Cinta Kedua CEO

Cinta Kedua CEO
Bab. 62. Sedih dan Kecewa Adriana


__ADS_3

Bu Laila paling belakang turun dari mobil,ia menggendong bayi Starla yang tertidur pulas dan tenang dalam tidurnya. Tapi, langkahnya terhenti saat melihat orang yang berada dan berdiri tegak di depan pintu.


"Apa aku mimpi! Tidak mungkin itu Mas Ardiansyah?" Lirihnya yang mengeratkan pelukannya ke tubuh Baby Starla.


Begitupun juga dengan yang dialami oleh Pak Ardiansyah yang terdiam dan tidak bergeming sedikitpun. Hanya pandangan matanya saja yang mengisyaratkan bahwa jika apa yang dialaminya dalam hatinya tidak kurang dan tidak lebih dengan apa yang dirasakan oleh Bu Laila Sari.


"Mas Ardiansyah!" Cicitnya Bu Laila.


Tanpa basa-basi lagi, Pak Barata segera menarik pelan tubuhnya istrinya itu hingga mereka berpelukan erat du hadapan orang banyak.


Kebetulan hari itu, semua anggota keluarga Pradipta Saiden dengan Jaya sedang berkumpul menunggu dan menyambut kedatangan baby kembarnya Adriana dan Akmal sehingga Bu Dewi mengundang beberapa anggota keluarganya yang berada di sekitar daerah Jakarta.


Mereka dibuat tercengang oleh pria satu-satunya yang ada di dalam silsilah keluarga besar Jaya beberapa dekade terakhir ini. Semenjak meninggalnya Papa dan beberapa unclenya. Hanya dia tersisa tapi, tidak terhitung dengan cucu dan cicit mereka yang the young generasi.


"Laila apa kamu tidak merindukan Mas?" Tanyanya Pak Barata yang sudah terisak dalam tangisnya.


Mereka saling berbisik-bisik dan tidak menyangka jika Pak Barata orang yang dituakan dan paling dihargai dan dihormati oleh mereka berpelukan erat dengan seorang perempuan yang sama sekali mereka tidak kenali.


"Ada hubungan apa Mas Barata dengan Ibunya Adriana?" Seribu macam pertanyaan muncul dalam benaknya Bu Dewi dengan tindakan impulsif dari kakaknya itu.


Tidak terkecuali dengan Nyonya Dewi adik kandung dari Pak Barata satu-satunya di dunia ini ikut kebingungan dan terbengong dengan situasi yang terjadi di depan matanya.


Samuel bahagia melihat hal itu karena akhirnya rencananya berhasil juga. Itulah yang beberapa hari belakangan ini dia inginkan dan impikan. Samuel ingin berkumpul dengan keluarganya. Ia tidak ingin mengulang masa kelam saat masa kecilnya dulu.


"Ya Allah.. syukur Alhamdulillah Papa dan Ibu bisa bertemu kembali semoga mereka bisa bersatu memperbaiki dan mengisi kekosongan hari-hari yang telah berlalu semenjak mereka dipisahkan oleh keegoisan dari Mama Eliana yang berhasil mengadu domba dan memisahkan kedua orang tuaku," batinnya Sam.


Sam tersenyum simpul penuh kebahagiaan karena ia telah menemukan Ibu dan saudara kandungnya itu.


Prita yang sedari tadi terdiam membisu seribu bahasa hanya hanya mampu mematung. Ia juga tidak menyangka ibu Laila Sari yang masih cantik diusianya yang sudah masuk senja itu ternyata adalah Nyonya Besarnya.

__ADS_1


Adriana dan Akmal yang baru bergabung dengan mereka setelah menidurkan ketiga bayinya dibantu oleh dua baby sitter. Tidak jauh beda dengan apa yang mereka rasakan dan alami kala itu.


"Ibu!!" Pekik Adriana yang sudah malu dengan apa yang dilakukan oleh ibunya di depan orang banyak.


