Cinta Kedua CEO

Cinta Kedua CEO
Bab. 14. Keputusan Yang Harus Diterima


__ADS_3

Air matanya mengalir deras membasahi wajahnya, tapi orang yang berada di atas tubuhnya tak peduli sedikit pun dengan kesakitan yang dia rasakan. Tubuhnya Adriana terkulai lemas di bawah Kungkungan pria yang memakai kalung berliontin kan sebuah inisial A dan R.


Hanya itu yang mampu dilihat oleh Adriana sebelum pingsan tak sadarkan diri, karena Pria itu berulang kali menancapkan miliknya di dalam tubuh inti Adriana hingga berulang kali.


Bahkan Adriana sudah tidak berdaya,ia tetap terus melakukan berbagai penetrasi yang mampu membuatnya terbang melayang hingga ke langit tingkat tujuh.


Tubuh Riana terkulai lemas, setelah berhasil dijebol oleh pria asing yang sama sekali tidak dikenalnya.


Dua bulan sebelum acara pernikahan Yudi kejadian itu terjadi. Satu minggu kemudian setelah peristiwa naas itu. Yudi dan Adriana memutuskan untuk bertemu. Riana tidak ingin hidup dalam kebohongan yang terus menerus.


Riana pun tidak ingin bernasip seperti para istri yang diceraikan di malam pertamanya oleh suaminya karena tidak suci lagi, seperti beberapa alur cerita novel yang biasa dia baca.


"Ya Allah… semoga saja Mas Yudi mau mengerti dan menerima kenyataan jika aku tidak suci lagi, dan pernikahan kami bisa dilanjutkan," Riana membatin.


Adriana pamit kepada ibunya untuk bertemu dengan calon suaminya," Ibu, aku ingin keluar tapi cuma sebentar saja kok, Ma Yudi Setiawan yang ngajaki."


Adriana meminta ijin kepada ibunya. Bu Laila Hasyim sama sekali tidak keberatan.


"Jaga diri baik-baik, jangan terlalu lama pulangnya sayang," tutur ibunya dengan seulas senyuman manis.


"Aku pamit dulu, Assalamu alaikum," salam saat Adriana pamit.


Jalan yang biasa dia lewati tempat dimana sekitar satu Minggu lalu kejadian yang sangat memilukan itu terjadi padanya. Dia memilih memutar dan mencari jalan alternatif lainnya.


Berselang beberapa saat kemudian ia sudah sampai di tempat Cafe tempat janji temu mereka. Adriana berjalan penuh dengan rasa cemas,takut dan khawatir mewarnai isi hatinya saat itu juga.


Dia berjalan dengan perlahan-lahan menemui Yudi yang sudah duduk sedari tadi menanti kedatangan kekasih pujaan hatinya yang sudah hampir lima tahun dia menjalin hubungan dengannya.


"Maaf Mas, aku harus datang terlambat soalnya jalannya macet," kilah Adriana yang harus terpaksa berbohong padanya.


"Ayo silahkan duduk, aku juga baru nyampe kok, kamu istirahat lah dahulu, sepertinya kamu sangat capek itu sangat jelas terlihat dari peluh keringat yang membasahi pipimu," ungkap Yudi dengan menyodorkan segelas minuman jus buah naga kesukaannya.

__ADS_1


"Makasih banyak Mas," jawabnya Adriana yang sedikit gugup hingga tangannya gemetaran.


Yudi hanya membalas dengan senyuman khasnya tanpa menjawab atau pun membalas perkataan dari mulut calon istrinya itu.


"Ya Allah… kenapa perasaan takut itu tiba-tiba datang menyerangku saat ini, bagaimana jika Mas Yudi menolak dan membatalkan pernikahan kami," Riana membatin.


Adriana terdiam dan sibuk dengan isi pikirannya yang sudah berpikir macam-macam.


