CINTA GAVESHA

CINTA GAVESHA
Bab 48


__ADS_3

Siapa sangka pertemuan kemarin membuat Gricella kesal dengan Bryan yang terkesan membela Chandra. Mengingat wajah pria itu membuat Gricella bersumpah, jika dirinya bertemu kembali dengan pria itu maka ia akan memberi perhitungan.


Minggu siang ini Gricella memiliki agenda untuk jalan-jalan bersama teman-teman putih abu-abu. Tujuan kali ini adalah mall besar yang memiliki wahana roller coaster.


Gricella dan teman-temannya berencana untuk menonton bioskop. Namun sebelum film yang diinginkannya mulai, terlebih dahulu gadis itu shopping bersama ketiga temannya.


Gricella dan ketiga sahabatnya masuk ke sebuah toko pernak pernik wanita. Setelah membeli beberapa barang di toko itu, kini mereka beralih menuju ke salah satu kedai minuman. Mereka berjalan beriringan, berbincang sambil bergurau.


Namun tanpa sengaja mata Gricella melihat sosok gadis yang kemarin ditemui olehnya. Gricella berhenti dan menatap tajam ke arah objek yang saat ini menjadi perhatiannya.


"Cell, kamu lihat apa sih?" tanya salah satu sahabat gadis itu.


"Tunggu sebentar, ada yang harus aku selesaikan," jawab Gricella


Tanpa berkata lagi, gadis itu pun pergi meninggalkan ketiga sahabatnya yang masih bingung dengan sikap gadis itu. Dengan langkah lebar dan perasaan kesal, gadis itu tidak sabar ingin melabrak orang tersebut. Gricella berhenti di ambang pintu restoran tersebut, ia segera meraih ponselnya dan berjalan sambil memvideokan orang itu. Kini pusat perhatiannya saat ini adalah seorang gadis yang sedang duduk berdua bersama seorang pria yang tidak dikenalnya.


Gricella berdiri di sebelah meja orang itu setelah puas memvideokan dan mengirimkannya ke nomor seseorang yang sangat dekat dengannya. Gricella berdiri sambil melipat kedua tangannya didepan dada.


"Oh, jadi begini sikap kamu dibelakang Kak Bryan! Disaat Kak Bryan sibuk dengan pekerjaannya, kamu sebagai kekasihnya malah asyik duduk berdua dengan pria lain. Dan berselingkuh di belakang Kakakku!" tuduh Gricella.


Vesha sangat terkejut dengan kedatangan Gricella, tambah lagi baru saja gadis itu melemparkan tuduhan pada dirinya. Ya, Vesha saat ini sedang duduk berdua bersama Sagara. Sebenarnya Vesha tidak hanya berdua dengan Sagara, melainkan ada Shena, Marvin dan Chandra. Namun entah kemana mereka bertiga perginya.


Vesha langsung berdiri dari posisi duduknya. Sagara yang bingung dengan kedatangan gadis yang tidak dikenalnya pun ikut berdiri dari duduknya.


"Apa yang kamu katakan itu tidak benar, Cella. Aku tidak berselingkuh dengan siapapun, dia teman kecilku. Namanya Gara, dan Kakak kamu itu juga mengenalnya." jawab Vesha saat membela dirinya.


Gricella tersenyum sinis. "Ck, mana ada orang selingkuh mengaku!" ketusnya.


"Hei, Nona. Aku memang tidak mengenal anda. Tetapi apa yang dikatakan Vesha itu benar. Lagi pula kami datang dengan ketiga teman kami," sahut Sagara dengan cepat.


Sagara merasa kesal karena tiba-tiba gadis itu datang dan asal menuduh Vesha. Sagara tidak terima Vesha dituduh selingkuh dengannya, karena Sagara sangat tahu Vesha gadis seperti apa.


Gricella menatap tidak suka pada Sagara. "Hilih, masih mau ngeles saja kalian ini. Kalian tenang saja, aku akan pastikan hubungan kalian akan resmi. Tapi setelah Kakakku memutuskan hubungannya dengan wanita ini," ucap Gricella yang masih menatap tidak suka pada Vesha.


