
Prita kemudian tersenyum licik melihat raut wajahnya Andrea berubah sendu dan sedih. Prita sangat mengetahui jika Andrea tipe perempuan yang sangat ambisius.
"Aku tidak akan membiarkan kamu berhasil untuk menggoda Tuan Muda, lagian kamu itu bukan levelnya Nyonya Dewi, camkan itu Dokter Andrea!" Gertak Prita yang mengancam dan memberikan ultimatum terhadap Andrea agar segera tersadar dari obsesi dan pikiran piciknya.
Prita segera berjalan ke arah dalam dan mengikuti jejak Nyonya Dewi. Sedang Andrea mengepalkan tangannya yang sangat marah mendengar penuturan dari Prita. Matanya memerah dan hidungnya kembang kempis saking marahnya.
Dokter Andrea memperbaiki letak posisi kacamatanya itu sembari berkata,"Aku akan membuktikan kepada kalian siapa Prita sebenarnya tapi, tunggu saat yang tepat saja."
Dokter yang kesehariannya sering memakai kacamata yang cukup tebal itu sejak lama sudah menyimpan rasa cinta terhadap Akmal. Andrea adalah salah satu teman kuliahnya almarhumah Rianti istri pertamanya Akmal Pradipta Saiden.
Nyonya Dewi mengantar Adriana ke dalam kamar khusus untuknya. Bukan ke dalam kamar suaminya hal itu dilakukan untuk menghindari agar Adriana tidak kembali histeris jika, tiba-tiba Akmal kembali pulang dari Jerman.
"Mama apa ini kamarnya Ariana?" Tanyanya yang menatap mengelilingi keseluruh sudut ruangan kamar itu yang sangat jauh berbeda dengan keadaan kamarnya.
"Iya sayang! Ini kamar kamu dan mulai hari ini kamu akan tinggal dan tidur di dalam kamar yang khusus Mama buatkan untuk kamu," ujarnya Nyonya Dewi saat memutar handle pintu sehingga tampaklah dari luar keseluruhan isi dari dalam kamar itu.
Adriana spontan memeluk tubuhnya Bu Dewi dengan penuh kasih sayang dan kebahagiaan,"makasih banyak Mama, aku sangat menyukai kamar ini, aku semakin sayang sama Mama."
"Mama juga sangat sayang sama kamu Nak, Mama berharap setelah kamu tinggal di rumahnya Mama kamu bisa bahagia dan melupakan semua kepahitan dan masalah yang pernah terjadi di dalam hidup kamu sayang," ujar Bu Dewi yang sangat berharap agar anak menantunya segera sembuh dari penyakitnya yaitu trauma yang dialaminya.
Mereka saling berpelukan menyalurkan rasa yang ada. Andrea yang melihat apa yang sedang mereka lakukan kembali marah dan hingga membuncah di dalam dadanya saking bencinya melihat Adriana dan Nyonya Dewi yang selalu memberikan perhatian khusus hanya untuk Adriana seorang.
__ADS_1
"Berbahagialah dan tersenyumlah sebelum dalam hidup kalian hanya kesedihan yang nantinya akan menemani kehidupan sehari-hari kalian," batinnya Dokter Andrea.
Prita yang baru saja datang segera berjalan mendahului Andrea yang berjalan sangat pelan dengan menyenggol lengan Andrea sehingga tubuhnya Andrea sedikit terdorong ke samping dan mengenai pintu masuk.
Prita yang melihat hal tersebut hanya melirik sepintas dengan tersenyum licik kearahnya Andrea.
"Aku sangat tahu apa yang ada di dalam pikiranmu dan apa yang nantinya akan kamu lakukan kepada Nyonya Muda," Prita membatin.
"Jika aku menjalankan balas dendam ku sasaran pertamaku adalah kamu yang harus angkat kaki dari sini," gumamnya Andrea.
Nyonya Dewi yang melihat kedatangan mereka hanya tersenyum hangat dan penuh keakraban.
"Dokter tolong periksa kondisi menantuku!" Perintahnya Bu Dewi saat Adriana sudah berbaring di atas ranjang king size-nya Riana.
"Mama!! Aku tidak ingin diperiksa oleh dokter gadungan itu!! Aku tidak mau sampai kapan pun!" teriaknya sambil mendorong dengan kuat tubuhnya Andrea hingga tersungkur ke atas lantai marmer tersebut saking kuatnya kacamatanya terlepas dari atas hidung mancungnya Andrea.
...----------------...
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Pesona Perawan
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…
Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift seikhlasnya..
__ADS_1
Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan..