
Setelah kejadian ditinggal ke mall oleh Vesha beberapa hari yang lalu. Bryan tidak diizinkan menjaga Lovely sendirian tanpa pendamping. Naura yang mengetahui kabar itu pun selalu mewanti-wanti Bryan. Bahkan saat Vesha sedang ada keperluan diluar, Naura meminta agar Lovely di titipkan saja ke dirinya. Toh, di rumah Naura dan Sean tidak ada kerjaan. Mereka juga merasa sepi karena hanya berdua saja di rumah tersebut.
Gricella dan Devano selalu sibuk dengan urusan masing-masing. Jadi jarang berkumpul bersama, walau sekedar minum teh di sore hari. Padahal Naura dan Sean berharap sangat kalau Gricella atau Devano menikah dan memiliki anak. Mereka juga berharap kalau cucu mereka tinggal di rumah utama.
Hari ini Vesha dan Bryan sedang ada acara, dan tidak memungkinkan mereka untuk mengajak Lovely dan juga Kai. Jadi sementara ini bayi cantik dan pangeran tampan itu dititipkan pada Naura dan Sean. Beruntung di rumah juga ada Devano, jadi Bryan juga bisa meminta Devano untuk membantu menjaga Lovely.
"Maafkan aku yang harus menitipkan Lovely dan Kai pada Mommy dan Daddy," ucap Vesha yang merasa sangat tidak enak.
"Husst, tidak apa-apa. Justru Mommy dan Daddy kamu sangat senang bisa membantu menjaga Lovely. Sudahlah kamu tenang saja, nikmati pesta itu. Biarkan anak-anak bersama kami," jawab Naura.
"Yang dikatakan Mommy kamu itu benar, Sha. Kamu jangan khawatirkan mereka, mereka aman bersama kami," sahut Sean membenarkan ucapan istrinya.
"Tapi ini bukan masalah keamanan mereka, Daddy. Tapi, aku takut mereka merepotkan kalian berdua," ucap Vesha.
Naura tersenyum dan menyentuh pundak Vesha. "Kami tidak merasa direpotkan oleh kedua anak-anakmu. Mereka adalah cucu kami, justru Mommy dan Daddy sangat senang mereka ada disini. Lagipula Kai sudah besar dan sudah mengerti, dia adalah Kakak yang sangat mengerti. Bahkan dia juga bisa menjaga adiknya," jawab Naura.
Setelah perdebatan kecil itu, akhirnya Vesha membiarkan kedua mertuanya menjaga kedua anaknya. Vesha dan Bryan pun sudah berangkat menuju acara yang akan dilaksanakan di Bogor.
Jam makan siang pun tiba, Naura mengajak Kai untuk makan siang terlebih dahulu. Setelahnya baru dia menyuapi Lovely. Devano datang sambil menggendong Lovely yang selalu menempel pada pria itu.
Naura yang melihat kedatangan putra angkatnya itu pun segera berdiri dan mencoba mengambil alih Lovely dari gendongan Devano.
"Sini biar Mommy yang gendong Lovely, kamu makan saja dulu, temani Kai."
Saat tangan Naura hendak mengambil tubuh mungil itu, saat itu juga Lovelt memberontak dan tidak mau digendong oleh neneknya.
Devano tersenyum. "Biarkan saja, Mom. Devan bisa kok makan sambil menggendong Lovely," ucap Devano.
__ADS_1
"Tapi dia juga harus makan siang, Dev." jawab Naura.
"Kalau begitu tolong Mommy bawakan makanan Lovely ke ruang tengah saja. Devano akan makan di sana sambil mengajaknya nonton Cocomelon," ujar Devano.
Naura menghela nafasnya. "Ya sudah, kau tunggulah di ruang tengah. Nanti Mommy minta tolong Mbak Dina untuk membawakan makanan untuk kamu dan Lovely," jawab Naura yang langsung di anggukkan kepala oleh Devano.
Devano pun kembali membawa Lovely ke ruang tengah. Kai yangbsedang asyik makan hanya bisa menggelengkan kepalanya saja saat melihat kelakuan adiknya.
"Lovely manja sekali sama Uncle Devan," celetuk Kai pelan tapi masih dapat di dengar oleh Naura.
