
Berat hatinya sebenarnya untuk meninggalkan ketiga buah hatinya yang baru berusia hampir empat bulan itu. Tetapi, demi memenuhi permintaan dari Mama mertuanya dan tidak ingin mengecewakan Ibu Dewi, Adriana memenuhi permintaan tersebut walaupun dirinya sendiri tidak yakin jika akan terjadi perubahan yang baik di dalam hubungannya dengan suaminya Akmal.
Hati keduanya masih terpasung dan terpatri nama pasangannya masing-masing yang terdahulu. Mereka masih belum mampu move on dari kenangan masa lalunya. Hingga hubungan Pernikahannya seperti jalan ditempat, tidak perubahan sedikit pun.
Karena itu lah Bu Dewi menyarankan dan menganjurkan untuk agar mereka pergi berbulan madu. Negara yang dipilih oleh Nyonya Dewi adalah Qatar.
Sekitar jam sembilan lewat, Samuel sampai di tujuan yaitu sekolah taman kanak-kanak Pertiwi bersamaan dengan kedatangannya di sekolah itu.
Kedatangannya membuat beberapa orang di dalam sana heboh. Tidak satupun dari kaum hawa yang tidak mengidolakan,memuji ketampanan paripurna yang hampir seratus persen yang dimilikinya.
"Ibu lihat ke arah sana, siapa kira-kira pria tampan itu?" Tanyanya seorang ibu-ibu.
Semua anggota geng gosip yang dinamakan geng ghibah syar'i itu mengarahkan pandangannya ke arah Sam yang berjalan sama sekali tidak terpengaruh dengan tatapan liar dan memuja dari banyaknya orang itu.
"Iya dia cakepnya pakai banget loh Bu, tumben yah sekolah kita kedatangan pria setampan dia," timpal ibu satunya lagi dengan tatapan matanya yang begitu memuja.
"Andai saja putriku sudah besar aku mau jadikan dia sebagai menantuku saja," sahut lagi ibu satunya yang memakai hijab besar.
Mereka semakin dibuat histeris saat melihat langkah kakinya Sam menuju ke arah tempat duduk mereka. Saking gemes dan hebohnya mereka hingga tanpa mereka sadari berdiri bersamaan dari tempat duduknya masing-masing.
"Maaf Mas ada yang bisa kami bantu?" tanyanya seorang ibu-ibu yang sedikit lebih gemuk dari yang lainnya.
Sam menatap satu persatu dari mereka," apa mungkin mereka yang sering hina dan julid kepada putriku," batin Samuel.
__ADS_1
"Eehh cakep-cakep budek yah! Sedari tadi kami tanya kok hanya terdiam saja, apa jangan-jangan gagu yah!" Sarkas ibu yang lebih paling tinggi dari mereka.
Baru saja Sam ingin membuka mulutnya dan membalas serta menjawab semua pertanyaan yang terlontar dari emak-emak rempong tersebut. Sudut ekor matanya melihat Pelangi yang berjalan seorang diri tanpa ada teman yang menemaninya seakan-akan dia dijauhi dan dimusuhi oleh semua anak TK di sekolah itu.
Sam memutar tubuhnya dan mengacuhkan semua perkataan dan seruan dari mulut ember ibu-ibu itu. Apa yang dilakukan oleh Samuel membuat semua anak ibu-ibu itu menjadi geram dan marah melihat sikapnya Samuel yang dianggapnya kurang ajar dan sombong.
Mereka masing-masing mengumpat dalam hatinya tentang sikapnya Sam. Tapi, bagi Sam hal itu sama sekali tidak terpengaruh olehnya. Dia cuek saja selama itu mengarahkan tidak merugikan diri dan putrinya itu.
"Pelangi!!' teriaknya Sam yang mempercepat langkah kakinya menuju Pelangi yang sudah duduk di salah satu kursi yang terletak di dalam sekitar taman sekolah.
Pelangi yang namanya dipanggil oleh seseorang segera menolehkan kepalanya ke arah sumber suara. Ia turun dari kursinya dan segera berlari ke arah Sam.
"Uncle Sam!!" Pekiknya Pelangi yang sudah mengenali Sam tadi pagi saat Bu Salma mengantarkannya hingga ke dalam rumah besar dan mewah itu.
Apa yang dilakukan oleh keduanya membuat beberapa orang yang berada di sekitar memandangi tidak percaya dengan apa yang dilihat oleh mata mereka. Mulut mereka menganga melebar dan membentuk huruf O paling besar. Matanya mereka seakan-akan hampir meloncat dari tempatnya saja.
"Pelangi kok sendirian saja duduknya? Temannya mana sayang?" Tanyanya Sam sembari mendudukkan tubuh putrinya ke atas kursi panjang yang terbuat dari rotan tersebut.
Pelangi mengedipkan kedua matanya dengan begitu lucunya sebelum menjawab pertanyaan dari ayah kandungnya itu. Samuel yang melihat langsung hal tersebut hanya bisa tersenyum bahagia. Tangannya spontan menarik hidung mancungnya Pelangi yang sangat mirip dengan hidungnya itu.
"Iiihh uncle sakit dijepit gitu loh!" Keluh Pelangi yang mengelus hidungnya yang sudah memerah akibat dari cepitan dari tangannya Sam yang gemes melihat tingkah lucu putrinya itu.
...****************...
__ADS_1
Jangan pernah bosan untuk baca novelnya Fania Yah..
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini, ceritanya pasti berbeda dan tetap recehan tapi beda dengan novel author lainnya dan insya Allah menghibur..
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pelakor Pilihan
Pesona Perawan
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…
Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya.
__ADS_1