
Beberapa saat kemudian, mereka sudah sepakat untuk rencana yang sudah dipilih oleh Akmal.
"Mas Barata, aku ada usul sedikit, itupun kalau Mas setuju dengan permintaan aku," ucapnya Bu Dewi.
"Emangnya kamu mau bilang apa Dewi?" Balik tanya Pak Barata.
"Begini kan Mas dulu hanya menikah siri dengan Mbak Laila dan sempat terpisah gimana kalau Mas menikah kembali dan meresmikan hubungan kalian agar diakui oleh negara jadi resmi gitu," usulan Bu Dewi.
Perkataan berupa usul yang meluncur dari bibirnya Bu Dewi membuat semua orang pandangannya tertuju pada sosok Nyonya Besar pemilik kediaman Saiden tersebut. Mereka menatap bergantian ke arah Bu Dewi, Pak Barata dan juga Bu Laila Sari.
"Bagaimana dengan usulan aku Mas! Mbak Laila? Karena aku tidak ingin melihat Mbak Laila dan anak menantuku nanti kedepannya menjadi bulan-bulanan orang lain jika hubungan kalian masih sekedar suami istri siri saja, ini sebenarnya sekedar saran saja sih, tapi aku sangat berharap kepada kalian agar segera memenuhi permintaan itu," tutur Bu Dewi yang menopang dagunya menggunakan kedua tangannya yang menatap intens saudara kandungnya satu-satunya yang dia miliki di dunia ini.
Mereka kembali terdiam dan menjadikan suasana saat itu menjadi hening seketika hingga suara interupsi seseorang mampu mengalihkan perhatian mereka kembali dan lebih ke membuat mereka tercengang dengan apa yang dikatakan dan siapa yang berbicara tersebut.
"Ibu! Apa yang dikatakan oleh Mama itu benar adanya dan sangat penting Ibu dan Papa lakukan untuk masa depan kalian berdua, aku sangat setuju Bu dan Kalau bisa jangan menunggu lama untuk merealisasikan rencana baiknya Mama Dewi dan tentunya aku sangat setuju dan meminta khusus kepada Papa untuk menikahi Ibuku dengan resmi secepatnya Pa!" Jelasnya Adriana.
Penjelasan dari mulutnya Adriana yang meluncur beberapa detik yang lalu yang mampu membuat semua orang tercengang dan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Mereka yang sama sekali tidak menyangka dan menduga bahwa Riana akan berbicara seperti itu di hadapan mereka.
"Alhamdulillah itu ide yang sangat bagus menurut aku Mas, apa lagi yang Mas tunggu anak-anak kalian sudah merestui hubungan kalian berdua loh," pungkasnya Bu Dewi yang tersenyum lega dan bahagia.
Pak Barata segera menarik tangannya Adriana lalu menggenggamnya erat sembari berbicara," apa kamu tidak marah lagi dengan Papa, Nak?"
__ADS_1
Pak Batara menatap intens ke arah ke dalam dua bola matanya Adriana yang seolah-olah meminta jawaban dari penuturan Adriana apakah benar adanya atau dia yang hanya salah dengar saja.
"Aku sangat sadar mengatakan hal itu Papa, aku tidak ingin melihat air mata Ibu lagi untuk kesekian kalinya setiap saat, hati ini terasa hancur lebur Papa jika tanpa sengaja melihat ibuku sedih dan menangis dalam sujudnya," timpalnya Adriana lagi disertai dengan senyuman tulus dan bahagianya.
Akmal yang mendengar perkataan dari mulut istrinya tidak menyangka jika akan mendengar ucapan yang cukup penting dan akan merubah takdir dan kisah perjalanan percintaan dan nasib Pamannya itu.
"Syukur Alhamdulillah, apa lagi yang Papa dan Ibu tunggu Mbak Adriana sudah merestui hubungan kalian kalau menurut Sam sih sebaiknya Papa dan Ibu menikah secepatnya sebelum acara Aqiqahan Baby triple Pa," harap Samuel di hadapan kedua orang tuanya dan juga anggota keluarganya yang lain.
"Syukur Alhamdulillah makasih banyak sayang, Papa akan membuktikan kepada kalian jika sedari dulu aku sangat mencintai ibu kalian hingga detik ini juga," cetusnya Pak Barata dengan penuh semangat kebahagiaan.
"Betul sekali apa yang dikatakan oleh Sam dan Adriana juga Mas tapi, apa Mas sudah mengurus perceraian Mas di pengadilan dengan wanita lucknut dan ular betina berkepala dua itu?" Tanyanya Bu Dewi yang ingin mengetahui hal besar tersebut.
"Alhamdulillah Mas sudah mengurusnya dan prosesnya pun sudah berjalan insya Allah dalam waktu dekat ini akan diadakan sidang perdananya," sahut Pak Barata.
"Kalian akan menempuh hidup baru yang lebih bahagia sedangkan aku, harus hidup sendiri menjalaninya hanya berdua dengannya tanpa kamu ketahui kebenarannya," batinnya Prita.
Prita berjalan meninggalkan ruangan meja makan tersebut, dengan hatinya yang sedih dan hancur. Air matanya sedari tadi dia tahan akhirnya tumpah juga.
"Hampir lima tahun seperti ini terus, apa aku masih mampu untuk menjalaninya ya Allah...?" gumam Prita yang terduduk di dekat taman Roof top yang ada di atap kediaman mewah milik Nyonya Dewi.
...****************...
__ADS_1
Jangan pernah bosan untuk baca novelnya Fania Yah..
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini, ceritanya pasti berbeda dan tetap recehan tapi beda dengan novel author lainnya dan insya Allah menghibur..
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pelakor Pilihan
Pesona Perawan
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…
__ADS_1
Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya