
"Cantik, walaupun penampilannya sedikit kampungan." Nyonya Dewi membatin.
Nyonya Dewi menyelesaikan kunyahan makanannya lalu sesekali melihat ke arah Adriana yang berdiri di hadapannya dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan perasaan yang tidak menentu.
Riana harap-harap cemas saat Mami dari pemilik perusahaan mencicipi makanan hasil buatan tangannya.
"Ya Allah… semoga Nyonya cantik itu menyukai masakanku dan aku diterima, aku tidak ingin bergantung terus pada Ibu kasihan juga sama ibu walaupun usaha katering ibu sudah cukup maju tapi ibu punya banyak tanggung jawab juga terutama pada anak-anak panti." Batinnya Riana.
Nyonya Dewi melap ujung bibirnya dengan tissue yang tersedia di ujung meja. Dia melihat wajah Nafeesa yang tampak tegang itu. Dia menyunggingkan senyumannya.
"Apa kamu bersedia menikah dengan cucuku?" Tanya Nyonya Dewi.
Perkataan yang terlontar dari mulutnya membuat Akmal terlonjak kaget sedangkan Nafeesa mulutnya menganga dan kedua bola matanya membulat sempurna saking terkejut dan shocknya mendengar perkataan dari Nyonya Dewi.
"Apa perkataan ku kurang jelas?" tanyanya yang menatap ke arah Riana dengan tatapan tajam.
Riana yang ditatap seperti itu mereka minder dan tidak enak hati, "ya Allah.. apa aku melakukan kesalahan sehingga Nyonya itu menatapku dengan tatapan yang tajam?" Gumam Riana sambil melihat kearah Nyonya Dewi.
"Mami!! Apa maksud dari perkataan Nenek? Pernikahan itu bukan permainan Nek dengan semudahnya menjatuhkan pilihan Nenek pada orang yang baru nenek temui," ujarnya disaat sudah berada di hadapan neneknya.
"Akmal!! Apa selama ini kamu selalu memikirkan perasaan nenek? Tidak kan?" Balas Maminya yang masih bersikap tenang dan biasa saja.
__ADS_1
"Tapi!! Mami lihatlah gadis yang Mami pilih apa dia layak untuk menjadi istriku dan pendamping hidupku?" Teriak Akmal Pradipta Ayden sembari menunjuk dan menatap tajam kearah Riana.
Nyonya Dewi hanya tersenyum menanggapi perkataan dari cucu tunggalnya itu, "Akmal, di mana kamu selama ini? Semua gadis yang Mami pertemukan dengan kamu semuanya sangat sempurna dari penampilannya tapi kamu selalu menolaknya dengan berbagai alasan jadi untuk kali ini mami memilihnya dan tidak akan merubah pendirian Mami," jelasnya panjang lebar sambil menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi.
Akmal mengalihkan pandangannya ke arah Riana dan terkejut bukan main. Perempuan sudah hampir dua puluh tahun itu ternyata berdiri di depannya. Gadis SMA yang menolongnya sewaktu dia kecopetan di dalam bus dulu.
"Tapi apa mungkin aku tidak salah, jangan sampai dia bukanlah gadis berkepang dua yang aku cari selama ini, tapi wajahnya ada kemiripan, apa aku harus mencari tahu siapa dia sebenarnya," lirih Akmal.
Tatapannya tajam menelisik kearah Adriana yang sedari tadi hanya bisa terdiam kebingungan dengan apa yang terjadi di dalam ruangan itu yang menurutnya begitu cepatnya.
"Intinya Mami tidak ingin mendengar perkataan tidak setuju dari mulutmu lagi, jika pilihan nenek ini kamu tolak lagi, maka jangan muncul dari hadapannya nenek untuk selamanya dan anggap saja Nenek sudah mati," untuk pertama kalinya Nyonya Dewi berbicara dan mengancam dengan perkataan seperti itu.
Nyonya Dewi sudah jenuh dan tidak mampu berbuat apa-apa lagi kepada cucunya itu agar segera mengakhiri masa lajangnya. Setiap kali dijodohkan dengan perempuan dari kalangan jetset selalu saja ditolaknya dengan mentah-mentah. Dan dari awal melihat Riana, Nyonya Dewi sudah jatuh hati dan tertarik pada kemampuan Riana.
Nyonya Dewi segera melangkahkan kakinya menuju tempat Nafeesa berdiri. Lalu memegang kedua tangannya Riana.
"Apa yang Mami katakan tadi adalah permintaan terakhir Mami padamu, dan Mami berharap kamu bisa menerima lamaran putraku untukmu," ujarnya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
"Tapi a-ku be-lum.." ucapan Riana terpotong karena langsung disanggah oleh Nyonya Dewi.
"Mami tidak ingin mendengar penolakan darimu, dan mulai detik ini kamu diterima bekerja di rumahku bukan di Perusahaan ini," jelasnya lalu berjalan ke arah luar.
__ADS_1
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini, ceritanya pasti berbeda dan tetap recehan dan insya Allah menghibur..
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pelakor Pilihan
Pesona Perawan
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…
Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya..
__ADS_1
Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan Readers..