Naura hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya saja mendengar celetukkan dari cucu pertamanya. Naura pun menyiapkan makanan untuk Devan dan Lovely. Lalu Naura minta tolong ke Mbak Dian untuk membawakannya ke ruang tengah, dimana Devan sedang bersama Lovely.
Di ruang tengah Devano sudah menyiapkan laptop dan langsung masuk ke aplikasi YouTube. Pria itu segera mencari chanel Cocomelon kesukaan Lovely.
Mbak Dian langsung menaruh makanan tersebut di atas meja. Setelah Devan mengucapkan terimakasih pada Mbak Dian, wanita itu pun kembali ke belakang.
Devan memindahkan Lovely ke tempat duduk yang dikhususkan untuk bayi seumuran Lovely. Devan sengaja mendahulukan menyuapi Lovely sebelum ia makan. Nampaknya Devan tidak kesulitan saat menyuapi bayi gembul itu. Terlihat Lovely sangat lahap saat disuapi oleh Devan.
Namun baru beberapa suap Devan makan, Lovely merengek minta digendong oleh pria itu. Dengan terpaksa Devano mengangkat tubuh bayi itu dan menaruhnya di atas pangkuannya. Baru saja Devano hendak merapikan posisinya, tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan pergerakan yang dilakukan oleh bayi gembul itu.
"Astaga, Lovely…. Apa yang kamu lakukan? Tanganmu cepat sekali menyambar makanan Uncle," keluh Devano yang hampir berteriak.
Devano hanya bisa menghela nafasnya sambil menggelengkan kepalanya. Bukannya mengambil tisu untuk membersihkan tangan Lovely, tetapi Devano malah mengambil ponselnya dan memotret tangan Lovely yang masih banyak nasi di tangannya.
Lalu pria itu menguploadnya ke dalam insta story nya dengan caption 'Si tangan tercepat, jurus kilat kuning'. Devano sedikit terkekeh saat mengupdate nya di medsos pribadi miliknya. Ia yakin Bryan dan Vesha melihat postingannya, ia bahkan dapat membayangkan apa yang akan terjadi nantinya.
__ADS_1
(Si tangan tercepat di dunia dengan jurus kilat kuning)
Devano mencubit gemas pipi chubby milik keponakan nya itu. "Kau benar-benar menggemaskan sekali," gumam Devano yang masih mencubit pipi Lovely.
Tangis bayi itu pun pecah, hingga membuat Devano terkejut dan agak panik. Tidak lama Naura dan Sean pun datang setengah berlari dari arah dapur.
"Ada apa Devan, kenapa Lovely menangis seperti itu?" tanya Naura.
"Kamu apakan princes Daddy, Devan?" tanya Sean agak sedikit membentak Devano.
Devan hanya menampilkan cengiran di wajahnya. Naura dan Sean sempat terkejut saat melihat tangan bayi mungil itu masih terlihat sangat kotor, masih ada banyak nasi di sana.
"Astaghfirullah, apa yang terjadi pada padanya?" Naura kembali bertanya sambil mengambil tisu basah dan membersihkan tangan sang cucu.
Sean hanya menggelengkan kepala sambil menepuk keningnya melihat kelakuan sang cucu.
"Berikan Lovely pada Daddy! Kamu lanjutkan saja makannya." Sean pun mengambil alih Lovely dan beruntung bayi itu mau dengan sang kakek.
Sementara itu Bryan yang baru saja selesai makan siang bersama Vesha dan para tamu undangan, tidak sengana melihat ponselnya dan ada notifikasi dari aplikasi Instagram Devano.
Lalu Bryan melihat notifikasi itu dan alangkah terkejutnya dia saat melihat postingan Devano. Bryan terkekeh geli dan membuat Vesha sangat penasaran dengan apa yang dilihat suaminya.
"Kamu lihat apa sih, Mas?" tanya Vesha.
Bryan menoleh dan menyodorkan ponselnya. "Lihatlah ini," jawab Bryan sambil memberikan ponselnya pada Vesha.
"Astaghfirullah," Vesha langsung menutup mulutnya dengan satu tangannya.
__ADS_1
Mereka berdua pun terkekeh geli melihat tingkah Lovely yang dijaga oleh Devan. Benar-benar tidak habis pikir, bagaimana bisa Lovely merampas makanan Devano.
(TAMAT)