Cinta Kedua CEO

Cinta Kedua CEO
Bab. 36. Janji Ibu Mertua


__ADS_3

Mencintai dengan sungguh-sungguh memberikan kebahagiaan di hati kita. Mencintai karena allah kita mendapat nilai ibadah dan kebahagiaan yang lebih kena sesungguhnya yang lebih.


Bu Rima memegang kedua tangannya besannya itu dengan penuh rasa hormat dan kasih sayang," Bu Laila percayalah insya Allah...putri kita akan cepat sembuh jika dia tinggal di tempat lain dan saya mohon datanglah sesekali untuk menyempatkan waktunya untuk menjenguk dan membesuk Adriana."


Air matanya yang sedari tadi berusaha untuk dia tahan akhirnya luruh juga, beliau hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan permintaan dari besan barunya itu. Rekan kerjanya pun ikut menangis melihat kepergian Adriana bersama dengan mertuanya.


"Sepertinya aku pernah melihat Ibu mertuanya Adriana, tapi yang jadi masalah di mana?" Gumam Ririn.


"Ternyata Mama mertuanya Adriana bukanlah orang dari kalangan rakyat biasa seperti yang nampak di depan mata aku yakin dengan hal itu," lirihnya Diana.


Sebagian dari mereka yang masih setia berada di dalam ruangan tempat perhelatan akad nikahnya Adriana dan Akmal saling bertatapan satu dengan lainnya yang dengan penuh tanda tanya di kepala dan benak masing-masing.


Sepeninggal Nyonya Dewi dengan Adriana serta beberapa mobil body guardnya meninggalkan halaman rumahnya Bu Laila Ibu kandungnya Adriana.


"Prita telpon secepatnya dokter Andrea agar beliau segera datang ke rumah!" Perintah Ibu Dewi.


"Baik Nyonya Besar,' balasnya Prita yang segera melaksanakan perintah dari atasannya itu.


Adriana sedari tadi terus memegang tangannya Ibu mertuanya. Keadaannya pun sudah berubah lebih baik dari sebelumnya. Tetapi, suara sesegukannya masih sering terdengar.


"Maafkan putraku, semua ini terjadi gara-gara dia sehingga kamu harus menderita dan hampir saja kurang waras, tapi Mama berjanji akan membahagiakan kamu dengan Akmal gimana pun caranya dan Qanita yang menjebak Akmal waktu itu juga sudah menerima balasan yang setimpal perusahaan kedua orang tuanya bangkrut karena berani bermain api dengan keluarga besar Pradipta Saiden," batinnya Bu Dewi.


Perjalanan mereka sudah hampir sampai di kediamannya. Sedangkan yang di dalam rumahnya Bu Laila satu persatu tamu undangan sudah meninggalkan rumah tempat perhelatan akad nikah.


Acara yang dipenuhi dengan bumbu drama dari pakaian yang dipakai oleh kedua pengantin serta saat ijab qobul yang dilafaskan oleh Akmal salah sebut. Hingga Adriana yang tiba-tiba histeris hanya dikarenakan Ririn rekan kerjanya itu menyebut tentang malam pertama.


Ririn mendekati Bu Laila yang membantu orang-orang membersihkan seluruh ruangan dengan sisa dari acara.

__ADS_1


"Bu Laila harus sabar dan ikhlas melepas kepergiannya Adriana yang akan tinggal bersama dengan suami dan keluarga barunya, aku harap Ibu tidak larut dalam kesedihan karena hal itu wajar terjadi semua anak perempuan di dalam rumah pasti suatu saat nanti akan meninggalkan rumah tempat dia lahir dan dibesarkan," tuturnya Ririn dengan seulas senyumannya.


"Iya Nak! Makasih banyak kalian sudah hadir meramaikan dan mendoakan pernikahannya teman kalian, Ibu sangat bersyukur karena kalian menyempatkan untuk hadir," timpalnya Bu Laila Sari.


"Makasih banyak juga Bu kami ucapkan karena sudah menyuguhkan makanan dan kue yang sangat lezat dan nikmat sampai-sampai kami bisa bungkus untuk dibawah pulang," sahut Alita yang ikut menimpali pembicaraan keduanya yang tertawa malu-malu.


"Ibu bersyukur jika kalian menyukai semua yang Ibu masak, semoga kalian yang belum nikah segera menyusul Riana," ujarnya Bu Laila.


"Amin ya rabbal alamin," jawab semuanya dengan serentak.


"Kalau gitu kami pamit pulang dulu Bu, karena besok masuk kerja Soalnya," terang Dimas sambil meraih tangannya Bu Laila untuk dicium punggung tangannya.


"Assalamualaikum," ucap mereka lalu berjalan ke arah pintu keluar.


"Waalaikum salam," jawab Bu Laila Sari yang memaksakan dirinya untuk tersenyum setulus mungkin.


"Itu kan menurut kamu dan kamu juga belum merasakan jadi Ibu bestie suatu saat kamu juga akan diposisinya Bu Laila," ungkap Ririn.


"Gimana caranya mau ngerasain punya pacar saja kagak ada apalagi untuk merasakan memiliki seorang anak," pungkasnya Seto.


"Iya yah itu sangat benar adanya bagaimana cara buat dan prosesnya jika lakinya gak ada yang bantuin, hahahaha," cerca Dimas.


Sedangkan Diana saling berpandangan dengan Rasya. Mereka tersipu malu mendengar guyonan dan candaan dari teman-teman satu teamnya di divisi keuangan.


Ketika sakit hati daripada galau lebih baik kerja keras memperbaiki diri karena kesuksesan adalah bentuk balas dendam terbaik.


......................

__ADS_1


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Pesona Perawan


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetiaan Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…


Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift seikhlasnya..


Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan..

__ADS_1


__ADS_2