Cinta Kedua CEO

Cinta Kedua CEO
Bab. 50. Siap Menyambut Kelahiran Baby Triple


__ADS_3

Sam pun menyingkir dan hanya mengekor di belakang mereka sambil terus berjalan dan berdoa kepada Allah SWT agar persalinannya Adriana diberikan kemudahan dan keselamatan serta kelancaran.


Dokter segera memeriksa kondisi Adriana yang ternyata baru pembukaan pertama. Dokter Andara berjalan ke arah luar ruangan pemeriksaan untuk menginformasikan kepada keluarganya bahwa masih butuh waktu untuk Adriana melahirkan.


"Bagaimana dengan menantu dan cucuku Dokter?" Tanyanya Bu Dewi yang berjalan beriringan dengan Bu Dewi.


"Kondisi dan keadaannya Ibu dan calon bayinya Alhamdulillah dalam keadaan sehat dan normal, hanya saja baru pembukaan satu dan mengingat ini kehamilan pertamanya Nyonya Adriana jadi, besar kemungkinannya masih perlu waktu beberapa jam," jelasnya Bu Dokter Andara.


"Makasih banyak informasinya Dokter tapi, apa kami boleh masuk melihat Adriana Dok?" Tanyanya Bu Dewi.


Dokter Andara tersenyum manis sebelum menjawab permintaan dari Bu Dewi," silahkan dan kehadiran Nyonya dan Ibu di sampingnya Nyonya Muda Adriana sangatlah diperlukan oleh Riana."


"Sekali lagi saya ucapkan makasih banyak Dok Atas bantuannya," ujarnya Bu Laila Sari sebelum meninggalkan tempat tersebut.


"Sama-sama," pungkasnya Dokter khusus kandungan yang selalu dari awal menangani kesehatannya Adriana dan calon anak kembarnya.


Adriana yang melihat kedatangan ibunya dan Mama mertuanya segera bangkit dari duduknya dan berusaha untuk bersandar di sandaran ranjang agar kondisinya lebih enak dan baikan.


Adriana berusaha menutupi rasa sakitnya yang kadang datang kadang baik-baik saja dengan tersenyum agar Mama ibunya bisa tenang dan tidak terlalu mengkhawatirkan kondisinya.


"Mama Dewi, Ibu kapan kalian datang?" Tanyanya Adriana yang menahan sakitnya dan nyeri dibagian perutnya yang mengerutkan keningnya karena tidak kuasa menahan sakitnya.


"Kamu harus tenang sayang, jangan banyak pikiran, insya Allah semuanya akan baik-baik saja," ujarnya Bu Dewi.


"Kamu banyak doa Sayang, utamakan perbanyak zikir dan shalawat insya Allah persalinan kamu akan dilancarkan oleh Allah SWT," tuturnya Bu Laila yang memegang kedua tangan putri tunggalnya itu.


Hingga tengah malam dokter datang kembali untuk memeriksa kondisi Adriana tapi, ternyata pembukaannya masih pembukaan ketiga padahal sudah jam 1 tengah malam.


"Ibu juga bisa berjalan-jalan santai agar lebih cepat proses pembukaannya," tutur salah satu Suster yang sedari tadi menemaninya dalam ruangan itu.


Sebenarnya Bu Dewi menganjurkan kepadanya untuk segera melakukan operasi sesar saja agar rasa sakitnya tidak terlalu dia rasakan. Tetapi, Adriana ngotot untuk melahirkan secara normal.

__ADS_1


"Apa kamu mau temani Mbak jalan-jalan di luar?" Tanyanya Adriana ke arahnya Samuel yang selalu setia menemaninya di dalam sana.


"Baiklah Mbak tapi, sekarang sudah jam 3 apa sebaiknya Mbak istirahat saja?" Tanyanya Samuel yang menyarankan kepada kakak iparnya itu.


"Mataku juga tidak mau terpejam jadi sebaiknya kita nikmati angin malam ini," ucap Adriana yang sudah berjalan mendahului Sam yang tersenyum menggelengkan kepalanya karena tidak berhasil mencegah Adriana.


Bu Laila Sari yang baru saja melaksanakan shalat tengah malam atau tahajud tanpa sengaja melihat langsung raut wajahnya Samuel, betapa terkejutnya ia melihat sorot matanya anak muda itu. Dia semakin menatap ke dalam bola mata teduhnya Sam semakin serasa dia mengenali wajah dan tatapan matanya Sam.


"Ya Allah… kenapa wajahnya dan tatapan matanya serasa aku sangat mengenalinya, aku melihat sorot matanya seperti putraku Ariel," batinnya Bu Laila yang tiba-tiba teringat dengan adik kembarnya Adriana yang hanya sejam saja berada dalam pangkuannya setelah dia lahir ke dunia ini.


Sam tanpa sengaja melihat ke arah Bu Laila yang menatapnya secara intens. Ada perasaan aneh yang tiba-tiba muncul dari dalam hatinya.


"Wajahnya Ibunya Mbak Adriana sepertinya aku pernah melihatnya, tapi di mana yah?" Samuel membatin lalu berjalan ke arah luar sambil bergandengan tangan dengan Adriana.


Hingga jam 6 pagi, Adriana belum melahirkan juga. Bu Dewi yang melihat Adriana yang sesekali meringis kesakitan menyarankan agar Adriana untuk segera dioperasi saja tapi, lagi-lagi Adriana menolaknya dengan halus dan penuh percaya diri jika dia sanggup dan mampu untuk melahirkan normal ketiga anak kembarnya itu.


"Doakan saja Adriana Ma, insya Allah aku akan melahirkan cucu-cucu Mama dengan baik dan normal yakin dan percayalah kepada kebesaran dari Allah SWT karena berkat kasih sayang dan berkatnya lah aku akan melahirkan mereka dengan selamat dan lancar," balasnya Adriana yang berusaha menenangkan Ibu mertuanya itu.


Pesawat pribadi seseorang yang berada di bandara Internasional Soekarno Hatta sudah mendarat dengan selamat setelah hampir tujuh bulan meninggalkan tanah air tercinta Indonesia raya.


"Silahkan masuk Tuan Muda," pinta supir pribadinya.


Jalanan pagi itu belum terlalu ramai sehingga mobil yang ditumpanginya berjalan mulus dan melenggang tanpa hambatan kemacetan ibu kota Jakarta pusat seperti biasanya.


Sekitar jam 7 pagi lewat beberapa menit. Kontraksi di perutnya semakin tidak tertahankan lagi.


"Ada apa Mbak? Apa Mbak sudah siap melahirkan?" Tanyanya Samuele yang melihat keringat bercucuran membasahi seluruh tubuhnya Adriana dan meringis kesakitan sembari memegang perut bagian bawahnya hingga Samuel tanpa sengaja dikejutkan saat melihat di bagian kakinya Adriana seperti ada air yang bercampur darah mengalir membasahi kakinya hingga ke betisnya.


"Mbak berdarah," Sam dibuat semakin ketakutan saat menyadari ada darah yang menetes membasahi kaki jenjangnya Adriana, "dokter!! Tolong," teriaknya Samuel.


Samuel tanpa berpikir lama spontan menggendong tubuhnya istri dari Kakak sepupunya itu. Dia kesusahan membawanya karena dia takut jika tergelincir di atas lantai keramik.

__ADS_1


Dokter dan perawat yang mendengar langsung teriakannya Sam segera bertindak dan bereaksi sesuai prosedur. Bu Laila dan Nyonya Dewi segera berlari kecil menghampiri mereka.


"Kamu harus kuat Nak, ingat mereka butuh perjuangan kamu, insya Allah kamu akan melahirkan mereka dengan selamat," ujarnya Bu Laila yang menyemangati anak satu-satunya perempuan itu.


Sebenarnya Adriana memiliki adik kembar yang hanya berbeda sekitar 20 menit saja tapi dia menimang dan menyusui bayinya hanya sekejap mata saja sebelum Papa mertuanya merebut dari dalam pangkuannya itu.


...****************...


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini, ceritanya pasti berbeda dan tetap recehan dan insya Allah menghibur..



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pelakor Pilihan


Pesona Perawan


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…


Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya..


Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan Readers..

__ADS_1


__ADS_2