Cinta Kedua CEO

Cinta Kedua CEO
Bab. 45. Dengkuran Halus


__ADS_3

Cincin pernikahan hanya sebuah simbol kebahagiaan, tetapi kebahagiaan sesungguhnya ada dalam bahtera rumah tangga. Pernikahan yang hebat bukanlah ketika pasangan sempurna berkumpul bersama, melainkan ketika pasangan yang tidak sempurna belajar untuk menikmati perbedaan mereka.


Dengan raut wajah yang tak berdosa Bu Dewi meninggal kamar pribadi anak menantunya dengan berusaha mencoba untuk menahan tawanya. Nyonya Dewi ingin tertawa terbahak-bahak melihat raut wajahnya Samuel yang sudah pasrah dengan semua permintaan dari Adriana.


"Papi kamu dulu pun seperti itu bahkan dia lebih parah dari apa yang aku minta waktu itu," Bu Dewi membatin sambil terus berjalan ke arah ruangan pribadinya.


Samuel dengan wajahnya yang ditekuk dan pasrah dengan pekerjaan barunya dia pun bergegas berjalan ke dapur dan menemui maid dan chef rumah besar itu.


"Saya menyesal menyetujui permintaan dari Aunty, kalau saya tahu seperti ini aku akan tolak mentah-mentah keinginan Mbak Riana," umpatnya Samuel dengan menghentakkan kakinya menuju jalan arah dimana letak dapur.


Ariana hanya tersenyum simpul melihat tingkahnya Samuel bayi besar itu.


"Aku tidak tahu apa harus bersyukur atau tidak ya Allah… aku tidak mungkin menyakiti anakku yang sama sekali tidak berdosa sedikit pun, aku hanya berharap dan berdoa agar aku bisa secepatnya bertemu dengan pria yang menanamkan benih ini di dalam rahimku, aku ingin mengatakan kepadanya kalau aku hamil anaknya tapi, aku tidak mungkin menuntut dia bertanggung jawab karena aku sudah menikah dan mungkin dia juga sudah menikah," batinnya Adriana.


Berselang beberapa saat kemudian, rujak buah yang diminta oleh Adriana sudah jadi dan siap dinikmati di kala sore itu.


"Alhamdulillah akhirnya rujak ini jadi juga, ternyata seperti ini meladeni Seorang perempuan yang sedang hamil, tapi gimana yah kalau nanti aku punya istri apa sikapnya juga akan seperti Mbak Adriana yah? Karena tadi aku lihat di Mbah Goo gle katanya di artikel itu semua perempuan yang hamil memiliki kemauan ngidam yang beda-beda," gumamnya Samuel.


Nampan yang berada dalam tangannya yang diatasnya sudah ada dua piring yang berisi dua jenis rujak. Samuel dengan susah payah membuat rujak itu walaupun, ada sedikit campur tangan dari beberapa maid dan chef yang membantunya.


"Aku sangat yakin jika Mbak Adriana menyukai hasil ciptaan tanganku ini," batinnya Sam yang berjalan dengan senyuman yang selalu setia terukir diwajahnya.

__ADS_1


Pintu yang berwarna cat cokelat susu itu terbuka dari luar berkat dorongan kaki dari Sam yang sedikit kuat. Langkahnya cukup pasti dan penuh keyakinan, tapi saat dia menyadari perempuan yang sangat ingin menyantap makanan yang berhasil dibuatnya yang cukup penuh dengan pengorbanan.


Raut wajahnya Sam menjadi sendu dan lesu ketika menyadari jika, Adriana sudah berbaring di atas ranjang king size-nya dengan wajah teduhnya itu.


"Ya elah! Aku sudah mati-matian buatnya ehh dia malah ngorok, andai saja aku tahu mungkin aku tidak akan buat sedikitpun," umpatnya Sam dengan kesal.


Adriana tertidur sore itu, dengan wajahnya yang tenang dan teduh itu mampu membuat Sam tidak jadi ngomel-ngomel hanya saja sudah berhasil mengumpat.


"Kenapa aku perhatikan dia semakin mirip dengan Aunty Dewi yah! Mentang-mentang Mama mertua dan menantu jadi sifat mereka sama saja gak ada bedanya, entah gimana nanti dengan cucunya nanti," cercanya dengan menaruh tempat makanan rujak itu ke atas meja yang ada di dekat sofa.


Baru selangkah kakinya Samuel melangkah, ia kembali menghentikan langkah kakinya saat telinganya mendengar suara dengkuran halus dari mulutnya Adriana yang spontan membuat Samuel terpingkal-pingkal.


Kehidupan in bukan untuk menemukan cinta, tapi untuk membangun cinta. Cinta yang indah tidak mungkin hanya ditemukan. Cinta yang indah menuntut pengorbanan yang tidak sederhana.


...****************...


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini:



Dilema Diantara Dua Pilihan

__ADS_1


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Pesona Perawan


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…


Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya..


Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan Readers..

__ADS_1


__ADS_2