Vesha menggelengkan kepalanya. "Aku tidak selingkuh, Cell. Kamu salah tanggap," lirih Vesha.


Gricella memutar bola matanya malas. "Pantas saja Mommy tidak menyetujui hubungan kamu dan Kak Bryan. Ternyata memang Mommy tidak salah atas keputusannya. Memang sebaiknya kamu tidak berhubungan dengan Kakakku," kata Gricella.


[Deg…]


Jantung Vesha terasa nyeri, wajahnya seketika berubah pias. Sagara melihat itupun menatap iba ke arah Vesha, sebuah fakta baru diketahui. Kalau ternyata hubungan Vesha dan Bryan ditentang oleh ibu dari si pria.

__ADS_1


"Sha," panggil Sagara dengan suara lembut.


Vesha menatap Sagara dan tersenyum memaksa. Lalu ia kembali menatap Gricella dengan masih menunjukkan senyumannya.


"Apa mau kamu, Gricella?" tanya Vesha.


Gricella tersenyum sinis, gadis itu ingin membalas pertanyaan Vesha. Namun, suara barito seseorang membuatnya berhenti.


"Ada apa ini?" tanya pria itu.


Gricella menoleh dan mendapati Marvin, Chandra, Langit dan Shena. Mata gadis itu pun melotot dan langsung melepas lipatan tangannya dari depan dada.


"Perempuan ini lagi!" guman Chandra.


Marvin dan Langit pun menoleh ke Chandra. "kamu mengenalnya, Chan?" tanya Marvin.


"Hmm, dia calon adik iparnya Vesha," ledek Chandra.


"Hei!" Gricella mengacungkan satu jarinya ke depan Chandra. "Siapa bilang aku calon adik ipar dari wanita tukang selingkuh ini. Bahkan aku tidak sudi memiliki Kakak ipar seperti dia," sambung Gricella seraya menunjuk ke arah Vesha.


"Jaga ucapanmu!" dengan cepat Shena menepis tangan Gricella dengan cukup kasar.


Shena berbalik menunjuk wajah Gricella dengan jari telunjuknya. "Ingat baik-baik gadis tidak tahu apa-apa! Yang kamu tuduh itu adalah sahabatku, dan apa yang kamu tuduhkan itu tidak benar. Jangan menjudge seseorang jika kamu tidak tahu apa-apa!" bentak Shena.


"Aku tidak terima dia menuduh Vesha tanpa adanya bukti," sahut Shena.


"What! Kalian masih perlu bukti? Memangnya kalian tidak bisa melihatnya? Apakah kalian buta? Sudah jelas dia sedang asyik berduaan dengan pria ini," dengan begitu kencang Gricella berkata demikian.


Hingga seluruh pengunjung restoran memusatkan perhatian mereka pada 7 orang yang sedang bersitegang.


Chandra menggelengkan kepalanya, dia pun sedikit maju dan menghampiri Gricella. Hingga gadis itu memundurkan kakinya beberapa langkah.


"Kamu memang sangat suka keributan, ya? Tidak bisakah kamu sedikit anggun dan tidak mencari keributan dimanapun kita bertemu?" ucap Chandra.


"Sudah jelas Vesha tidak selingkuh karena dia tahu ada hati yang harus ia jaga. Lagi pula Vesha tidak datang dengan Saga berdua saja, tetapi ada kami. Kamu bisa melihatnya sendiri kan?" sambung Chandra dengan memberi tatapan tidak sukanya pada gadis itu.


Gricella berdecak kesal, ia merasa dirinya semakin tersudut. Niatnya hanya ingin membuat Vesha malu karena ketahuan selingkuh, tetapi malah dirinya yang malu.


Seorang manager restoran menghampiri kerumunan Vesha dan yang lainnya. Setelah mendapat pengaduan dari salah satu anak buahnya mengenai keributan yang membuat para pengunjung lain risih.


"Permisi!"

__ADS_1


Semuanya pun segera menoleh dan menatap pria itu.


