
"Ya Allah… kenapa bola matanya yang hitam kelam seperti aku pernah melihatnya, tapi dimana itu yang jadi masalah karena aku tidak ingat dimana?" Riana membatin ditempatnya dengan tangannya yang masih menjulur ke arah depan.
"Indahnya bola matanya yang sebening embun pagi secerah sinarnya mentari, aku teringat dengan mata seseorang tapi siapa serasa aku dejavu dengan keadaan putranya itu," batinnya Akmal.
Nyonya Rima tersenyum tipis melihat mereka yang saling berpandangan," aku yakin lambat laun kamu pasti akan bertekuk lutut di hadapannya Adriana istrimu," gumaman Bu Rima.
"Tuan Muda Akmal silahkan dibuka penutup wajahnya istri Tuan!" Tutur Pak Penghulu.
Akmal terdiam tanpa suara ataupun gerakan yang berarti. Dia hanya terdiam membeku di tempatnya. Bu Rima segera menyenggol lengan anak semata wayangnya itu.
"Akmal! Apa kamu dengar perintah Pak Penghulu?" Bisiknya Bu Rima dengan tampangnya yang greget dengan tingkah laku ajaib pengantin baru itu.
Akmal segera tersadar dari lamunannya,ia refleks menutup meraih kain himar penutup wajahnya Adriana, tapi tangannya hanya menggantung saat dia ingin melaksanakan perintah dari Mamanya dikarenakan hpnya yang sedari tadi berdering terus.
Akmal pun melihat dan memeriksa hpnya karena sedari tadi berdering tanpa henti-hentinya. Wajahnya langsung memerah menahan amarahnya yang membuncah karena kegiatannya diganggu.
"Maaf aku harus angkat telponnya dulu," terang Akmal lalu berjalan ke arah tempat lain yang agak menjauh dari tempatnya semula.
Baru saja Akmal menyentuhkan hpnya ke telinganya dia berteriak kencang karena terkejut dengan perkataan dan penjelasan dari asisten pribadinya.
"Apa yang terjadi dengannya, kenapa nampaknya dia seperti ada yang sesuatu yang terjadi yang emergency," lirihnya Bu Rima.
Akmal mengepalkan tangannya kemudian berjalan ke arah tempat perempuan yang baru dinikahinya sekitar 20 menit yang lalu.
"Mama! Aku harus berangkat ke Jerman, pabrik kita di sana terjadi kebakaran," terangnya yang langsung meninggalkan ruangan tersebut tanpa menunggu reaksi ataupun jawaban dari Mamanya.
__ADS_1
"Maafkan putraku yang harus pergi dari sini karena ada kejadian yang harus ditanganinya secepat mungkin," ungkap Bu Rima yang meminta maaf sebesar-besarnya dan setulusnya.
Adriana yang mendengar perkataan dari Ibu mertuanya hanya tersenyum pasrah karena tidak mungkin dia melarang suaminya untuk berangkat ke luar negeri.
"Tidak apa-apa kok Nyonya, kami yang ada di dalam sini bisa memakluminya iya kan?" Jelasnya Bu Laila Sari yang mengedarkan penglihatannya ke sekelilingnya.
Semua orang yang datang memakluminya dan oleh karena itu, Riana memutuskan untuk membuka penutup kain wajahnya karena sudah gerah memakai kain seperti itu.
Baru beberapa meter mobilnya Akmal pergi dari sana, rombongan dari rekan kerjanya satu divisi di bagian keuangan baru datang sehingga mereka sedikit terlambat untuk melihat langsung dari wajahnya suaminya Riana karena tujuan utamanya mereka adalah untuk melihat langsung kondisi dari suaminya Riana.
"Assalamualaikum," ucap mereka bersamaan yang berjumlah 7 orang itu.
"Waalaikum salam," jawab serentak dari beberapa orang yang hadir memenuhi ruangan tersebut.
Adriana yang melihat kedatangan teman dan sahabatnya langsung tersenyum manis dan mendekati mereka tanpa menunggu mereka yang berjalan ke arahnya.
"Masyaallah cantiknya manten kita yah," puji dari Dimas setulus hatinya sambil menjabat tangannya Adriana.
Adriana yang mendengar berbagai ucapan dari para sahabatnya itu sangat bahagia dan wajahnya selalu terukir senyumannya yang tulus dan cantik itu.
"ya Allah semoga kebahagiaan selalu menyertai kehidupan putriku," doa tulus dari Bu Laila Sari yang terharu melihat putrinya menikah dan sedih karena Ayahnya tidak ada disaat anaknya memulai hidup baru dan tak hadir dihari bahagianya anak pertamanya.
"Alhamdulillah, hidupku memang tidak sempurna, tetapi aku selalu bersyukur atas apa yang aku miliki karena semua itu juga pemberian dari Tuhan."
...****************...
__ADS_1
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Pesona Perawan
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…
Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift seikhlasnya..
__ADS_1
Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan..