
"Mbak berdarah," Sam dibuat semakin ketakutan saat menyadari ada darah yang menetes membasahi kaki jenjangnya Adriana, "dokter!! Tolong," teriaknya Samuel.
Samuel tanpa berpikir lama spontan menggendong tubuhnya istri dari Kakak sepupunya itu. Dia kesusahan membawanya karena dia takut jika tergelincir di atas lantai keramik.
Dokter dan perawat yang mendengar langsung teriakannya Sam segera bertindak dan bereaksi sesuai prosedur. Bu Laila dan Nyonya Dewi segera berlari kecil menghampiri mereka.
"Kamu harus kuat Nak, ingat mereka butuh perjuangan kamu, insya Allah kamu akan melahirkan mereka dengan selamat," ujarnya Bu Laila yang menyemangati anak satu-satunya perempuan itu.
Sebenarnya Adriana memiliki adik kembar yang hanya berbeda sekitar 20 menit saja tapi Bu Leila menimang dan menyusui bayinya hanya sekejap mata saja sebelum Papa mertuanya merebut dari dalam pangkuannya itu.
Samuel dibuat panik saat melihat banyaknya darah segar yang bercucuran dan mengalir membasahi paha hingga ke bagian betisnya.
"Ya Allah… lancarkanlah proses persalinan Mbak Riana dan selamatkan lah anak-anak mereka, aku tidak tahu kenapa aku sangat takut jika harus kehilangan mereka ya Allah.." batinnya Sam.
Dokter dan beberapa suster berlarian ke arah Samuel lalu secepatnya membawa Andriana ke atas bangkar lalu mendorong masuk ke ruangan khusus persalinan.
"Nyonya harus kuat yah, semangat yah Nyonya," tuturnya Bu Dokter Andara.
"Iya Dokter," jawabnya Hyuna.
"Bagaimana suster apa semua perlengkapannya sudah tersedia dengan baik?" Tanyanya Bu Dokter.
"Iya Dok, semuanya sudah beres dan siap kita bisa pakai," balasnya suster itu.
Dokter memeriksa Adriana dan ternyata pembukaannya sudah lengkap, yaitu pembukaan sepuluh. Rania sakit pun juga sudah tidak tertahankan lagi. Ia sesekali meringis saking sakitnya.
"Tarif nafasnya Bu, terus lepaskan lalu dorong sekuat tenaga," perintah dokter yang memberikan arahan kepada Adriana agar bisa mengikuti arahannya dengan benar.
"Uuuhhh… uhhh.. aahhh sakit!!" Teriak Adriana dengan sekuat tenaga.
"Terus mengedan Nyonya, kepalanya sudah kelihatan loh, jadi Ibu harusnya semangat dorongannya lebih kuat lagi," pinta Bu Dokter.
Bu Laila, Samuel dan Bu Dewi di depan pintu Mondar-mandir tak jelas seperti setrikaan saja. Mereka tidak peduli dengan tatapan dari beberapa pengunjung rumah sakit. Pikirannya mereka tertuju dan terfokus pada suara tangisannya seorang bayi.
__ADS_1
"Akmal,andai saja kamu nak, ada di sini pasti kamu akan melihat anak-anak kembarmu lahir dengan selamat," batinnya Bu Dewi.
"Baru jalan 7 bulan putriku menikah kenapa bisa usia kandungan sudah 9 bulan, berarti putraku sudah hamil sebelumnya, ya Allah… apa yang terjadi padanya? Kenapa putriku bisa hamil duluan, mungkin sebaiknya nanti aku akan bertanya kepada Adriana karena sepertinya ada yang disembunyikan oleh mereka," Bu Laila Sari membatin.
"Kenapa semakin aku perhatikan ibu Laila semakin aku rasa, Aku tidak pernah mengenalnya, tapi di mana Aku melihatnya sebelumnya dan hati ini selalu menyatakan aku merindukannya dan ingin memeluk tubuhnya, aku harus bertanya pada Papa kalau seperti ini," lirihnya Sam.
Samuel sesekali mencuri pandang terhadap Bu Laila. Sedangkan yang ditatap tanpa sengaja mereka saling beradu pandang. Hingga mata mereka saling bersorobot dan seolah-olah mereka tidak ada yang ingin memutuskan kontak mata mereka.
Sekitar hampir sejam, bayi pertamanya Adriana lahir ke dunia dengan selamat. Anak pertamanya berjenis kelamin perempuan.
"Alhamdulillah, bayi Nyonya Muda sudah lahir dengan selamat dan dalam kondisi yang sehat dan montok," tuturnya dokter.
"Aaahhh sakit!!" Pekiknya Adriana lagi sembari memegang perutnya yang kembali mules dan sakit yang tidak tertahankan.
"Ayo semangat lagi Bu, masih ada dua loh anak Ibu jadi kami mohon untuk lebih kuat lagi mengedannya," terangnya Bu Dokter lagi.
Hanya berselang sekitar 20 an menit anak mereka selamat lahir ke dunia ini. Anak keduanya lahir juga dengan selamat dengan bobot berat badan 3,1kg, panjangnya 59 cm, sedangkan anak keduanya dengan bb 3,2 panjangnya 60 cm.
"Syukur Alhamdulillah… kedua cucuku sudah lahir, tersisa satu lagi," ujarnya Nyonya Dewi dengan sangat antusias dan bahagia wajahnya selalu berseri-seri.
Bu Dewi tersentak kaget melihat kedatangan seseorang yang seharusnya sedari dulu sudah kembali dari Jerman Berlin. Bu Dewi langsung berhamburan memeluk tubuh orang itu saat melihat dengan jelas siapa sosok orang itu.
"Akmal!! Putraku, kamu sudah datang Nak!" Tuturnya Nyonya Dewi yang terbaru melihat kedatangan anak tunggalnya itu.
Beberapa pengawal dan meid yang ada di sana menundukkan kepalanya spontan saat menyadari kedatangan Tuan Muda mereka.
"Pagi Tuan Muda," sapa mereka bersamaan.
Akmal hanya tersenyum tipis ke arah mereka.
"Sayang masuk cepat lihat anak-anakmu!" Pintanya Bu Dewi.
"Anak-anak?" Beo Akmal karena setahunya Adriana Istrinya hamil saja tanpa tahu jika Adriana hamil anak kembar.
__ADS_1
"Iya Nak, kamu akan memiliki tiga orang anak sekaligus," balasnya Mamanya dengan senyuman yang tidak pernah luntur dari wajahnya itu.
Oek.. oek… oek…
Suara tangisan anak ketiganya Adriana lebih besar dari dua sebelumnya.
"Besan, kok suaranya cucu kita yang terakhir suaranya besar sekali yah jika dibanding dengan saudara kembarnya yang lain?" Ujarnya Bu Dewi yang keheranan.
Akmal masih tidak percaya jika perempuan yang malam itu berhasil di perawani nya itu ternyata hamil anak kembar.
...****************...
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini, ceritanya pasti berbeda dan tetap recehan dan insya Allah menghibur..
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pelakor Pilihan
Pesona Perawan
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…
Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya..
__ADS_1
Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan Readers..