
"Kamu bisa ambil kalung ini tapi, katakan yang sejujurnya pada Mama, apa yang terjadi padamu tiga bulan lalu di jalan XX di Amperan toko?" Tanyanya Bu Dewi yang menunggu apakah Akmal akan jujur padanya atau tidak.
Akmal langsung berdiri mematung setelah mendengar dengan jelas dan baik semua perkataan dari Mamanya itu.
"Dari mana Mama tahu semua itu, apa jangan-jangan Mama sudah tahu apa yang aku lakukan pada seorang gadis yang aku cari keberadaannya hingga sekarang?" Akmal membatin.
"Kalau kamu ingin kembali memakai kalung ini,Mama harap kamu jawab dengan jujur pertanyaan Mama," ujarnya Bu Dewi lalu kembali duduk di atas sofa berwarna hijau tua itu.
"Bagaimana mungkin aku katakan kepada Mama, padahal itu aibku tapi hal itu terjadi karena gara-gara wanita yang Mama sendiri perkenalkan kepadaku sebagai calon istriku yang memasukkan obat perangsang ke dalam minumanku waktu itu," Akmal membatin.
Akmal kebingungan dan dilema apa dia harus jujur atau menyembunyikan rahasia besar yang pernah dia lakukan dalam hidupnya. Tapi, jika dia tidak melakukan hal itu kalungnya tidak mungkin bisa dia pakai kembali.
Bu Dewi memperhatikan gerak gerik putranya itu dan sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa ada sesuatu rahasia besar dibalik kebisuan putranya tunggalnya itu.
Akmal mulai menceritakan semua yang terjadi malam itu saat hujan turun lebat. Akmal pun mengetahui apa yang dia lakukan karena apa yang dia lakukan masih mampu dia ingat dan sadari jika dirinya telah merenggut paksa kegadisan anak gadis orang yang tidak dikenalnya sama sekali.
Bu Dewi menutup mulutnya saking tidak percayanya dan amarahnya mulai naik hingga ke ubun-ubunnya. Dia mengutuk pembuatan bejak dari anak temannya yang rencananya dia rencanakan untuk dia jodohkan.
"Aku harus memberikan pelajaran sedikit yang sangat berharga kepada Maria dan kedua orang tuanya yang telah berani menjebak anakku," geram Bu Dewi yang terbakar emosinya.
Mereka terdiam dalam pikirannya masing-masing. Akmal tidak tahu bagaimana caranya bertemu dengan perempuan itu dan meminta maaf atas perbuatannya yang waktu itu khilaf sehingga melakukan kejahatan. Akibat dari pengaruh obat terkutuk itu.
"Aku harus memaksa Akmal untuk segera menikahi Adriana secepatnya untuk masa depan calon cucuku penerus keluarga Pradipta Saiden," lirihnya.
__ADS_1
"Apa aku meminta tolong pada Mama untuk mencari tahu siapa perempuan malam itu yah?" Akmal membatin.
Sedangkan Adriana yang sudah tersadar dari pingsannya segera bangun dari tidurnya lalu beranjak untuk pergi dari kamarnya Bu Dewi.
"Aku harus pergi dari sini, aku tidak mau merepotkan orang lain lagi, lagian besok aku harus mulai masuk kerja di Perusahaan," cicitnya sambil meraih tas selempangnya yang tergeletak di atas meja.
Riana pergi meninggalkan rumah yang bagaikan istana itu tanpa permisi dari siapa pun karena saat dia memutuskan untuk pulang, satupun tidak ada orang yang dia lihat berlalu lalang di sekitar jalan dan ruangan yang dilaluinya itu.
"Mama akan memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya Maria, aku akan memutuskan kerja sama dengan Perusahaannya," jelasnya Bu Dewi dengan muak jika mengingat kejahatan dan kebodohan Maria.
"Mama! Apa Akmal boleh minta tolong?" Tanyanya Akmal yang meminta kepada Mamanya yang bermaksud untuk mencari tahu siapa wanita itu yang bersamanya melewati puasa panjangnya selama istrinya meninggal dunia.
"Silahkan saja Nak, emangnya kamu mau minta tolong apa sama Mama?" Tanyanya balik Bu Dewi yang menatap ke arah putranya yang baru mendudukkan bokongnya di hadapan Mamanya.
"Itu hal yang sangat mudah baginya Mama, asalkan kamu bisa juga memenuhi permintaan dari Mama," ujarnya Nyonya Dewi.
Akmal menatap ke arah Mamanya sambil berkata," permintaannya Mama apa?"
Bu Dewi tersenyum sebelum menjawab dan menjelaskan permintaannya itu.
"Kamu harus menikahi gadis yang kamu perawanin anaknya orang," Jawabnya Bu Dewi dengan enteng dan mudahnya perkataan itu meluncur dari bibirnya.
"Apa???" Itu tidak mungkin Ma!!" Pekik Akmal.
__ADS_1
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…
__ADS_1