Cinta Kedua CEO

Cinta Kedua CEO
Bab. 26. Kurir Pengantar Makanan


__ADS_3

Di atasnya kotak bekal itu, ada secarik kertas yang berisi tulisan, "jangan lupa untuk dihabiskan makanannya, semoga kamu menyukainya."


"Kira-kira siapa yang tidak suka jika makanannya model dan tampilannya seperti ini, baru cium saja sudah menggugah selera makan apa lagi kalau setiap hari, kalau bisa setiap waktu makan saja," candanya Adriana yang tersenyum mendengar perkataannya sendiri.


Adriana mencium aroma wangi dari makanan tersebut langsung membuat perutnya keroncongan.


"Lapar ternyata, aku makan dulu sebelum berangkat ke kantor lagian masih banyak waktu dan kebetulan kotak makanannya terlukiskan khusus untuk sarapan pagi," terangnya saat membaca kembali secarik kertas tersebut.


Adriana bergegas masuk ke dalam ruang tamunya untuk menyantap makanannya yang sudah menggugah selera makannya. Tanpa butuh waktu lama,ia sudah menikmati makanan tersebut dengan lahapnya. Bu Laila yang kebetulan tanpa sengaja melihat putrinya yang makan begitu lahapnya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Berselang beberapa saat kemudian, Adriana pamit kepada ibunya untuk segera berangkat ke kantor tempat dia bekerja Perusahaan Saiden Groups. Langkahnya cukup pasti, gerakannya seperti seseorang yang sedang tidak hamil saja.


"Assalamualaikum Mbak Adriana," sapa seorang Security yang berjaga di depan pintu masuk Lobby Perusahaan.


Adriana menolehkan kepalanya ke arah suara seseorang yang menyapanya, "waalaikumsalam," jawabnya.


"Sepertinya hari ini hatinya Mbak Riana sedang bahagia, kira-kira apa gerangan yang membuat hatinya Mbak bahagia, kalau boleh tahu?" Tanyanya Pak Ali selaku pihak keamanan Perusahaan.


"Tidak ada yang spesial kok Pak Ali, hanya saja pengen tersenyum agar aura positif muncul dalam kehidupan kita sehingga ada semangat menjalani kehidupan kedepannya," jawabnya Riana sembari tersenyum manis ke arah Pak Ali bapak dua anak itu.


"Itu bagus banget Mbak, walaupun hidup susah ataupun lagi galong usahakan selalu untuk tersenyum dalam menghadapi hidup ini, insya Allah semuanya akan baik-baik saja," tutur Pak Ali lagi.


"Kalau gitu aku masuk ke dalam dulu Pak, sudah hampir jam kerja dimulai," ujarnya Adriana sambil melirik ke arah jam tangannya yang terpasang di pergelangan tangan kanannya itu.


"Hati-hati Mbak, semoga cepat dapat jodoh," teriaknya Pak Ali karena Adriana sudah menjauh dari tempatnya berjaga.

__ADS_1


Adriana menyempatkan dirinya menengok ke belakang saat mendengar seruan dari Pak Ali, "amin yra."


Hari terus berjalan hingga jam di dinding menunjukkan pukul 12:30 pertanda sudah waktunya istirahat. Adriana merenggangkan kedua tangannya agar ototnya tidak kaku.


"Riana mau kamu mau makan di pantry atau di kantin?" Tanya Alita teman satu timnya di divisi keuangan.


Adriana tidak langsung menjawab pertanyaan dari Alita karena dia juga bingung kebetulan dia bingung mau makan apa dan dia sedikit heran dengan sikapnya sendiri jika mengenai makanan. Sudah hampir dua minggu ini, selera makannya meningkat dan tidak pilih-pilih makanan padahal sebelumnya dia itu selektif memilih makanan.


"Hey! Kok bengong apa yang terjadi padamu?" Tanyanya Lita yang keheranan dengan apa yang terjadi pada temannya itu.


"Eeehhhh, ada apa?" Tanyanya balik yang sedikit terkejut mendengar perkataan dari Lita yang suaranya sedikit besar itu sembari menepuk pundaknya sehingga dia tergagap saking terkejutnya karena sedang melamun.


"Kamu baik-baik saja kan? Kamu tiba-tiba terdiam entah sebabnya jadi aku pikir kamu sedang kesambet apa lah gitu," gurau Alia yang tertawa cengengesan.


"Bapak!!" Pekik Adriana yang tidak percaya melihat pria kurir tadi pagi membawa makanan sarapan pagi untuknya.


Lita menatap ke arah Adriana karena suaranya yang cukup cempreng itu. Lita dibuat melongo dan menganga tidak percaya dengan reaksi dari sahabatnya itu.


Karena beberapa hari ini selama Adriana menjadi pegawai baru di divisinya, ia tidak pernah mendengar suara besarnya apa lagi teriakannya itu yang belum pernah diperdengarkan oleh Adriana di depan rekan satu timnya.


"Maaf siapa diantara kalian yang bernama Adriana?" Tanyanya lagi saat tidak melihat Adriana.


"Saya Pak! Idih Bapak apa lupa dengan saya? Padahal tadi pagi kita bertemu di rumahku loh dan bawa paper bag seperti itu loh," ungkapnya Adriana sambil menunjuk ke paper bag yang berada di dalam tangannya kurir tersebut.


Alita dan Dimas yang ikut bergabung dengan mereka melototi interaksi dari mereka berdua. Dari raut wajahnya mereka bertanya-tanya tentang ada hubungan apa diantara mereka.

__ADS_1


......................


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetiaan Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…

__ADS_1


__ADS_2