
Setelah Jhon mengantarkan Sinta pulang ke kost-kostan nya, kini Giliran Jhon yang pulang ke Apartement miliknya, dan Jhon mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi dan sangat kencang, kebetulan jalanan tidak terlalu ramai seperti biasanya, karena mungkin ingin segera sampai ke Apartement miliknya.
Dan kini Setelah kejadian itu Jhon tidak tinggal di rumah mamahnya lagi, tetapi tinggal di Apartement miliknya, dan dia seorang diri.
Tidak lama kemudian Jhon akhirnya tiba di Apartement milik nya, dia membuka pintu dengan sangat pelan dan ingin membaringkan tubuhnya, mungkin ingin istirahat.
Namun Jhon tiba-tiba teringat kejadian tadi sore bersama Sinta, ketika Sinta terjatuh kepelukan nya, sebenarnya dia ingin melakukan itu, namun dia bisa menahannya karena ingat hubungan itu begitu rumit dan sulit untuk bersatu.
Mmmm jadi ingat sama Sinta tetapi mengapa jantung ini berdebar kencang saat dekat dia padahal kan sudah biasa mungkin karena tadi terlalu dekat seakan akan aku ingin berada dalam pelukan nya selamanya.
Arghhhh.... andai saja hubungan ini tidak serumit dan sesulit ini, pasti aku sudah menikahi nya dalam waktu dekat ini, dan kini aku sudah bisa hidup bersama nya, Siang dan malam aku bisa dekat dengan nya , mungkin bisa bercanda tawa memenuhi hari-hari ini dengan bahagia bersama Sinta, tetapi sampai kapan hubungan ini mendapatkan restu dari kedua belah pihak.
,*Gu*mam bathinnya Jhon.
*****
Setelah bu merry pulang dari Rumah sakit, Jhon meminta agar dirinya tidak tinggal lagi di rumah itu, alasan ingin mencari ketenangan dan ingin mencari suasana baru.
"Mamah , Jhon boleh minta sesuatu tidak? "Ujar Jhon dengan perasaan takut, karena takut tidak mendapatkan ijin lagi.
"Minta apa Jhon, apa kamu minta ijin karena ingin menikahi Sinta, mamah ijinkan tetapi syaratnya tidak usah mengubah keyakinan. "sahutnya bu merry dengan tegas.
"Bukan itu mah yang saat ini Jhon minta, tetapi Jhon meminta ijin, agar Jhon tidak tinggal di rumah ini dulu untuk sementara waktu. "
"Memangnya kenapa jika kamu tinggal di rumah ini, bukannya sejak dulu dan sejak kamu kecil sudah tinggal di rumah ini. "
"Iya mah, tetapi Saat ini Jhon lagi pingin sendiri, karena di rumah ini pernah ada Sinta dan dia pernah tinggal di sini kan, karena itu Jhon ingin keluar dari rumah ini untuk sementara waktu"
"Tetapi Jhon, masa gara-gara Sinta pernah tinggal di rumah ini, kamu juga jadi tidak bisa tinggal di rumah ini Sih, kan ini rumah mamah dan rumah kamu juga tetapi bukan rumah dia kan. "
"Maksud aku bukan begitu mah, Saat ini Jhon hanya ingin tinggal seorang diri saja, tidak ingin mengingat-ngingat tentang Sinta dulu deh. "
"Ooh maksud kamu seperti itu, tetapi Jhon jika Mamah Rindu bagaimana? "
__ADS_1
"Kan Mamah bisa hubungi Jhon, dengan begitu kan kita bisa bertemu lagi. "
"Tetapi kamu yakin Jhon dengan pilihan kamu ini. "
"Iya mah Jhon sangat yakin, Jhon ingin menenangkan pikiran dulu. "
"Berapa lama kamu akan tinggal di sana?"
"Maaf mah, Jhon tidak bisa menjanjikan itu, karena Jhon sendiri belum tahu, mungkin sampai Hati dan pikiran Jhon tenang dan bisa melupakan Sinta, baru Jhon akan kembali lagi ke rumah ini. "
" Ko begitu sih Jhon, nanti mamah pasti sangat merindukan kamu, tetapi ya sudah lah, jika itu ke inginan dan pilihan mu saat ini, tetapi harus ingat ya Jhon jangan lama-lama dan kamu harus segera kembali. "
"Iya mah, sampai pikiran Jhon tenang dan yakin, baru Jhon akan kembali lagi ke rumah ini. "
Kemudian bu merry memeluk Jhon dengan sangat erat, sebenarnya dirinya tidak ingin berpisah dari Jhon, namun dia juga tidak ingin anaknya mengubah keyakinan nya hanya karena perempuan yang bernama Sinta, Apa lagi dia sebelumnya hanya karyawan di restaurant miliknya.
