
Pagi hari, matahari menyinari seluruh permukaan bumi dengan sempurna.
Bu merry beserta pak Tio hendak berangkat ke rumah sakit karena dia sudah dua hari tidak menemani anaknya yang bernama Jhon Cristian.
Karena dia pulang ke rumah untuk istirahat dan sebagai pengganti nya untuk menjaga anaknya ada Sinta dan bi Minah.
Dia pun bersiap dan membawa kan bekal makanan untuk nanti di rumah sakit, karena menurut dirinya lebih sehat memasak sendiri dari rumah ketimbang harus beli di luaran sana.
Bu merry pun membawa makanan yang banyak untuk Sinta dan juga bi Minah yang sudah dua hari menjaga Jhon di rumah sakit.
kemudian bu merry beserta pak Tio berangkat menuju Rumah sakit , tempat Jhon di rawat.
Perjalanan begitu sepi, mungkin karena hari ini hari minggu jadi tidak terlalu ramai seperti biasanya, sehingga perjalanan bu merry dan pak Tio tidak membutuhkan waktu yang lama untuk ke rumah sakit, dan akhirnya mereka pun sampai pada tempat yang di tujunya itu.
Pak Tio memarkirkan kendaraan yang beroda empat nya itu ke tempat parkir yang sudah di sediakan rumah sakit setempat, sedangkan bu merry sigap langsung masuk ke ruangan Jhon di rawat, belum juga bu merry masuk ke dalam ruangan itu, sudah terlihat sedikit dari celah kaca ada pemandangan indah, yaitu Sinta sedang menyuapi Jhon dan di tangan kirinya menggenggam sebuah mangkuk berwarna putih, sedangkan tangan kanan nya sedang menyodorkan bubur ke mulut Jhon dengan sebuah sendok berwarna silver.
entah mengapa aku merasa percaya menitipkan anakku kepadanya, padahal saya dengan Sinta belum mengenal begitu jauh, aku tahu dia hanya sebatas karyawan di restaurant ku, namun tidak menyangka aku melihat ketulusannya saat dia memasukkan setiap suapan di sendoknya yang dia genggam dan sodorkan ke mulut anakku, dan Sinta pun begitu baik anaknya , merawat Jhon dengan penuh kesabaran dan juga kelembutan, Dia sangat cocok untuk menjadi istri Jhon, namun apa bisa mereka bersatu, sedangkan mereka BERBEDA KEYAKINAN. gumam bu merry di depan pintu ruangan tempat Jhon di rawat.
"Mamah ko masih di sini?." pak Tio membuyarkan lamunan bu merry yang begitu asyik memuji calon menantu nya itu.
"Iya pah, tadi ketika saya hendak masuk, melihat Sinta sedang menyuapi anak kita. "
"Lalu mengapa mamah sebegitu kagumnya, bukannya mengetuk pintu dan masuk?. "
"Tidak semudah itu dong pah, karena mamah tadi melihat pemandangan indah, Sinta begitu tulus dan dengan telaten di setiap menyodorkan makanan ke mulut nya Jhon, Jika papah tidak percaya lihat lah. "
Dengan di penuhi rasa penasaran di dadanya pak Tio pun ikut melihat nya, sama seperti apa yang bu merry tadi lakukan, dan ternyata diapun begitu bangga dan suka sama sikapnya Sinta yang begitu lembut memperlakukan anaknya.
__ADS_1
"Iya mam, ternyata anak kita tidak salah pilih mencari calon istrinya dia begitu lembut dan dengan penuh kesabaran menyodorkan setiap makanan untuk anak kita. "
"Iya pap, ya sudah kita masuk yuk! Sekalian kita juga ingin tahu perkembangan nya Jhon, seperti nya dia sudah lebih baik, buktinya dia sudah bisa makan. "
"Iya ayoo pap, kita masuk. "
Dan akhirnya mereka berdua pun akan memasuki ruang inap Jhon, bu merry mulai mengetuk pintu nya dengan sangat pelan, hanya untuk tanda agar mereka yang ada di dalam nya tidak terlalu terkejut bila kedatangan orang yang baru masuk ke ruangan itu.
