Cinta Berbeda Keyakinan

Cinta Berbeda Keyakinan
kesedihan


__ADS_3

Hari semakin sore, dan matahari pun sudah mulai terbenam.


Dan Akhirnya Sinta pun Sudah Tiba di kampung halamannya, seharusnya Sinta sangat bahagia karena bisa melihat lagi kampung halaman tercintanya, namun kebahagiaan nya Sinta itu sirna begitu saja.


Sinta sangat memikirkan kesehatan ibunya sehingga tidak ada lagi memikirkan tentang hal itu, karena kebahagiaan itu tidak ada lagi sedikit pun di dalam benaknya Sinta saat ini, karena yang ada di benaknya itu cuman ibunya ibunya dan ibunya yang sedang sakit.


Tok.. tok.. tokkk...


"Assalamu'alaikum"?. Ucap Sinta dari luar.


Waalaikum salam, Sahutnya dengan suara yang sangat pelan, Dari dalam rumahnya sehingga tidak terdengar oleh Sinta yang ada di luar sana!.


" Ibu ini Sinta bu, Sinta sudah sampai "!.


Iya nak langsung saja masuk ke dalam rumah, ibu tidak kuat jika harus bangun untuk membukakan pintu untuk mu nak. badan ibu lemas tak berdaya.


itu cuman kata-kata pelan yang keluar dari mulut orang yang tidak berdaya, dan dalam keadaan terbaring lemas, sehingga ucapannya itu tidak dapat di dengar oleh orang lain.


Kemudian Sinta masuk kedalam rumah nya tanpa menunggu ada yang membukakan pintu, karena menurut Sinta tidak usah merepotkan mereka hanya untuk di bukakan pintu. Apa lagi ibunya dalam keadaan sedang sakit.


setelah Sinta melihat ke dalam hanya ada tubuh ibunya yang sedang terbaring lemas, dan tidak berdaya sedikitpun.

__ADS_1


Sinta melihat ibunya dalam keadaan sakit seperti ini, kemudian Sinta tidak tahan lagi menyembunyikan kesedihan nya, sehingga air mata nya tidak dapat lagi terbendung, dan akhirnya air mata Sinta mengalir deras di pipinya, sehingga membasahi semua pipinya dan hingga terjatuh pada pelukan ibunya.


"ibuuuuu .... maafin Sinta , karena Sinta baru bisa menemui ibu saat ini, lalu sekarang bagaimana keadaan ibu "!.


Sudah nak, kamu tidak usah menangis seperti ini , ibu baik-baik saja ko, ibu masih kuat, sakitnya ibu mungkin cuman rindu sama kamu.


Sudah lah, ya keadaan ibu seperti ini, begini-begini saja nak, masih belum bisa apa-apa, namun setelah kedatangan mu, ibu merasakan lebih kuat. Sahut ibu nya dengan suara lirihnya.


kemudian Sinta memeluk tubuh ibunya yang kini semakin kurus saja, apa lagi setelah Sinta pergi ke ibu kota penyakitnya itu semakin sering kambuh.


"Ibu maafin Sinta, karena Sinta belum bisa membahagiakan ibu dan bapak"!.


Iya nak tidak apa-apa, dengan kamu pulang dan bisa bertemu sama ibu dalam ke adaan seperti ini pun, ini juga sudah suatu kebahagiaan buat ibu dan bapak.


"Ibu cepat sembuh ya, ibu harus semangat, jangan lupa makan yang teratur, dan minum obat nya juga ?. karena Sinta ingin melihat ibu dalam ke adaan sehat wal'afiat'?.


Iya nak. kamu juga jaga kesehatan, kamu harus sehat terus, apa lagi kamu ini kan masih muda, kamu harus kuat, dan kamu harus semangat terus ya.


"Tetapi bu, mengapa ibu bisa sakit seperti ini, pokoknya ibu harus sehat kembali"?. ucap Sinta masih dalam keadaan nangis tersedu-sedu.


iya nak, ibu juga pinginnya sehat terus, tetapi apa lah daya, kita ini hanya manusia biasa, yang penting kita sudah berusaha, namun kita harus pasrah sama ketentuan dari yang maha kuasa, jika kita sudah waktunya sakit ya pasti sakit, yang penting kita harus sabar, ikhlas dan selalu berdo'a dan berusaha.

__ADS_1


"Iya buuu... maafin Sinta ya"?.


iya nak, Sudah lah kamu tidak usah minta maaf terus menerus, kan ibu juga jadi ikutan sedih, sudah ya, lebih baik kamu mandi terus istirahat.


" tetapi bu"!.


sudah lah nak, ibu sekarang sudah lebih baik, memang kemarin ibu tidak kuat untuk bicara sedikit pun, tetapi saat ini kamu bisa lihat sendiri kan, ibu langsung sehat sudah kuat berbicara sama kamu, tandanya ibu sudah sehat kan, karena ibu sudah melihat kamu anak ibu, ibu bahagia banget bisa bertemu lagi sama kamu.


tangis Sinta semakin pecah, karena mendengar kata-kata ibunya itu, ibunya sangat lemah namun berusaha berbicara walaupun cuman


berbisik pelan.


tetapi sinta bisa mendengar suara ibunya dengan jelas, walaupun sangat pelan, tetapi Sinta berusaha mendekatkan telinganya kepada Bibir ibunya , agar semua kata-kata yang di ucapkan oleh ibunya itu bisa terdengar jelas oleh Sinta.


.


.


*****


. Mohon dukungannya kakak semuanya, jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar, agar makin semangat up lagi.

__ADS_1


Harap di ma'lum karena masih banyak kekurangan nya karena masih tahap belajar.


Terima kasih 🙏🙏🙏....


__ADS_2