Bu Laila Sari yang mendengar suara teriakannya dari putri tunggalnya itu segera melerai dan melepaskan pelukan dari Suaminya sendiri yang sudah lama ia rindukan dan tunggu-tunggu kehadirannya.


"Ibu! Apa yang ibu lakukan, apa Ibu tidak malu dilihat banyak orang sedang berpelukan dengan pria asing yang sama sekali ibu tidak kenal?" Kesal Adriana dengan matanya yang memerah menahan amarahnya.


Pak Barata terpaksa melepaskan pelukannya lalu berjalan ke arah Adriana dengan raut wajahnya menahan rasa amarahnya yang tiba-tiba sudah memuncak dan menggebu. Adriana tidak suka mendengar desas desus dari beberapa orang disekitarnya yang pastinya ibunya lah yang jadi bahan utama ghibah mereka.


Bu Dewi dan Akmal tidak nyangka jika Adriana yang kesehariannya berbicara lemah lembut dan tutur bahasanya yang penuh sopan santun tapi, saat itu ia berteriak-teriak di depan orang banyak.


"Adriana! Ini Papa sayang? Apa kamu tidak merindukan Papa Nak?" Tanyanya Pak Barata yang menarik tangannya Adriana dengan pelan


Deeerr..


Duarr…


"Apa!! Ini tidak mungkin pasti aku salah dengar jika Adriana menantuku adalah putri dari kakakku satu-satunya di dunia ini dan jugy sekaligus keponakan Aku akan sendiri," gumam Bu Dewi yang terlonjak kaget.


Adriana segera menghempas tangannya Papa nya dengan sedikit cukup kasar sembari berbicara dengan lantang dan penuh ketegasan," Aku tidak punya Papa, sejak aku lahir ke dunia ini hingga detik ini aku tidak pernah melihat kamu datang menemui Ibuku, apa itu yang dinamakan seorang Papa haa!!" Geram Adriana yang air matanya sudah membanjiri wajahnya itu.


"Adriana maafkan Papa sayang, Papa akui ini semua kesalahannya Papa, aku mohon maafkan Papa Nak," bujuk Pak Barata di depan anak keduanya itu.


Akmal spontan memeluk pinggangnya istrinya itu untuk menyalurkan rasa aman dan nyaman agar Adriana tahu jika dia tidak sendirian di dunia ini.


"Papa!! Dimana kah Papa saat teman-teman Adriana mengatakan aku ini anak haram anak yang tidak diinginkan anak sial? Papa sama sekali tidak muncul di hadapanku hanya Ibu yang selalu ada bersamaku disetiap bahagia dan sedihku," ujarnya yang sudah berlinang air matanya membasahi pipinya itu.


"Adriana sayang, dengarkan dulu penjelasan Papa dan Ibu nak, semua yang kamu pikirkan tentang Papa tidak ada yang benar sama sekali, Ibu sangat tahu apa yang terjadi dulu nak," tutur ibunya yang sedih melihat suami dan putrinya itu saling berdebat satu sama lainnya.

__ADS_1


"Mbak Riana, bagaimana pun juga Papa adalah ayah kandungnya kamu dan Aku juga karena kita adalah saudara kembar," ujarnya Samuel yang ikut menimpali pembicaraan mereka.


Adriana menatap sekilas ke arahnya Samuel adik kembarnya Adriana itu dengan tatapan seolah-olah ingin menguliti dan membunuh seseorang saja.


Lagi-lagi fakta baru terungkap itu membuat seluruh anggota keluarga besarnya tidak menyangka dan menduga jika dibalik ketegasan dan keganasan Pak Barata pemilik Perusahaan besar salah satu yang ada di tanah air tercinta memendam luka dan kesedihan yang sangat mendalam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan bosan untuk baca novelnya Fania Yah..


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini, ceritanya pasti berbeda dan tetap recehan tapi beda dengan novel author lainnya dan insya Allah menghibur..



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pelakor Pilihan


Pesona Perawan


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…

__ADS_1


Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya..


Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan Readers...


__ADS_2