
Mereka berdua masih saja asyik dengan obrolan nya sejak tadi, dan tidak menunggu waktu yang lama akhirnya Sinta pun keluar dari kamar mandi.
Dan tanpa Sinta sadari mereka berdua sedang menohok ke arahnya, karena Sinta kelihatan lebih cantik dan juga fres setelah membersihkan seluruh tubuhnya, sebelumnya memang dia sudah sangat cantik dan juga putih bersih dan bening, kali ini tanpa dirinya sadari dia mengoleskan sedikit mick-up di pipi putih nan mulusnya itu, makanya tidak heran jika Sinta terlihat semakin cantik dan mempesona, jangan kan laki-laki bi Minah dan juga bi Mumun ikut terkesima oleh kecantikan dirinya, mungkin jika mereka laki-laki pasti sudah jatuh cinta juga padanya.
Setelah Sinta masuk ke dalam kamar, dia sempat permisi namun bi Minah dan bi Mumun itu diam saja tanpa ada jawaban, tetapi Sinta tetap saja melangkahkan kedua kakinya ke dalam kamar, sehingga dirinya pun merasa terheran-heran di buatnya, mengapa mereka berdua menatap ke arah dirinya begitu tajam tanpa mengedip sedikit pun.
Subhanallah neng Sinta ternyata lebih cantik dan menarik jika sedikit saja ada yang menempel di kulit putih pipi dan bibir tipisnya, benar saja tuan muda bisa jatuh cinta padanya, kita yang sama-sama perempuan saja terkesima melihat kecantikan dirinya, gerutu bathinnya bi Minah
"Bibi katanya mau membersihkan badan juga jika saya sudah selesai, gih gantian. " ujar Sinta sambil menggoyang kan tangan bi Minah karena terdiam sejak tadi, begitu pun sebaliknya bi Minah pun terkejut dan buyar begitu saja lamunan nya.
"I-Iya neng mengapa?" sahut bi Minah dengan gugup.walah ini bi Minah ko bisa gugup juga ya jika melihat perempuan sangat cantik di hadapannya padahal kan sama-sama perempuan, apa Sinta itu karena cantiknya kebangetan sehingga perempuan juga ikut terkesima bila melihatnya.
"Bibi katanya tadi mau mandi." Sinta pun mengulang lagi perkataannya.
"Iya-iya neng , habisnya neng itu keluar dari kamar Mandi cantik banget. " ujar bi Minah berkata jujur.
"Masa sih bi, dari tadi saya begini-begini saja, cuman jika sudah di bersihkan tubuhnya akan terasa lebih segar. " sahutnya sambil tersenyum manis, iya manis seperti gula, heheee.
"Neng cantik banget, di poles sedikit saja kecantikan nya benar-benar kelihatan, apa lagi jika penampilan neng itu di rawat pasti seperti artis. "ujar bi Minah lagi, tak henti-hentinya dia menggoda Sinta.
"Ah bibi ini bisa saja menghibur saya, Sudah lah bi, kan saya jadi malu di buatnya. "
"Iya-iya neng maaf. " ujar Minah sambil tersenyum menatap ke arahnya Sinta.
__ADS_1
"Iya bi tidak apa-apa, lagi pula saya yakin bibi itu pasti bercanda kan."
Bi Minah hanya membalas dengan senyuman saja, karena nanti takutnya Sinta malah mencuci mukanya lagi dan hilang sedikit polesan yang menempel di pipi putih yang dominat ke merahan nya itu.
Dan entah mengapa dengan Sinta dia bisa memoleskan sedikit mick-up nya itu, Tumben-tumbenan saja tidak seperti biasanya.
Tidak lama kemudian bi Minah pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya yang lusuh dan bercampur keringat karena sudah kelelahan akibat mundar mandir kesana kemari dan juga dari rumah sakit tadi siang.
Hari sudah semakin sore, bi Minah pun dengan cepat membersihkan seluruh tubuh nya sehingga tidak butuh waktu yang lama akhirnya dia keluar juga dengan penampilan sederhana nya.
melirik ke arah jam sudah sore, jam pun sudah menunjukkan pukul 16:30 menit, tandanya sudah memanggil dirinya harus turun ke dapur karena harus bertempur dengan teman dan alat-alat yang biasa dia gunakan, bi Minah mengeluarkan isi perut kulkas yang begitu banyak, karena harus memasak untuk makan malam.
Tentu saja Sinta juga tidak berdiam diri begitu , dua juga ikut bertempur dengan teman setianya bi Minah yang setiap hari dia pegang tanpa ragu atau pun bimbang karena itu sudah menjadi sahabat sehari-hari nya.
"Neng ini kebiasaan ikut-ikutan mulu, sebaiknya neng tidak usah ikut campur urusan bibi deh, mending istirahat gih di kamar sambil rebahan." Ujar bi Minah karena begitu menyayangi Sinta.
"Baiklah neng, tetapi neng yang ringan-ringan saja ya, dan tidak boleh menyentuh bawang ataupun cabe, nanti takut neng kepedasan, biar neng motongin sayur saja, dan bumbu itu bibi yang urus. "
"Oke Terima kasih Bibi karena sudah membolehkan kan saya ikut bertempur dengan sahabat bibi ini."
Bi Minah pun tersenyum dan menganggukan sedikit kepalanya, sambil meracik bumbu yang hendak dia gunakan untuk masakannya, namun pandangannya tetap tidak begitu pocus ke bumbu yang dia racik, tentu saja sesekali dia menatap ke arah Sinta yang sibuk membulak balikan setiap helai daun berwarna hijau itu dan begitu Lincah membersihkan semua sayuran dan juga memotongnya dengan cekatan tanpa gugup ataupun canggung.
Eneng ini selain cantik dia juga serba bisa, pantas saja tuan muda begitu mencintai nya, saya yakin jika neng Sinta biasa saja tidak mungkin tuan muda jatuh cinta padanya, apa-apaan aku ini terus saja memikirkan tentang neng Sinta, haduuuh dasar-dasar, gegara melihat neng Sinta yang cantik pikiran pun jadi travelling mulu tentang mereka, gumam bathinnya bi Minah.
__ADS_1
..."Bibi ini sudah selesai, lalu apa lagi yang saya bisa bantu. " ujar Sinta dengan suara berbisiknya, dan sontak membuyarkan lamunan bi Minah. ...
"Maaf mengapa neng, kurang jelas, soalnya pikiran bibi lagi traveling ni. " sahutnya sambil tertawa hahaaa.
"Bibi travelling kemana?" tanyanya.
"Bukan bibi neng yang travelling, tetapi pikirannya, hahaaa. "
"Bibi ini ada-ada saja ya tingkahnya , bikin orang selalu tertawa geli saja. " sahutnya Sinta yang ikut tertawa juga akibat celotehan bi Minah itu.
"Iya neng, habis bibi perhatikan neng itu terlalu focus jika melakukan segala hal sehingga bibi travelling. " ujarnya mengarang cerita, padahal bi Minah yang otaknya travelling memikirkan Sinta.
Duuh ada-ada saja ni bi Minah ya, masa dia juga suka sama Sinta, kan sama-sama perempuan, bangga sih boleh tapi jangan terlalu juga, jadi kan serba tidak focus pikirannya saja jadi travelling kemana-mana.
.
.
.
Mohon dukungannya jangan lupa tekan like ya kakak-kakak semuanya dan juga komentarnya.
Supaya author makin semangat up lagi.
__ADS_1
Salam hangat dan peluk cium dari CINTA BERBEDA KEYAKINAN.
TERIMA KASIH 🙏🙏🙏😍😍😍❤❤❤.