
Anak laki-laki itu setelah mengetahui jika dirinya mendapatkan bala bantuan segera berlindung dibalik punggungnya Riana. Dia segera melempar satu potong daging ayam yang ada di dalam kantong kresek yang dipegangnya ke arah yang jauh dari tempat mereka. Anjing itu segera berlari mengejar potongan daging ayam itu.
"Ayo cepat lari sebelum premannya mengalahkan anjingnya," teriak Nafeesa yang menarik tangan anak laki-laki yang umurnya lebih tua dan tingginya melebihi usianya itu ke arah sepedanya berada.
"Naik di belakang sepedaku, aku antar kamu pulang," pekik gadis yang berkepang dua itu.
Anak pria itu langsung menuruti perkataan dari Adriana kecil dan berpegangan erat di pinggangnya. Tubuh jangkung kurus dari anak laki-laki itu cukup bergetar dan mengeluarkan peluh keringat bercucuran membasahi seluruh tubuhnya.
"Kamu tidak perlu takut lagi, anjingnya tidak bakalan mengejar kita lagi," ucapnya yang berusaha untuk menenangkan diri anak laki-laki itu karena Riana merasakan tangannya yang masih gemetaran dan berkeringat dingin saat tidak sengaja menyentuh tangannya Nafeesa.
"Kamu tinggalnya dimana? Supaya aku bisa mengantarmu pulang," tanyanya yang sudah memelankan sedikit laju kayuhan sepedanya.
Dari situlah awal pertemuan mereka yang pertama hingga hari ini yang membuat Akmal merasa berhutang budi kepada Nafeesa kecil.
Flashback off…
Adriana menutup mulutnya saking tidak percayanya dengan kenyataan yang ada, jika anak laki-laki itu adalah calon Tuan Mudanya sekarang yang akan menjadi calon suaminya.
"Apa kamu sudah mengingatnya?" Tanya Nyonya Dewi yang memperhatikan raut wajah Adriana yang masih tidak percaya dengan yang terjadi.
"Semoga kamu bisa mempertimbangkan apa yang aku pinta sama kamu," harap Nyonya Dewi yang sangat berharap agar ia menyetujui dan bersedia memenuhi keinginan Nyonya Dewi.
Adriana kembali dibuat bimbang dan belum bisa memberikan jawaban dari permintaan Nyonya Dewi.
"Riana kamu sudah mengetahui kondisi kesehatan dari Akmal, Nenek mohon jangan biarkan dia mengetahui jika kamu tahu tentang penyakitnya itu, pasti dia akan marah," ucapnya dengan meminta tolong pada Riana.
Adriana tidak tahu harus menjawab apa, karena dia tidak ingin menikah lagi untuk kedua kalinya. Jika calon suaminya sama sekali tidak mencintainya dan satu hal lagi yang paling penting adalah dia baru empat bulan lebih bercerai secara agama dari suaminya.
__ADS_1
"Bagaimana Adriana, apa kamu bersedia menikah dengan cucuku?" Tanyanya dengan penuh harap.
"Maaf sepertinya itu sulit untuk saya penuhi Nyonya, mengingat status saya yang baru putus cinta dan kami tidak saling mencintai," jelas Adriana.
Nyonya Dewi hanya tersenyum mendengar penjelasan dari mulutnya Nafeesa sambil berkata,"status kamu yang baru ditinggalkan oleh kekasihmu yang menikah dengan perempuan lain, jadi apa yang perlu dirisaukan lagi dan sesuai yang saya dengar kalau suamimu sama sekali tidak peduli dengan hidupmu, jadi apa yang harus kamu ragukan dan pertambangkan lagi?" tanyanya yang masih menunggu Adriana menjawab ya.
"Aku tidak tahu harus memutuskan bagaimana disisi lain aku masih sangat mencintainya walaupun dia sudah menikah dengan wanita lain, tapi aku juga kasihan melihat Nyonya Dewi yang ingin melihat Akmal bahagia juga."
Adriana benar-benar dilema untuk memutuskan apa yang terbaik yang dia harus pilih. Dia takut jika pernikahannya akan seperti Ibunya yang ditinggal setelah hamil karena dia wanita miskin padahal ayah dan ibunya saling mencintai, lalu apa lagi Akmal sama sekali tidak mencintainya.
"Karena kamu diam!! Berarti kamu setuju dan maaf saya tidak menerima penolakan lagi," ucapnya sambil menekan tombol kunci ruangannya.
Masuklah Prita yang sedari tadi berdiri di depan pintu. Prita yang mengetahui jika kehadirannya dibutuhkan oleh atasannya segera berjalan ke arah dalam.
"Prita segera urus semua kebutuhan dan seserahan lamaran ke rumahnya Nafeesa, ingat jangan sampai ada yang kurang ataupun kesalahan, saya ingin lamaran tersebut terbaik di negara kita ini," ucapnya yang tidak ingin dibantah.
"Ok, tapi ingat sebelum jam 10 kita sudah di rumahnya Adriana," ucapnya lagi yang tersenyum sumringah karena apa yang diinginkan selama ini akan menjadi kenyataan.
Riana kembali dibuat shock dengan perintah dari Nyonya Dewi. Dia tidak ingin menikah dalam waktu dekat ini dan hati dan perasaannya masih tertuju untuk Mas Yudi seorang.
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini, ceritanya pasti berbeda dan tetap recehan dan insya Allah menghibur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dilema Diantara Dua Pilihan
__ADS_1
Pelakor Pilihan
Pesona Perawan
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…
Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya..
Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan Readers..
Silahkan mampir juga ke Novel aku yang lain judulnya:
Pesona Perawan
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pelakor Pilihan
__ADS_1