Cinta Kedua CEO

Cinta Kedua CEO
Bab. 73. Fakta Terungkap Sudah


__ADS_3

Baru beberapa langkah kakinya melangkah Prita dan Pelangi meninggalkan ruangan itu membuat langkahnya terhenti karena suara instruksi dari seseorang.


"Prita!! Jelaskan kepadaku siapa ayahnya Pelangi?" Tanyanya seseorang sambil berdiri dari duduknya dan berjalan ke Prita yang terhenti langkahnya.


Bu Salma menatap ke arah keponakan satu-satunya yang dia miliki. Sedangkan raut wajahnya Prita semakin nampak tegang dan penuh dengan rasa emosi dan ketakutan yang bercampur menjadi satu bagian di dalam hatinya.


Prita menghentikan langkahnya lalu menolehkan kepalanya ke arah belakang tepat kehadapan Samuel. Ternyata orang yang melemparkan pertanyaan kepadanya adalah Sam, pria yang telah merenggut kesuciannya yang setelah meraih kenikmatan itu dengan teganya tidak mencari dan menyadari apa yang telah dilakukannya waktu itu.


"Katakan padaku, siapa ayahnya Pelangi?" Tanyanya Sam yang kemudian bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah Prita yang menatapnya tak berkedip sedikitpun dan bibirnya kaku, lidahnya tiba-tiba keluh seketika kala itu.


"Ya Allah… semoga hatinya Prita terbuka untuk jujur dihadapan mereka dan hari ini adalah saat yang tepat untuk berkata jujur dan membuka semuanya di depan anggota keluarganya, aku tak kuasa melihat dan mendengar omongan dari orang tua murid yang selalu menghina dan mencibir Pelangi dengan kata-kata cukup kasar,pedas, hingga saking julidnya perkataan mereka," Bu Salma membatin.


Bu Dewi memperhatikan interaksi dan raut wajah keduanya, "Apa sebenarnya yang terjadi di sini, apa hubungannya Sam dengan Prita dan juga bocah kecil cantik itu? Tapi kalau diperhatikan sepintas lalu, aku melihat diwajahnya ada Sam kecil," batinnya Bu Dewi.


Bu Laila dan Pak Barata suaminya saling berpandangan satu sama lainnya. Sam melihat Prita ingin meninggalkan ruangan tersebut,Sam secepatnya bertindak dengan menarik sekuat tenaga tangannya Prita hingga tubuhnya Prita tertarik dengan kuat hingga menabrak ketubuh bidangnya Sam.


"Kenapa! Apa kamu ingin lari dari kenyataan? Katakan kepadaku siapa Ayah dari Pelangi? Hanya itu yang ingin aku ketahui Prita!" Gertak Sam yang dongkol dengan sikapnya Prita.


"Ya Allah.. apa aku harus jujur saja atau gimana, aku tidak mungkin juga menutupi terus kenyatannya ini tapi,kalau dia mengetahui semuanya aku harus gimana kalau dia menolak untuk bertanggung jawab dan malahan tidak ingin mengakui anaknya," batin Prita.


Prita lalu menghentak tangannya Sam dengan sangat kuat sembari berucap," tidak ada sangkut pautnya dengan kamu siapa ayahnya anakku, lagian dia sama sekali tidak ada hubungan apa pun dengan pria itu, jadi tolong jangan sekali-kali bertanya hal seperti ini lagi padaku, cukup sekali saja camkan itu baik-baik Tuan Muda Samuel Alfiansyah Jaya!" Geram Prita lalu meraih tubuh putri tunggalnya itu kedalam gendongannya.


Samuel ingin mengejar Prita Mulyasari yang sudah pergi dari hadapan mereka dicegah oleh Bu Salma.


"Nak Samuel, stop tidak perlu dikejar karena kamu tidak akan mendapatkan jawaban apapun dari semua pertanyaan yang muncul dalam benakmu," pungkasnya Bu Salma bibinya Prita sahabat lamanya Bu Laila Sari ibunya.


"Maksudnya Bu Salma? Kami tidak mengerti dengan maksud dari Ibu!' ungkap Bu Dewi.

__ADS_1


Bu Laila kemudian berdiri dari tempat duduknya untuk membantu Bu Salma untuk kembali duduk di kursi agar Bu Salma bisa menjelaskan semua apapun yang terjadi sebenarnya.


