Cinta Berbeda Keyakinan

Cinta Berbeda Keyakinan
Mengagumi


__ADS_3

Malam ini, malam pertama Sinta tidur di rumah bu merry, karena dia sebelumnya sudah dua hari dua malam tidak cukup tidur, kini diapun tertidur dengan lelap tanpa terbangun sedikit pun.


Sampai tidak terasa bahwa jam pun terus berputar, menit demi detik pun mengikutinya, dan kini jam pun sudah menunjukan pukul 04:00 pagi.


Begitupun dengan bi Minah, dia pun sangat terkejut ketika melihat jam sudah menunjukan ke angka 4 pagi, mereka bangun bersamaan di waktu itu.


"Eh eneg sudah bangun ya? " Tanya bi minah dengan sedikit terkejut.


"Iya bi, baru saja terbangun, sampai tidak sadar kalau ini sudah pagi! " sahut Sinta.


"" Iya neng, mungkin kemarin kita kurang tidur dan kelelahan, makanya sekarang Alhamdulillah kita bisa tidur nyenyak "


"Iya bi, Saya juga nyenyak, sampai tidak sadar, bahwa ini sudah pagi. "


"Ya sudah kalau begitu neng lanjutin lagi tidurnya, ini kan belum terdengar suara adzan subuh. "


"Tidak bi, badan saya sudah segar ko, mungkin karena sudah tidur cukup. "


"Tidak apa-apa neng, lanjutin saja lagi, nanti jika sudah adzan subuh pasti bibi bangunkan. "


"Tidak apa-apa bi, sudah cukup ko. "


"Ya sudah neng istirahat di kamar ya, bibi mau ke dapur dulu, sambil menunggu adzan subuh."


"Saya ikut ya bi. "


"Tidak usah, neng di kamar saja istirahat."


"Bosan bi, masa di kamar mulu. "

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, ayoo tetapi neng duduk saja ya, tidak boleh ikut bantuin bibi, nanti neng Sinta sakit kalau kecapean."


Sinta pun hanya menganggukan sedikit kepalanya saja.


Dia mengikuti setiap langkah bi Minah menuju dapur, pagi ini bi Minah akan memasak lumayan banyak karena untuk di bawa ke rumah sakit, untuk bekal dirinya dan juga Sinta, begitu pun dengan bu merry dan pak Tio untuk mereka sarapan.


"Ooh iya neng hari ini sepertinya kita akan ke rumah sakit lagi. " ujar bi Minah.


"Iya bi, tidak apa-apa, kita kesana saja! " sahut Sinta dengan semuringah.


" Iya neng, karena ibu sama bapak pasti mau pulang dan beristirahat makannya kita yang berganti menginap di sana. "


"Iya bi, Mudah-mudahan saja pak Jhon hari ini kedaan nya sudah lebih baik dari kemarin."


"Iya neng, Aamiin, ya mudah-mudahan saja, soalnya bibi juga repot jika harus bulak balik ke rumah sakit. "


"Sudah pastinya ya! " karena bibi juga harus bekerja di sini dan harus bulak balik juga ke rumah sakit, kasihan bibi. "


"Mmmm iya juga ya bi, ya kita sama-sama berdo'a saja, biar pak Jhon cepat sembuh dan cepat kembali lagi ke rumah ini. "


Di sela-sela obrolan mereka , terdengar lah suara adzan subuh berkumandang dengan sangat jelas dan saling bersahutan di setiap masjid-masjid yang ada di sekitar rumah itu.


"Alhamdulillah Neng sudah adzan subuh ni, kita shalat subuh dulu yuk!. " ujar bi Minah.


"Iya bi, ayoo! Alhamdulillah ternyata waktu yang kita tunggu-tunggu tiba juga. " sahut Sinta dengan semuringah kelihatan begitu senang karena ingin cepat-cepat menunaikan kewajiban nya sebagai umat muslim.


Kemudian mereka berdua, hendak ke mengambil air wudhu, berjalan bersamaan, dan keluarlah bi Mumun dan bi Mimin pula mereka pun sama-sama hendak mengambil air wudhu.


"Eh neng Sinta dan bi Minah sudah terbangun dari tadi ya? , Maaf kita baru keluar, ucapnya.

__ADS_1


" Iya bi sudah, tidak apa-apa, sahut Sinta dengan lembut.


kemudian mereka berempat pun bergantian mengambil air wudhu dan mereka menjalankan shalat subuh berjamaah, walaupun mereka asisten rumah tangga tetapi mereka begitu rajin jika untuk urusan ibadah di nomor satukan, tidak pernah lalai ataupun di nanti-nanti selalu tepat waktu.


Setelah selesai menjalankan shalat subuh berjamaah, bi Minah pun melirik ke arah Sinta, dia begitu khusu berdo'a dan berdzikir tanpa menghiraukan yang lainnya, sehingga bi Minah pun bergumam.


Neng Sinta ini begitu baik dia rajin beribadah tanpa terlewati setiap waktunya walaupun dia sangat sibuk tetapi selalu menyempatkannya, saya benar-benar bangga , dia pun sangat tekun dan khusu. namun dia juga sepertinya sangat mencintai tuan muda sehingga dia rela jauh-jauh datang dari kampung halaman nya untuk menemaninya di rumah sakit, tetapi sedangkan tuan muda itu sangat berbeda dengan dirinya, tetapi cinta mereka sepertnya begitu besar dan kuat, melihat dua hari kemarin banyak hal yang saya tahu tentang mereka, Neng Sinta Begitu tulus merawat nya, namun ada penghalang di antara mereka yaitu BERBEDA KEYAKINAN , tetapi mudah-mudahan saja mereka menemukan jalan yang terbaiknya jika suatu saat nanti akan bersatu, memang benar-benar berat tetapi ini lah cara untuk menyatukan cinta mereka berdua. guamam bi Minah sambil menatapi wajah Sinta dari arah sebelah kirinya.


tanpa sadar Sinta pun melirik ke arah bi Minah, karena dia pikir bi Minah sudah keluar kamar.


"Eh bibi, membuat jantung saya copot saja! " ucap Sinta karena terkejut, dengan tidak sengaja dia pun membuyarkan lamunan bi Minah.


"Iya Neng bibi belum ke dapur lagi, neng ini sangat rajin beribadah, begitu khusu. "


"Bibi ini bisa saja, saya cuman menjalankan kewajiban sebagai umat muslim, saya juga masih belajar bi. "


"Iya Neng, Alhamdulillah kita masih di beri kesehatan dan kesempatan memperbaiki diri, masih bisa melaksanakan ibadah, mudah-mudahan saja Allah SWT menerima amal ibadah kita, walaupun kadang kita sering lalai dan terburu-buru melaksanakannya. "


"Iya bi, Aamiin-Aamiin ya robbal Aalaamiin. " mereka pun mengaminkan doa' nya.


Sebenarnya bi Minah masih saja ingin bertanya banyak hal pada Sinta namun dia sangat takut menyinggung perasaan nya, sehingga bi Minah pun mengurungkan lagi niat ingin tahunya itu.


.


.


.


Mohon dukungannya, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentarnya.

__ADS_1


Salam hangat dari CINTA BERBEDA KEYAKINAN.


__ADS_2