Cinta Berbeda Keyakinan

Cinta Berbeda Keyakinan
Merenung seorang diri


__ADS_3

Setelah kepergian Jhon, meninggalkan dirinya di kost-kostan tempat barunya, kini Sinta tinggal seorang diri, namun dirinya tidak merasa takut atau pun bimbang, justru malah sebaliknya, Sinta merasa senang karena akhirnya bisa keluar juga dari rumah mewah milik bu merry.


Sinta pun mulai merebahkan badannya, untuk menghilangkan rasa lelahnya, karena dari tadi dia selalu mondar mandir dan belum sempat beristirahat.


"Alhamdulillah akhirnya aku tinggal di kost-kostan lagi, rasanya lega banget dan aku harus semangat karena besok adalah hari pertama aku bekerja di kantornya Rian, tidak berharap aku di beri pekerjaan spesial ataupun ringan, yang terpenting bagi ku mempunyai pekerjaan yang halal, itu pun sudah cukup dan membuatku bahagia."


Sambil menatap ke arah langit-langit atap kost-kostan nya itu, Sinta membayangkan kehidupan nya yang sederhana, karena tidak pernah membayangkan kehidupan mewah ataupun berangan-angan ingin menjadi orang kaya, itu sungguh tidak pernah tepikir sedikitpun di benaknya Sinta.


Yang aku harapkan saat ini adalah ingin membahagiakan ke dua orang tua, hasil kerja keras ku, dan juga ingin membahagiakan nya dengan apa yang telah dia pesan , harus menjadi orang yang lebih baik lagi, bisa menolong sesama, dan menjadi orang yang berguna, terutama lebih dekat lagi dengan sang Pencipta.


Aku memang terlahir dari kelurga yang sederhana, dan ilmu agama pun tidak sedalam yang lainnya, aku hanya orang awam tetapi jika melakukan kewajiban ku sebagai umat muslim tidak akan pernah aku tinggalkan, walau demi apapun, karena itu sudah panutan dalam hidupku, baik buruknya ibadah ku tetapi aku sudah melakukan nya sepenuh hati dan setiap waktu tidak pernah ada yang terlewat, semuanya aku pasrahkan sama yang maha kuasa, karena hanya dia yang mengetahui segala-galanya.


Membersihkan tubuh sudah, menunaikan kewajiban sebagai umat muslim sudah pula, sekarang aku harus ngapain lagi ya. ujarnya Sinta.


Karena aku hanya tinggal seorang diri, jadi aku serba bingung mau bicara dengan siapa, tetapi tidak usah sedih atau pun mengeluh, karena semua itu tidak akan mengubah kenyataan, banyak-banyak berdo'a saja, agar selalu ada dalam lindungan Allah SWT. Aamiin.


Apa lagi yang harus aku lakukan, mungkin mengisi waktu dengan merapihkan pakaian saja, agar tidak terlalu jenuh, semakin ada kegiatan semakin hilang rasa sepi di dalam jiwaku.


krioook. krioook, krioook.Suara perut Sinta keroncongan.


"Suara apa kah itu sangat jelas terdengar di telinga ku?

__ADS_1


Ooh ternyata ada yang meminta sesuatu dari dalam perutku, mungkin cacing-cacing itu menagih jatahnya, Maaf ya cacing-cacing kesayangan, hampir saja aku lupa memberi mu makan, aah ternyata perut ku lapar.


"Seperti nya perutku terasa perih, harus mencari makanan dimana, sedangkan aku baru disini, tetapi aku tidak boleh mengeluh atau pun sedih, karena tidak ada saudara atau pun teman disini, coba aku lihat keluar, barang kali ada yang menjual makanan.


Kemudian ku raba hendel pintu kost-kostan karena hendak mencari makanan, lalu terbuka lah pintu itu dengan lebar sempurna, aku menatap lurus ke arah depan dan melirik ke arah kanan dan juga kiri, kebetulan banyak penjual, namun hanya satu yang tertarik di hatiku, yaitu mata tertuju kepada penjual nasi goreng, lalu aku menghampiri nya dengan seksama dan sangat pelan.


Alhamdulillah akhirnya ada yang jualan juga, ternyata disini lumayan rame, jadi jika aku ingin makan kapanpun aku bisa membelinya, tetapi aku tidak boleh boros, mungkin besok-besok aku akan memasak saja, agar lebih hemat.


Kemudian aku memesan satu nasi goreng, dan meminta di bungkus nya, karena aku ingin memakannya di dalam kost-kostan saja.


Setelah aku membeli nasi goreng kemudian kembali lagi ke kost-kostan lalu membuka pintu dan aku segera masuk, karena takut ada yang melihat ku, bukan aku buronan atau pun penjahat yang takut di ketahui orang, namun aku merasa sangat malu, karena belum ada satupun yang aku kenal di sini, kecuali ibu pemilik kost-kostan, itu pun hanya sekali tadi selagi dia mengantarkan kunci untuk kamar kost-kostan ku ini.


