Cinta Kedua CEO

Cinta Kedua CEO
Bab. 44. Rasa Sesal


__ADS_3

"Katanya tadi mau makan rujak kok sekarang sedih nangis pula lagi putrinya Mama," tutur Bu Dewi yang mendudukkan tubuhnya di sampingnya Adriana dengan tangannya yang mulai menggenggam tangan Adriana.


"Aku maunya dia yang beliin, Ma!" Pintanya Adriana yang menunjuk ke arah Sam.


"Aku?" Tanyanya Sam yah menunjuk ke arah dadanya sendiri dengan raut wajah yang kebingungan plus tidak menyangka dengan permintaan dari istri kakak sepupunya itu.


"Ya Allah… kenapa cara ngidam Adriana sama dengan aku waktu mengandung Akmal, waktu itu aku juga selalu mau makan dengan Papinya Sam yang beliin makanan itu dan aku tidak mau dengan orang lain, aku semakin yakin kalau itu adalah cucu penerus keluarga Besar Pradipta Saiden," Bu Dewi membatin.


"Tapi, aku ada kerjaan yang lebih pen…," ucapannya Samuel terpotong karena langsung diberikan kode oleh Bu Dewi.


"Aunty mulai sekarang tugaskan kamu untuk selalu standby di sekitar menantuku untuk memenuhi apapun permintaannya tanpa terkecuali dan mulai detik ini kamu pindah ke rumah ini, gaji kamu aku naikkan dua kali lipat, bagaimana?" Tanyanya Bu Dewi sembari melirik ke arah Adriana yang seperti orang yang mau ngecas saja.


Samuel tergiur dengan iming-iming gaji yang sangat tinggi mau tidak mau dia menerima permintaan dari adik dari Papinya itu.


"Aahh!! Itu perkara mudah banget kalau hanya penuhin permintaan Ibu ngidam apa lagi hanya beliin makanan kesukaannya," lirihnya Samuel yang masih mampu didengar oleh telinga Bu Dewi.


Bu Dewi tersenyum mendengar lirihan dari keponakannya itu yang ingin tertawa terbahak-bahak saja.


"Kamu mungkin bisa saja ngomong seperti itu untuk saat ini, tapi apa perkataanmu beberapa hari kedepannya akan masih seperti ini atau akan berubah," Bu Dewi membatin dengan senyuman liciknya tersungging di wajahnya.


"Baiklah, Mbak mau makan rujak yang seperti apa, aku akan beliin Mbak rujak sesuai dengan keinginan Mbak Riana," tuturnya.


Adriana tersenyum penuh kegirangan mendengar perkataan dari Samuel yang masih setia terduduk di atas ranjang king size-nya.

__ADS_1


"Aku ingin makan rujak tapi…" ucapnya Riana yang menjeda perkataannya itu.


"Tapi, kenapa Mbak?" Tanyanya Samuel yang menunggu dengan setia penuh kesabaran Adriana hingga buka suaranya.


"Tapi… aku mau kamu yang buat," jawabnya Adriana dengan bola matanya berbinar-binar terang.


"Aku!!" Pekiknya Samuel yang sangat tidak percaya dengan perkataan yang barusan di dengar oleh telinganya.


Adriana hanya menganggukkan kepalanya dan sudah bahagia karena membayangkan makan rujak buatan tangan pria tampan yang ada du depannya itu. Entah itu kemauan dari bayinya atau karena apa, entahlah hanya Adriana yang tahu semuanya.


Samuel melihat ke arah Bu Dewi dengan wajahnya yang memelas yang seakan-akan meminta bantuan dari Auntynya itu. Sedangkan Nyonya Dewi hanya tersenyum penuh arti menanggapi tatapan dari keponakannya yang sudah mulai siap dikerjai dan seolah-olah telah didzolimi dengan permintaan aneh dari wanita hamil.


Dengan raut wajah yang tak berdosa Bu Dewi meninggal kamar pribadi anak menantunya dengan berusaha mencoba untuk menahan tawanya. Nyonya Dewi ingin tertawa terbahak-bahak melihat raut wajahnya Samuel yang sudah pasrah dengan semua permintaan dari Adriana.


Samuel dengan wajahnya yang ditekuk dan pasrah dengan pekerjaan barunya dia pun bergegas berjalan ke dapur dan menemui maid dan chef rumah besar itu.


"Saya nyesal menyetujui permintaan dari Aunty, kalau saya tahu seperti ini aku akan tolak mentah-mentah keinginan Mbak Riana," umpatnya Samuel dengan menghentakkan kakinya menuju jalan arah dapur.


Begitu juga dengan penyesalan hidup, kita bisa memperbaiki kesalahan yang membuat kita menyesal. Kita juga bisa menjadikan penyesalan itu sebagai pelajaran hidup agar di masa depan kita lebih berhati-hati dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Penyesalan tidak dapat mengubah masa lalu, begitu pula kekhawatiran tidak dapat mengubah masa depan.


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini:


__ADS_1


Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Pesona Perawan


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…


Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya..


Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan Readers..

__ADS_1


__ADS_2