Cinta Kedua CEO

Cinta Kedua CEO
Bab. 76. Akibat Jadi Tukang Gibah


__ADS_3

"Pelangi kok sendirian saja duduknya? Temannya mana sayang?" Tanyanya Sam sembari mendudukkan tubuh putrinya ke atas kursi panjang yang terbuat dari rotan tersebut.


Pelangi mengedipkan kedua matanya dengan begitu lucunya sebelum menjawab pertanyaan dari ayah kandungnya itu. Samuel yang melihat langsung hal tersebut hanya bisa tersenyum bahagia. Tangannya spontan menarik hidung mancungnya Pelangi yang sangat mirip dengan hidungnya itu.


"Iiihh uncle sakit dijepit gitu loh!" Keluh Pelangi yang mengelus hidungnya yang sudah memerah akibat dari cepitan dari tangannya Sam yang gemes melihat tingkah lucu putrinya itu.


"Ada hubungan apa yah Pria ganteng itu dengan anak haram itu?" Cibir salah seorang ibu-ibu yang sedari tadi berdiri memandangi aktifitas yang mereka lakukan.


"Iya betul sekali apa yang kamu katakan, tapi coba deh perhatiin mereka, apa kalian tidak merasa jika wajah mereka mirip?" Tanyanya ibu yang memakai hijab itu.


Mata mereka semakin dipertajam dan memperhatikan secara seksama antara Pelangi dan Samuel.


"Apa!! Itu tidak mungkin!!' pekik mereka berempat.


Suara merdu mereka gara-gara terkejut mampu mengalihkan perhatian dari beberapa warga sekolah taman kanak-kanak tersebut. Tapi, begitulah mereka sama sekali tidak perduli dengan tatapan dan tanggapan serta cibiran dari orang lain.


Setelah mereka memperhatikan dengan seksama diantara mereka berdua, barulah mereka menyadari dan menyimpulkan bahwa ada kemiripan dari wajah mereka. Ibu-ibu itu saling bertatapan satu sama lainnya.


"Kalau menurut ibu ini yah! kira-kira hubungan mereka berdua itu apa?" Tanyanya ibu A yang sengaja membuat pertanyaan teka-teki kepada teman satu geng gosipnya.


Mereka semua terdiam dan tak bergeming sambil berfikir memastikan apa hubungan spesial yang ada antara Sam dengan Pelangi.


"Sepertinya dia adalah ayahnya Pelangi!" Tebak salah satu dari mereka sejak membandingkan wajah dari keduanya.

__ADS_1


"Betul sekali, aku pun berfikiran seperti itu, kalau kalian tidak percaya coba lihat mulai dari hidung, mata, warna rambut sama warna kulitnya karena kalau bundanya Pelangi kan kulitnya yah tidak jauh beda dengan warna kulit kita, biasa seperti warna kulit asli orang pribumi, iya kan!" Ujarnya Ibu B.


Bu C menarik ujung hijabnya Si B karena melihat kedatangan Kepala Yayasan Sekolah TK tersebut. Pak Robert sudah berdiri di belakang mereka sejak tadi. Bahkan beliau sudah mendengarkan semua perkataan dari semua ibu-ibu rempong dan banyak pusing tersebut. Pak Robert mulai memukul salah satu kursi kosong yang ada di belakang mereka.


Braaakkkkk!!!!!!


Semua orang dibuat terkejut dan kaget dengan pukulan dari kursi oleh Pak Robert, tapi salah satu dari mereka sama sekali tidak mendengar dan menyadari jika ketua yayasan TK tersebut sudah berada di antara mereka. Bu B yang memakai hijab itu terus berkomentar pedas dan julid hingga seolah tidak mau berhenti saking bersemangatnya berbicara mengeluarkan semua perkataan yang ada di dalam pikirannya hingga teguran dan peringatan dari ketiga temannya tidak dihiraukannya.


"Apa seperti ini kerjaan ibu-ibu kalau datang ke sekolahku!! Pantesan banyak orang tua siswa yang mengadu kepada pihak pengurus yayasan jika mereka sangat terganggu dengan tingkah laku dan sikapnya kalian!!" Geram Pak Robert.


Pak Robert datang ke sekolahnya setelah mendapatkan telpon dari seseorang. Oang tersebut adalah tidak lain Samuel setelah mendapatkan kabar dari Bu Salma Hayek yang mengatakan bahwa Pelangi sempat trauma gara-gara perlakuan beberapa orang tua murid dan teman sekolahnya yang selalu membullynya.


Bahkan Samuel mengancam akan menutup yayasan tersebut jika ketua yayasannya tidak cepat tanggap darurat. Ibu B akhirnya tersadar dari sikapnya setelah lengan bajunya semakin ditarik kuat oleh temannya itu. Wajahnya pucat pasi saat menyadari jika apa yang telah dilakukannya membuat Pemilik sekolah tersebut murka dan marah dengan sikap keempatnya selama ini.


Semua orang spontan berdatangan ke arah mereka berada. Mereka sudah berkerumun dan memperhatikan serta berbisik dengan penasaran kira-kira apa yang telah terjadi di sana. Mereka terkejut dan kaget baru pertama kali ini terjadi mereka mendengar ada suara merdu yang menggelegar memekakkan gendang telinga disiang hari itu.


"Ada apa Pak?" Tanyanya Pak Iwan selaku pihak keamanan di sekolah tersebut yang berjalan tergopoh-gopoh saat mendengar teriakannya Pak Robert tersebut.


"Mulai detik ini, jangan biarkan mereka berempat menginjakkan kakinya lagi ke lokasi dan area sekolah kita ini, dan untuk Ibu Rida tolong keluarkan anak-anak mereka dari sekolah Kita ini, Saya tidak mau gara-gara mereka sekolah tercinta kita ini reputasinya rusak dan paling parahnya ditutup!!" Bentak Pak Robert yang sudah terbakar rasa emosi yang sudah menggebu dan membuncah di dalam hati dan pikirannya itu.


Semua orang kembali dibuat heboh dan gempar dengan keputusan dan ultimatum yang dikeluarkan oleh Pak Robert tersebut. Mereka mulai ketakutan karena baru kali ini melihat Pak Robert secara langsung marah dy hadapan orang banyak.


"Lebih baik aku kehilangan siswa yang lima orang itu, daripada harus kehilangan donatur tetap dan aku tidak mempertaruhkan kelangsungan nasib yayasanku daripada mereka," Pak Robert membatin.

__ADS_1


......................


Jangan pernah bosan untuk baca novelnya Fania Yah..


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini, ceritanya pasti berbeda dan tetap recehan tapi beda dengan novel author lainnya dan insya Allah menghibur..



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pelakor Pilihan


Pesona Perawan


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…

__ADS_1


Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya.


__ADS_2