"Sam! Duduklah Nak karena menurut Papa jawaban yang kamu inginkan ada pada Bu Salma, Papa yakin Bu Salma akan jujur dan menjelaskan semuanya padamu," tuturnya Pak Barata.


Sam pun mengikuti perintah dari Papanya,ia mendudukkan tubuhnya ke atas kursi tempat duduknya semula.


"Bicaralah Bu Salma dan kami mohon dan tolong jangan ada sedikit pun yang disembunyikan," pinta Bu Dewi yang menatap tajam ke arah Bu Salma sambil menopang dagunya dengan menggunakan kedua tangannya.


Bu Salma menarik nafasnya dengan kasar dan sedikit gusar. Ia pun bingung harus mulai berbicara dari mana awalnya. Bu Salma mulai bercerita panjang lebar hingga awal pertemuannya dengan Sam. Semua orang menutup mulutnya saat mendengar perkataan dari Bu Salma tentang kelakuan Sam saat itu.


Bu Laila menutup mulutnya saking tidak percayanya dengan apa yang dijelaskan oleh Bu Salma itu.


"Prita menjadi korban dari perlakuan kasar Tuan Muda Sam, waktu itu Prita membantu Sam yang kebetulan terjatuh dan terbaring di depan kamar hotel yang disewanya itu, hingga kejadian yang seharusnya tidak pernah terjadi akhirannya terjadi juga, Prita hamil dan semua orang dekat rumah dan tetangga mengetahui hal itu kami setiap saat dan setiap hari jadi bahan omongan dan gosip dari orang-orang," jelasnya Bu Salma panjang lebar.


"Tapi! Kenapa bisa Prita ada di hotel itu, apa yang dilakukannya?" Tanyanya Bu Dewi yang ingin mengetahui semuanya.


"Prita bekerja sebagai officer Girl og waktu itu, dan setelah kejadian itu kami memutuskan untuk pindah dari kampung dan memilih untuk mengadu nasib yang hanya bermodalkan sedikit biaya yang pas-pasan di Ibu Kota Jakarta hingga Prita melahirkan anak yang sangat cantik dan anak itu adalah cucu pertama dari sahabat sekaligus tetanggaku sewaktu di kampung," ungkapnya Bu Salma dengan mantap.


"Ya Allah… ternyata selama ini aku punya cucu perempuan yang sama sekali aku tidak ketahui, Mbak Salma makasih banyak sudah membantu Prita untuk menjaga, merawat hingga membesarkan cucuku Pelangi," tutur Bu Laila sambil memegang kedua tangannya Bu Salma.


"Sam! Tolong kamu cari Prita dan putuskan apa yang terbaik kamu pilih dan lakukan untuk anak kamu, Aunty berikan kamu kebebasan untuk menentukan nasibnya Pelangi, tapi Aunty harap kamu bisa bertanggung jawab atas apa yang telah kamu pilih dan perbuat," tangkas Bu Dewi lagi yang berharap besar kepada keponakan satu-satunya laki-lakinya.


"Sam! Jadilah pria sejati Nak, jangan jadi pria pengecut yang hanya tahu enak dan nikmatnya saja," timpalnya lagi Pak Barata Jaya yang menambahkan.


Bu Laila Sari menggenggam tangan putra semata wayangnya itu," apa yang dikatakan oleh Aunty dan papa kamu adalah menurut Ibu sangatlah baik dan benar adanya, jadi Ibu minta tolong dengan sangat bijaksana lah dalam bertindak Nak," Bu Laila menambahkan.


Samuel tanpa bicara, ia bangkit dan berdiri dari duduknya lalu meninggalkan mereka yang masih duduk di kursi meja makan.

__ADS_1


"Sam! Bibi mohon padamu kalau bisa jangan katakan pada Prita jika kamu tahu semuanya dari bibi, karena aku takut jika Prita akan semakin marah dan kesal yang bisa berakibat fatal nantinya yang akan pergi dari kita semua untuk selamanya," sahut Bu Salma Hayek yang memberikan saran kepada Ayah biologisnya Pelangi.


Samuel kemudian segera meraih, hp,kunci mobilnya lalu berniat untuk mengejar Prita dan putrinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan pernah bosan untuk baca novelnya Fania Yah..


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini, ceritanya pasti berbeda dan tetap recehan tapi beda dengan novel author lainnya dan insya Allah menghibur..



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pelakor Pilihan


Pesona Perawan


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…

__ADS_1


Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya.


__ADS_2