Cinta Kedua CEO

Cinta Kedua CEO
Bab. 42. Kejujuran Yang Tertunda


__ADS_3

"Syukur Alhamdulillah.. kamu tidak memiliki riwayat penyakit apapun, kamu juga baik-baik saja hanya saja…," ucapan dokter sengaja dia jeda karena harus meminta jawaban persetujuan dari Nyonya Dewi terlebih dahulu.


Nyonya Dewi yang ditatap langsung mengiyakan dengan mengangguk sambil tersenyum tipis dengan berusaha menutupi rasa takut dan khawatir nya itu


"Alhamdulillah, tapi dokter kenapa aku muntah-muntah kalau memang aku tidak sakit?" Tanyanya lagi.


Tapi, dokter belum menjawab pertanyaan dari Adriana karena harus mencari jawaban yang paling baik dan tepat Agar Adriana bisa menerima nya.


Adriana spontan menutup mulutnya saking tidak percayanya dengan apa yang ada di dalam pikirannya itu.


"Ini tidak mungkin!! Pasti aku tidak hamil?" Lirihnya Adriana yang mampu didengar oleh semua orang yang berada di dalam ruangan kamar pribadinya Adriana.


"Tidak!!!" Pekiknya Adriana.


Adriana menangis tersedu-sedu dan tidak menyangka jika dia harus hamil dari pria yang misterius telah menaruh benih di dalam rahimnya.


"Aku tidak mungkin hamil, bagaimana mungkin aku bisa hamil dari pria yang sama sekali aku tidak kenali, apa tanggapan dari Mas Akmal dan Mama Dewi," batinnya Adriana dengan air matanya yang terus mengalir membasahi pipinya itu.


Nyonya Dewi segera mendekati menantunya itu dengan memeluk erat tubuhnya Adriana yang bergetar hebat dalam tangisnya.


"Dokter tolong berikan obat yang paling terbaik untuk mereka dan saya tidak ingin mendapatkan obat yang murahan karena bayinya adalah calon penerus kerajaan bisnis keluarga besar Pradipta Saiden," jelasnya dengan cukup tegas yang tidak mau dibantah.


"Baik Nyonya sesuai dengan yang Anda minta, saya akan merekomendasikan obat yang paling terbaik dan pastinya obatnya paten," terang Bu Dokter.


Adriana langsung mengalihkan pandangannya ke arah mertuanya dan terkejut setelah mendengar baik perkataan dan permintaan dari Mama mertuanya itu.

__ADS_1


"Kenapa Mama ngomongnya kalau bayi yang ada di dalam kandunganku ini adalah cucunya dan apa sebenarnya maksudnya itu? Padahal aku belum bicara dan dokter juga belum mengatakan dan menjelaskan semuanya kepada kami," batinnya Adriana dengan kebingungan dengan situasi dan kondisi yang terjadi.


"Alhamdulillah, kondisi keduanya dalam keadaan yang sehat dan baik-baik saja, semuanya dalam keadaan normal dan usianya kandungannya sudah jalan empat bulan, saya mohon tolong dijaga baik dan ibunya jangan banyak pikiran apalagi stres karena itu sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan keselamatan kalian berdua," jelas Bu Dokter panjang lebar.


Dokter kemudian menulis resep obat di atas secarik kertas setelah berbicara seperti itu di depannya Adriana. Setelah menuliskan resep obat untuk Adriana dan bayinya, dokter Priyatna pun pamit undur diri dari hadapan mereka semua.


"Prita, tolong antar Dokter sampai ke depan," perintahnya Nyonya Dewi.


Nyonya Dewi segera mendekati Adriana yang masih menangis tersedu-sedu dan tetesan air matanya terus membasahi pipinya itu. Bu Dewi spontan mengelap dan menghapus jejak air matanya anak menantu satu-satunya itu.


"Kamu tidak boleh sedih dan dalam keadaan seperti ini nak, ingat ada nyawa kecil di dalam kandunganmu yang harus kamu jaga dengan baik, kamu masih ingat kan perkataan dokter tadi?," terangnya Nyonya Dewi.


"Apa Mama tidak mempermasalahkan kalau janin yang ada dalam rahimku ini adalah milik pria lain bukan milik Mas Akmal yah?" Tanyanya dalam hatinya yang menatap nanar ke arah Mama mertuanya itu.


"Mama, apa sudah tahu kalau aku hamil?" Tanyanya Adriana yang menatap intens Bu Dewi yang sama sekali tidak berkedip sedikit pun.


Mama sudah tahu semuanya Sayang, Mama sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu karena bayi yang ada di dalam kandunganmu adalah….,"


Perkataannya terputus karena pintu kamar Adriana tiba-tiba terbuka dan masuklah seseorang yang sangat dikenali oleh mereka semua termasuk juga dengan Adriana.


"Dia kan….?" Tunjuknya Adriana ke arah orang itu.


...----------------...


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:

__ADS_1



Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Pesona Perawan


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…


Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift seikhlasnya..


Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan Readers..

__ADS_1


__ADS_2