Namun bu merry juga tidak bisa memaksa Jhon terus tinggal di rumah ini, mungkin menurutnya jika dengan Memenuhi permintaan Jhon keluar dari Rumah ini, maka Jhon akan melupakan Sinta, ternyata pikiran bu merry itu salah, Setelah Jhon keluar dari rumah ini malah dia semakin gampang dan bebas untuk menemui Sinta kekasih nya itu.
*****
Setelah itu Jhon terus berpikir bagaimana caranya agar bisa bertemu dengan Sinta, karena takut Sinta tidak ingin bertemu lagi dengan dirinya akibat kejadian beberapa hari yang lalu, kemudian dia berpikir dan terus berpikir, kemudian dia menemukan solusinya ya itu Rian, iya Rian itu tahu bahwa dirinya dengan Jhon itu adalah sahabat sejak kecil, makanya dia meminta tolong kepada Rian, agar membawa Sinta ke Apartement miliknya, dengan alasan ingin mengantarkan Sinta pulang ke kost-kostan nya, dan setelah berhasil Rian mengajak pulang lalu dia sedikit berputar dan alasan berjalan-jalan dahulu, lalu dia membawa Sinta ke Apartement nya.
"Hallo Rian, gua butuh bantuan loh ni. "
"Oke bantuan apa bro, selama gua bisa pasti akan membantunya. "
''Begini, gua kena masalah dengan Sinta, gua ingin segera menikahinya, namun kedua orang tua gua tidak ada yang setuju, lalu masalah nya semakin besar dan rumit, dan kini gua sudah tidak tinggal di rumah orang tua gua lagi. '
"Lah terus loh sekarang tinggal dimana? "
"Gua tinggal di Apartement. "
"Kemudian apa yang harus gua lakuin saat ini, agar bisa membantu loh!."
__ADS_1
"Loh yakin bisa, jika gua minta tolong sama loh. "
"Apa dulu yang bisa gua bantu, coba katakan, siapa tahu gua bisa membatu sesuai yang loh inginkan. "
"Begini Bro, gua ingin loh ajak Sinta kesini, nanti gua Share lock ya, lokasi nya dimana. "
"Mmmm bagaimana caranya, Mana mau Sinta di antar pulang sama gua, secara dia itu sepertinya sangat jaga perasaan banget, dia itu tidak mudah untuk di rayu dan di goda, sepertinya dia sudah Sangat mencintai loh Jhon. "
Apa benar apa yang di katakan Rian, berarti Cinta dia buat gua begitu besar, tetapi gua saat ini tidak bisa berbuat apa-apa, karena mamah dan papah tidak merestui hubungan ini, Gumam bathinnya Jhon.
"Woy ko luh diam saja, bagaimana jadi tidak nih. ' ujar Rian dan seketika membuyarkan lamunan Jhon.
" Iya-iya gua masih dengar ko, jadi Dong. "
"Tetapi gua tidak janji ya, namun gua akan tetap berusaha akan mengajak dia, dan mungkin gua akan pura-pura mengantarnya pulang, dan dengan cara itu mungkin gua bisa bawa Sinta ke Apartement loh."
'Oke Thank's ya bantuannya, good luck semoga sukses rencana loh ya. "
"Iya do'ain saja, ini semua kan demi loh juga. "
"Iya sekali lagi Thank's ya Rian, dan maaf gua melibatkan ini ke loh, dan lagi-lagi gua minta bantuan loh, tetapi sahabat gua itu yang paling ngertiin cuman loh doang. '
" Sudah tidak apa-apa, selama gua bisa bantu, pasti gua akan membantunya. "
kemudian Jhon berulang kali mengucapkan Terima kasihnya, dan dia menutup telponnya.
Dan kebetulan setelah Rian sampai di parkiran kantornya ternyata ada Sinta yang lagi telponan , maka Rian semakin mudah untuk mengajak Sinta pulang bareng sorenya setelah selesai bekerja dan di ajak jalan-jalan terlebih dahulu lalu di pertemukan dengan Jhon di Apartement nya, dan Akhirnya mereka bertemu, lalu Rian kembali lagi seorang diri setelah mempertemukan mereka.
Jadi semua itu bukan idenya Rian yang mengajak Sinta pulang bareng, tetapi itu semua permintaan nya Jhon.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentarnya agar makin semangat up lagi. ❤❤❤❤