"Aku harus jujur bagaimana pun akibatnya aku akan siap menanggungnya lagian aku tahu jika Mas Yudi tipe cowok yang berani, bijaksana, bertanggung jawab, dewasa intinya baik banget lah," batinnya Riana yang sempat-sempatnya memuji Yudi di saat genting seperti itu.


"Tadi kamu yang ngajak Mas untuk bertemu katanya ada hal yang sangat penting ingin kamu bicarakan," tanyanya Yudi yang ingin memastikan apa penuturannya itu benar adanya atau kah tidak.


Adriana terlebih dahulu menatap ke arah Yudi sebelum menjawab pertanyaan dari calon suaminya yang itu.


"Semoga apa yang aku katakan nantinya bisa Mas terima dengan ikhlas dan lapang dada, dan aku mohon jangan pernah sekali pun untuk berubah atau meninggalkan aku," tutur Adriana yang seperti teka-teki untuknya.


Yudi menatap tajam ke arah Adriana yang sudah nampak grogi itu. Dia semakin ketakutan dan buliran keringat sudah bercucuran membasahi pipinya saking takutnya, hingga air keringat sudah sebesar biji jagung.


Dia tidak ingin jika apa yang nantinya dibicarakan dengan calon suaminya itu menjadi konsumsi publik yang pastinya akan berbahaya dan berujung hal yang tidak baik. Karena bagi Adriana tembok pun memiliki telinga.


"Katakan saja, Mas pasti akan memaklumi apa yang akan kau katakan itu," terangnya Yudi.


"Bismillahirrahmanirrahim, Mas maafkan aku sudah tidak suci lagi," jelasnya Adriana yang spontan menundukkan kepalanya dan tidak ada kemampuan untuk menatap ke arah tunangannya itu.


Yudi awalnya hanya tersenyum miring dan menganggap bahwa itu adalah prank saja, tapi dia memperhatikan dengan seksama raut wajahnya Adriana yang sangat nampak serius dan tetesan air matanya menetes membasahi wajahnya.


"Itu tidak mungkin!! Kamu pasti bohong?" Tanyanya Yudi yang berusaha untuk mengecilkan suaranya itu.l agar permasalahan mereka tidak sampai ke telinga orang lain.


"Maaf Mas seperti itu lah kenyataannya," jawabnya Adriana.


Yudi mengelus wajahnya dengan gusar. Nafasnya tercekat hingga hanya sebatas tenggorokannya saja. Dia sama sekali tidak menyangka jika apa yang dikatakan oleh Adriana akan dia dengar.

__ADS_1


Yudi refleks berdiri dari hadapan Adriana," maaf Riana! Cukup sampai disini hubungan kita, aku mohon batalkan pernikahan kita dan satu hal lagi jangan pernah sekalipun muncul lagi di depanku, camkan itu baik-baik!!" Ujarnya Yudi dengan panjang lebar.


Bagaikan petir di siang bolong, perkataan dari Yudi sama sekali tidak dibayangkan atau pun diduga oleh Adriana. Air matanya semakin menetes membanjiri wajahnya. Dia tergugu dalam tangisannya.


Supaya tidak kedengaran dari orang lain, dia menutup mulutnya dengan sekuat tenaga hingga daerah mulutnya sedikit sakit.


Yudi meninggalkan ruangan cafe tempat mereka janjian dengan wajahnya yang merah padam, wajah Yudi mengisyaratkan kemarahan yang tidak tertahankan. Tangannya mengepal kuat hingga uratnya kentara dengan jelas.


Adriana terduduk di tempatnya tanpa berniat untuk mengejar atau pun menjelaskan semuanya apa yang sebenarnya terjadi padanya.


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:


...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...2. Cinta dan Dendam...


...3. Pelakor Pilihan...


...4. Hanya Sekedar Pengasuh...


...5. Cinta ceo Pesakitan...


...6. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...


...7. Menggenggam Asa...


...8. Kau Hanya Milikku...


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..

__ADS_1


__ADS_2