
"Kalau menurut aku sih, seharusnya aku Bu Laila tidak perlu terlalu sedih begitu apalagi Adriana teman kita itu menikah dengan pria yang cukup kaya bukan cukup lagi tapi anak sultan," tuturnya Diana saat sudah siap memakai helmnya.
"Itu kan menurut kamu dan kamu juga belum merasakan jadi Ibu bestie suatu saat kamu juga akan di posisinya Bu Laila," ungkap Ririn.
"Gimana caranya mau ngerasain punya pacar saja kagak ada apalagi untuk merasakan memiliki seorang anak," pungkasnya Seto.
"Iya yah itu sangat benar adanya bagaimana cara buat dan prosesnya jika lakinya gak ada yang bantuin, hahahaha," cerca Dimas.
Sedangkan Diana saling berpandangan dengan Rasya. Mereka tersipu malu mendengar guyonan dan candaan dari teman-teman satu timnya di divisi keuangan.
Ketika sakit hati daripada galau lebih baik kerja keras memperbaiki diri karena kesuksesan adalah bentuk balas dendam terbaik.
Ibu Dewi dan Adriana sudah sampai di kediaman Utama keluarga Pradipta Saiden. Dokter Andrea Hirata Rina yang dipanggil datang sebelum mereka sampai di sana sudah berdiri di ambang pintu untuk menjemput kedatangannya Nyonya Dewi dan Adriana yang sedari tadi berpegangan terus seakan-akan mereka akan berpisah saja.
"Selamat malam Nyonya Dewi," sapanya Dokter Andrea yang sedikit membungkukkan tubuhnya di hadapan Bu Dewi.
"Malam Dokter!" Balasnya Bu Dewi sambil berjalan ke arah dalam rumahnya.
"Perempuan itu siapa, kenapa sepertinya dia sangat dekat dengan Nyonya Dewi? Kalau aku perhatikan sepertinya dia gadis dari kalangan biasa saja," batinnya Dokter Andrea yang menelisik Adriana dari ujung kaki hingga ujung rambutnya.
Nyonya Dewi tanpa sengaja melihat ke arah dokter muda itu dan mengetahui jika,dia sedang memperhatikan Adriana menantunya.
__ADS_1
"Dokter sudah lama? Maaf kami harus terlambat soalnya aku baru saja menjemput menantu Perempuanku," ujarnya dengan senyuman tipisnya.
"Menantu perempuan!" Dokter Andrea membeo.
"Iya, dia adalah menantu baru Nyonya Dewi yang baru saja dinikahi oleh Tuan Muda Akmal," terangnya Prita Mulyasari yang menjelaskan tentang siapa Adriana di depan dokter cantik yang sejak menginjakkan kakinya di rumah itu sudah tertarik dengan Akmal.
Prita sengaja berkata seperti itu agar Andrea berhenti untuk berhasrat dan berharap untuk mendapatkan Akmal. Setelah Prita mendapatkan kesempatan berbicara setelah Nyonya Dewi sudah berjalan menjauh dari tempatnya mereka berdua.
Prita kemudian tersenyum licik melihat raut wajahnya Andrea berubah sendu dan sedih. Prita sangat mengetahui jika Andrea tipe perempuan yang sangat ambisius.
"Aku tidak akan membiarkan kamu berhasil untuk menggoda Tuan Muda, lagian kamu itu bukan levelnya Nyonya Dewi, camkan itu Dokter Andrea!" Gertak Prita yang mengancam dan memberikan ultimatum terhadap Andrea agar segera tersadar dari obsesi dan pikiran piciknya.
Dokte Andrea memperbaiki letak posisi kacamatanya itu sembari berkata,"Aku akan membuktikan kepada kalian siapa Prita sebenarnya tapi, tunggu saat yang tepat saja."
................
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
__ADS_1
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Pesona Perawan
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetiaan Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…
Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift seikhlasnya..
Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan..
__ADS_1