Sebenarnya entah itu masih ingat atau tidak jika aku bertemu dia lagi, soalnya tadi aku melihat wajah ibu kost-kostan itu hanya sekilas, aku tidak terlalu focus memperhatikan wajahnya karena merasa malu dan tidak pede, ya sudah lah mungkin jika dia bertemu lagi dengan ku pasti dia menyapaku, begitupun sebaliknya aku akan menyapa orang-orang yang ada di dalam sini ketika bertemu mereka, dan seingat ku ibu pemilik kost-kostan ini orang nya sangat baik dan ramah, suaranya pun merdu dia mempunyai suara khas jadi tidak mungkin aku lupakan begitu saja.


Maafkan aku ya nasi goreng kesukaan ku, da maafkan aku cacing-cacing yang ada di dalam sana, tetapi sebentar lagi kalian akan menikmati nasi goreng ini, ku mulai membuka karet yang terlilit di bongkahan nasi goreng itu dan ku buka dengan sangat pelan, aroma harumnya sudah tercium, seperti nya ini enak karena dari wanginya sudah menggoda ku dan semakin ingin segera menikmati nya, ku ambil sendok dan ku genggam dengan sangat pelan, tidak ada perlawanan sedikitpun dari sendok itu, ya sudah semakin ku genggam dengan erat dia tetap saja diam.


Bismillah ku mulai memasukkan nasi goreng itu ke tempat menghaluskan makanan itu agar mudah ku telan dan ku cerna, ternyata iya nasi goreng si abang itu enak, sangat lezat sekali, ku terus menikmati nya sampai dengan bersih dengan sempurna, lalu di ikuti dengan air mineral, Alhamdulillah sempurna, maka nik'mat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan.


Dan ternyata walaupun Sore ini aku nikmatin seorang diri, tetapi aku tidak merasa bosen atau pun sedih, ku nikmati hidup ini dengan menyibukkan diri walaupun dengan cuman membaca dan melakukan kewajiban ku sebagai umat muslim.


Namun setelah aku selesai melakukan rutinitas ku, tak lupa ku ambilkan gawai milik ku, benda pipih yang selalu aku bawa kemana-mana di dalam tas kecilku, karena itu sangat penting jika ada apa-apa pasti akan berbunyi dan juga ada pesan yang tertinggal dari orang-orang yang aku sayang dan juga aku cintai.

__ADS_1


Berniat untuk menghubungi Ibu dan bapakku yang ada di kampung halaman, dan ku sentuh benda pipih itu, begitu banyak pesan Wathsaap yang masuk, namun ku biarkan dulu, karena ku sudah niat menghubungi ibuku dulu , dan ternyata mencari nomor ponsel ibu itu tidak susah, karena sudah ku simpan di kontak paling atas, karena untuk memudahkan panggilan, lalu ku tekan dan tersambung lah ke nomor yang di tuju, jantungku bergetar kencang, karena ingin segera mendengar suara ibu sama bapak yang ada di sebrang sana, karena hati ini sudah Sangat rindu.


Tuuut, tuuut, tuuut, tanda telepon tersambung.


"Assalamu'alaikum? " ujar ibuku dari sana.


akupun dengan cepat menjawab.


"Waalaikum salaam. " lalu aku menanyakan kabar ibu sama bapak, begitupun sebaliknya, dia menanyai kabarku dan bagaimana pekerjaan ku, ku jawab Alhamdulillah semuanya baik-baik saja.


Aku terus saling melempar kan kata-kata dan pertanyaan sebagai mana ibu dengan anaknya, yang saling merindukan namun terhalang oleh jarak, dan yang terakhir ibuku menanyakan soal pasangan, ku berdiam sejenak, namun ibuku selalu memanggilnya di dalam benda pipih itu, dan ku katakan sambil bercanda agar tidak terlalu tegang.


Mohon maaf Bu sebelumnya, ada laki-laki tampan yang suka sama aku, dia baik dan punya segala nya, Ibuku seperti nya bahagia mendengar itu, namun ketika dia bertanya lagi, apa dia rajin menunaikan kewajiban nya, ku terdiam lagi tanpa bersuara karena aku bingung harus menjawab apa, tetapi ibu tidak diam terus saja memanggilku, dan maaf aku berbohong alasan signal sedang kurang baik, lalu ku berpamitan dan berkata insha Allah besok di lanjut lagi ya bu, jika signal sudah bagus, ku alasan saja karena cuaca , memang di luar sedang hujan rintik-rintik.


Namun seperti nya ibuku tidak tenang hatinya di sana, pasti bertanya-tanya terus dan rasa ingin tahunnya itu semakin menjadi-jadi, maaf kan aku ibu, karena aku belum bisa jujur untuk saat ini, cintaku memang besar tetapi cinta kepada ibu dan bapak pun tidak kalah besarnya, namun untuk saat ini biar ku pendam dulu soal hubungan dengan Jhon dari ibu dan bapak, hanya Allah SWT saja yang tahu tentang perasaan ini, ku berserah kepadanya tentang hubungan ini jalan hidup dan masa depanku, ku pasrahkan semuanya, memohon jalan yang terbaik, semoga Allah mengabulkan nya, Aamiin " .


.


.


.

__ADS_1


Mohon dukungannya, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar nya, agar author semangat up lagi.


Salam hangat dari CINTA BERBEDA KEYAKINAN.


__ADS_2