"Maaf, untuk Mas dan Mbak nya. Biar saya luruskan sedikit," ujarnya saat menatap ke arah Gricella dan Chandra.


"Agar tidak terjadi keributan lagi, saya bisa menjadi saksi. Kalau Mbak ini tidak datang berdua bersama Mas ini," ucapnya lagi seraya menunjuk ke arah Vesha dan Sagara.


"Mereka datang bersama-sama, dan kursi ini juga sudah di reservasi atas nama Tuan Marvin untuk acara temu kangen dengan sahabatnya. Jadi saya mohon untuk tidak membuat keributan lagi di restoran ini. Setelah saya memberi kesaksian disini," sambungnya sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada.


Memang Marvin telah mereservasi tempat duduk untuk mereka untuk berkumpul. Marvin, Shena dan Chandra keluar dari restoran saat Langit minta dijemput oleh Chandra. Sedangkan Marvin sendiri menemani Shena yang ingin membeli sesuatu. Hingga akhirnya kejadian tidak terduga terjadi.


Ia bahkan merutuki dirinya sendiri. Karena tidak ingin dirinya semakin malu dan tersudut. Tanpa berbasa basi lagi, akhirnya Gricella pergi begitu saja tanpa meminta maaf pada Vesha dan Sagara.


Chandra semakin kesal dengan sikap Gricella. Dengan cepat pula Chandra mengejar gadis itu. Chandra menarik lengan Gricella dengan kasar setelah mereka keluar dari restoran itu.


"Tunggu!" saat itu juga Chandra sedikit menghempas lengan Gricella.


"Apaan sih?" bentak Gricella.


Dari kejauhan ketiga teman Gricella pun saling bisik-bisik. Lalu segera menghampiri Gricella.


"Apakah seperti ini yang diajarkan oleh keluargamu dalam menghadapi seseorang, hmm? Tidak bisakah kamu meminta maaf atas keributan yang sudah kamu ciptakan. Apalagi tadi kamu sudah menuduh Vesha berselingkuh. Setidaknya minta maaf sama Vesha sebelum kamu pergi dari tempat itu." ucap Chandra.


Dengan kesal pria itu menarik tangan Gricella. "Ayo, minta maaf dulu sama Vesha!" paksa Chandra.


Namun dengan cepat Gricella menarik tangannya kembali. "Aku tidak mau, kenapa aku harus minta maaf dengan wanita yang suka selingkuh itu."


"Kau!" Chandra membentak Gricella dengan rahang yang mulai mengeras.


"Kau benar-benar wanita tidak tahu diri," Chandra menghempaskan tangan Gricella cukup kasar.


"Suatu saat kamu akan menyesal, Nona!" ucap Chandra lagi sebelum ia pergi meninggalkan Gricella yang menjadi perhatian orang yang lewat.


Gricella menatap kesal ke arah punggung Chandra. Hatinya tidak karuan, perasaannya benar-benar bercampur aduk. Marah, kesal, dan malu menjadi satu. Ingin rasanya ia menangis disana, namun image nya lebih tinggi. Jadi ia menahannya, hingga ketiga teman Gricella baru berani menghampiri gadis itu.


"Cell, kamu nggak apa-apa?" tanya salah satu temannya.


Gricella menatap ketiga temannya itu. "Kemana saja kalian, kenapa baru datang?" tanya balik Gricella dengan menatap kecewa pada mereka.


"Ma-maafkan kami, Cell. Tadi kan kamu sendiri bilang kalau kami harus menunggu kamu di sana. Jadi kami menunggumu saja di seberang restoran itu," jawab temannya itu.


Gricella menggelengkan kepalanya, lalu ia sedikit tertawa miris setelah mendengar jawaban dari salah satu temannya.

__ADS_1


"Kalian benar-benar bikin aku kecewa," lirih Gricella.


Gadis itu pun pergi meninggalkan kebingungan pada diri mereka masing-masing. Dengan perasaan campur aduk Gricella pergi meninggalkan mall tersebut.


__ADS_2