Cinta Kedua CEO

Cinta Kedua CEO
Bab. 16. Bukti Sebuah Kalung


__ADS_3

"Ini tidak mungkin!! Tidak mungkin pasti ada kesalahpahaman, tolong Sandi periksa dengan baik jangan sampai kamu salah mendapatkan informasi tentang itu," ungkapnya yang menyanggah perkataan dari Sandi Asisten pribadi putranya sendiri itu.


"Maafkan kami Nyonya Besar, itulah kebenarannya dan kami mendapatkan bukti yang pasti Nyonya tahu jika melihatnya," balasnya Sandi dengan menggelengkan kepalanya tanda tidak mengerti apa yang terjadi sebenarnya.


Berita yang barusan dia dengar membuatnya shock dan tidak percaya. Bu Dewi memerintahkan kepada asisten pribadi putranya untuk menyelidiki kasus kejadian saat Rania dilecehkan dan direnggut paksa kehormatan dan kesuciannya hingga sekarang hamil.


"Tidak mungkin!!" cicitnya Bu Dewi yang langsung terduduk ke atas sofa dengan deraian air matanya.


Bu Dewi menatap ke arah Adriana yang masih terbaring pingsan dan belum sadarkan diri juga.


"Aku tidak menyangka jika janin yang dikandung Adriana adalah calon cucuku, aku harus segera melamar Adriana dan memaksa Akmal untuk menikahi Adriana apa pun dan bagaimana pun caranya," gumam Bu Dewi lalu segera bangkit dari duduknya.


Bu Dewi secepatnya berjalan ke arah kamar putranya. Dia tidak ingin menunda lebih lama lagi. Sebelum perutnya Adriana membesar dan orang-orang mengetahui perbuatan putranya.


"Prita segera hubungi Alam untuk segera datang menemuiku sekarang juga," perintahnya kepada Prita yang baru mengekor di belakangnya.


Bu Dewi membuka pintu ruangan pribadi putranya dengan cukup kasar, dia mengedarkan pandangannya ke segala penjuru tapi, tidak menemukan keberadaan anak semata wayangnya itu.


"Mita!!" Teriaknya Nyonya Dewi saat melihat kamar putranya kosong melompong dan tidak melihat keberadaan anak tunggalnya itu.


Mita yang dipanggil oleh Nyonya Besarnya segera berlari secepat mungkin menaiki tangga menuju lantai dua. Nafasnya ngos-ngosan saking kencang larinya karena tidak mau kena omelan yang berakhir dengan pemotongan gaji dan bonus bulanannya menghilang atau hangus.


"Nyonya memanggil saya?" Tanyanya yang menundukkan kepalanya ketika sudah berada di depan Bu Dewi.


Bu Dewi ingin tertawa melihat tingkah lakunya Mita, tapi dia berusaha untuk menahan tawanya.


"Mita!! Apa kamu lihat Tuan Muda?" Tanyanya Bu Dewi.


"Tuan Muda ada di dalam kamarnya Nyonya, baru saja pulang," jawabnya Mita yang masih berusaha untuk mengatur nafasnya.


"Oke, makasih lanjutkan pekerjaanmu tapi usahakan untuk minum terlebih dahulu agar kamu berhenti ngos-ngosan," gurau Bu Dewi.

__ADS_1


Mita yang mendengar perkataan dari Nyonya nya tersenyum simpul dan merasa lega karena ternyata dirinya terbebas dari omelan.


"Baik Nyonya!" Balasnya Mita.


Bu Dewi melanjutkan perjalanannya menuju ke dalam kamar putranya. Dia memutar handle pintu yang kebetulan tidak terkunci rapat.


"Aku harus memaksanya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya gimana pun caranya, aku juga harus menyelidiki kenapa putraku bisa berbuat seperti itu padahal aku sangat mengetahui siapa Akmal Pradipta Saiden," gumam Nyonya Dewi.


Pintu itu terbuka cukup lebar dengan sedikit keras dan kasar sehingga menimbulkan suara yang cukup bising. Pemilik kamar menolehkan kepalanya ke arah kedatangan perempuan yang sangat dihormati dan disayanginya itu.


Dia hanya menatap ke arah Mamanya dengan tatapan yang tidak bisa terbaca sedikit pun. Tatapan mata yang dingin dan penuh misteri rahasia.


"Akmal, bagaimana dengan kerjaan kamu nak?" Tanyanya sembari mendudukkan tubuhnya ke atas sofa yang ada di sudut kamarnya.


"Alhamdulillah seperti biasa Ma, tumben jam segini datang menemuiku, sepertinya ada yang penting yang ingin Mama bicarakan?" Tanyanya yang menyelesaikan memakai pakaiannya yang tadi hanya tersisa bajunya saja saat Mamanya datang.


"Tadi Mama lihat kalung pemberian Rianti kamu tidak pakai?" Tanyanya yang penuh dengan nada selidik.


Akmal spontan memeriksa keadaan lehernya yang baru dia sadari jika, kalung yang sejak mereka pacaran dengan mendiang istrinya sudah dia pakai itu sudah tidak terpasang di leher jenjangnya. Akmal meraba lehernya dan mulai mencari keberadaan kalungnya itu.


Tiba-tiba hpnya Bu Dewi berdering sekaligus berbunyi. Dia tersenyum melihat siapa yang menelponnya.


"Suruh saja dia masuk, saya ada di dalam kamarnya Tuan Muda," jawabnya lalu mematikan sambungan teleponnya tanpa basa-basi lagi.


Tok.. tok..


Bu Dewi berdiri lalu segera mengambil suatu benda dari tangannya Prita. Kemudian menutup kembali pintu itu dengan rapat.


Bu Dewi sama sekali tidak perduli dengan putranya yang mencari kesana kemari kalungnya. Dia sudah keluar masuk ruangan yang ada di dalam kamar pribadinya.


"Akmal putraku anakku sayang, apa kamu cari ini?" Tanyanya Bu Dewi dengan tersenyum manis sembari menunjukkan sebuah kalung ke depan matanya Akmal.

__ADS_1


Akmal sumringah melihat kalungnya telah ditemukan. Ia segera berjalan ke arah wanita terhebat dalam hidupnya itu.


"Mama dapat kalungku di mana?" Tanyanya dengan raut wajah bahagia.


Bu Dewi langsung menyembunyikan kembali kalungnya ke balik punggungnya. Akmal hanya tersenyum menanggapi sikap Mamanya itu.


"Mama, itu kalungnya Akmal Ma," tutur Akmal dengan penuh harap.


"Kamu bisa ambil kalung ini tapi, katakan yang sejujurnya pada Mama, apa yang terjadi padamu tiga bulan lalu di jalan XX di Amperan toko?" Tanyanya Bu Dewi yang menunggu apakah Akmal akan jujur padanya atau tidak.


Akmal langsung berdiri mematung setelah mendengar dengan jelas dan baik semua perkataan dari Mamanya itu.


"Dari mana Mama tahu semua itu, apa jangan-jangan Mama sudah tahu apa yang aku lakukan pada seorang gadis yang aku cari keberadaannya hingga sekarang?" Akmal membatin.


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya insya Allah dijamin Novelnya beda dengan alur cerita Ketika kesetianku Di pertanyakan..


...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...2. Cinta dan Dendam...


...3. Pelakor Pilihan...


...4. Hanya Sekedar Pengasuh...


...5. Cinta ceo Pesakitan...


...6. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...


...7. Menggenggam Asa...


...8. Kau Hanya Milikku...

__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…


Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika banyak terdapat kesalahannya, kekeliruan, typo dalam pengetikan dan penulisan ceritanya..


__ADS_2