hati. "
"Iya yang sabar ya. "
"Iya kak, Terima kasih, karena berkat kakak perasaan sedih ini sudah mulai berkurang. "
"Syukur lah, kalau begitu sudah sepi nih kita pulang ya, Ingat hati-hati di jalan, harus focus tidak boleh melamun terus. "
"Oke, siap kak. " sahut Sinta dengan wajah sedikit bersinar mungkin masalah nya sudah sedikit berkurang karena sudah banyak curhat sama kak Alya.
Kemudian mereka berdua berpisah karena memang jalan pulang nya itu berbeda, mereka berpamitan dan di akhiri dengan pelukan.
__ADS_1
Di saat kak Alya sudah tidak terlihat dan kantor sudah sepi, dan kini Sinta pun akan melangkah kan kedua kakinya karena hendak pulang, Namun kini ada suara yang memanggil nama Sinta dari belakang dirinya.
"Hai Sin, kamu mau kemana? "
"Eh ada bapak, mau pulang pak. "
"Biar saya yang mengantar ya. "
"Terima kasih pak, tetapi lebih baik tidak usah saya bisa pulang sendiri, nanti malah merepotkan bapak. "
"Tidak repot ko, kan tadi pagi saya yang mengajak kamu pulang bersama, sekali ini saja saya mohon jangan menolak. "
"Baik pak hanya sekali ini saja ya? "
"Iya, Ayo masuk. " ujar Rian sambil membuka pintu mobilnya.
Dan setelah Sinta masuk kini pak Rian mulai mengendarai mobilnya dengan sangat pelan, di dalam mobil itu hening karena percakapan mereka belum di mulai, tetapi Pak Rian mencoba mulai percakapan itu dengan bertanya? "
"Mau langsung pulang apa kita jalan-jalan dulu nih? "
"Lebih baik saya Pulang saja pak. "
"Lah, masa langsung pulang sih tidak seru ah, saya mau mengajak kamu jalan-jalan dulu boleh. "
Sinta sangat kebingungan, mengapa pak Rian ini malah mengajak dirinya berjalan-jalan tadi pagi katanya ingin mengantarnya pulang, tetapi ya sudah lah, bisa berbuat apa sih aku, lagi pula di kost-kostan juga sendiri nanti malah semakin memikirkan Jhon lagi dan akan semakin sedih lagi jika terus mengingat kan dia, tidak sanggup rasanya jika harus berpisah dengan Jhon karena Sudah sangat mencintainya, tetapi apa lah daya jika keadaan nya seperti ini, tanpa mendapatkan Restu dari kedua belah pihak, jika di lanjutkan juga percuma tidak akan tenang, menunggu mereka setuju saja kan masih ada waktu satu bulan lagi, mungkin nanti Jhon akan menemukan jalan yang terbaik, karena di setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
.
.
__ADS_1
.
Tidak ada bosan-bosannya, untuk mohon dukungannya, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentarnya, agar makin semangat up lagi ❤❤❤