"Permisi?." ucap bu merry.
"Iya masuk." Sahut bi minah dari dalam.
"Bagaimana keadaan Jhon?. " tanya bu merry kepada Sinta dan sambil mendekatinya.
"Alhamdulillah, pak Jhon keadaan nya sudah membaik. " sahut Sinta dengan penuh senyuman karena merasa bahagia bisa menunjukkan bahwa dirinya bisa merawat Jhon dengan baik, sehingga banyak perubahan yang di alami Jhon menjadi lebih baik keadaan nya ketimbang dua hari yang lalu.
"Syukur lah, mamah senang mendengar nya dan melihat nya pun membuat hati bahagia. "
"Yang pastii Jhon cepat sembuh itu bukan tidak ada alasan dong, hehee . " Sambil tersenyum bu merry mengatakan itu.
Sinta pun ikut tersenyum dan merasa, mungkin karena kehadiran dirinya.
"Tahu tidak? mengapa keadaan Jhon sudah lebih baik dalam waktu yang singkat." Ucap bu merry lagi sambil tersenyum dan penuh rasa bahagia di dalam lubuk hatinya karena melihat Sinta yang begitu baik dan sempurna di mata bu merry ketika merawat anaknya.
"kenapa bu?. " Sahut bi Minah yang pura-pura tidak tahu padahal dia paham, namun hanya ingin mendengar langsung pujian yang keluar dari mulut majikan nya itu.
"Jhon cepat sembuh karena ada Sinta di samping nya dan merawat dengan penuh cinta dan kasih sayang, heheee. " bu merry pun tersenyum lebar.
__ADS_1
"Iya bu, hati saya pun bicara begitu, neng Sinta ini begitu baik dan telaten, bahkan dia enggan tidur di sofa dia tetap dekat dengan pak Jhon, dia hanya tidur sesekali saja hanya jika kelelahan. "
Ruangan yang di tepati Jhon itu begitu mewah walaupun rumah sakit, dia berada di VVIP karena secara gitu dia CEO dan dari keluarga kaya raya yang serba berkecukupan.
Sebaliknya dengan Sinta dia terlahir dari keluarga sederhana dan dari desa, tetapi keluarga Jhon tidak mempermasalahkan ini, justru sebaliknya mereka begitu memuji-muji dirinya dan menyukai sifatnya yang begitu baik, apa lagi sekarang mereka semua sudah menyaksikan dengan mata nya secara langsung, pastinya ini sudah dapat lampu hijau dari keluarga Jhon, mereka begitu menyukai Sinta, namun sebaliknya belum tahu dari keluarga Sinta.
kemudian mereka melanjutkan pembicaraan nya lagi.
"Benarkah itu, berarti selama mamah tinggalkan dua hari dua malam dia belum cukup tidur. " dengan sangat heran bu merry mengatakan itu.
Jhon pun sesekali melirik ke arah Sinta dan memberikan senyuman manis untuk nya dan mengucapkan banyak-banyak Terima kasih kepada nya.
"Terima kasih banyak, karena kamu sudah menjagaku dengan begitu tulus dan ikhlas, sehingga membuatku cepat pulih dan lebih membaik. " Ucap Jhon dengan sangat pelan, namun suaranya itu terdengar oleh semua orang yang ada di ruangan nya.
Sinta yang tersipuh malu karena semuanya begitu memuji dirinya, dia pun hanya menganggukan kepalanya dan berkata.
"Iya sama-sama, tidak usah berlebihan. " sahut Sinta sambil tersenyum manis dan di lubuk hatinya merasa bahagia dan bersyukur karena telah di pertemukan dengan calon suami seperti Jhon dan keluarga nya begitu baik kepada nya.
.
.
.
Mohon dukungannya, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar nya, supaya makin semangat up lagi.
mohon maaf karena masih banyak kekurangan nya, harap di Mak'lumi karena masih tahap belajar.
__ADS_1
Salam hangat dari CINTA BERBEDA KEYAKINAN.
***** TERIMA KASIH 🙏🙏🙏 *****