
"Ya Allah… makasih banyak akhirnya aku bisa memeluk tubuh perempuan yang sangat berjasa dan terpenting dalam hidupku, perempuan yang telah berjuang melahirkan dan mengandung aku hingga aku bisa lahir dan besar ke dunia ini," batinnya Sam senantiasa memeluk tubuh ibunya dengan eratnya dan penuh kasih sayang.
"Ibu!" Cicitnya Sam.
"Samuel putranya Ibu, kamu sudah besar Nak, apa kamu tahu Ibu sudah lama menanti hari ini Nak, bahkan hampir setiap hari Ibu selalu memimpikan jika kamu datang di hadapannya Ibu dan berlari ke dalam pelukannya Ibu sayang, putranya Ibu, kebanggaannya Ibu… belahan hati dan jiwaku," tuturnya Bu Laila sambil menciumi seluruh wajah putranya itu yang bagaikan anak kecil saja.
Samuel yang diperlakukan seperti itu hanya terdiam dan tersenyum kegirangan karena bisa mendapatkan kasih sayang yang tulus dari ibunya sendiri. Sam lalu menghapus dan melap air matanya ibunya yang sedari tadi membasahi pipinya Bu Laila.
"Laila dia adalah putra kita yang terpaksa direnggut dalam pangkuanmu karena kesalah pahaman papa dan Mama dulu akibat hasutan dari kedua orang tua Eliana dan juga Eliana sendiri, Maafkan Mas yang saat itu terlalu lemah dan pengecut sehingga tidak mampu memperjuangkan cinta dan hubungan kita berdua," ucapnya Pak Barata dengan penuh penyesalan.
"Sudahlah Mas, aku juga sudah memaafkan Mas sebelum meminta maaf lagian semua itu terjadi karena atas dasar bukan semata-mata kesalahannya Mas juga, mungkin sudah seharusnya seperti itu jalannya takdir dan kisah pernikahan kita," jelasnya Bu Laila Sari.
"Papa pasti akan bahagia setelah melihat Ketiga cucunya papa, Sam jamin kesedihan, penyesalan, rasa kecewa dan rasa apa saja yang ada di dalam hatinya Papa akan lenyap dan sirna dari pundaknya Papa," pungkas Sam yang mencoba untuk menenangkan dan meyakinkan papanya agar bisa lebih sabar dan tersenyum penuh kebahagiaan.
"Kalau gitu let's go secepatnya, Papa sudah tidak sabar bertemu dengan mereka cucu-cucu dan penerus keluarga besar Pradipta Saiden dan Barata Jaya," ujarnya lalu mereka melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumahnya Bu Dewi.
Mereka berjalan bertiga beriringan sambil sesekali bercanda. Mereka serasa keluarga yang tidak pernah sedikit pun dan sekalipun terpisahkan. Wajahnya Bu Laila dan Pak Barata seolah-olah anak remaja yang baru mengalami rasanya sedang jatuh cinta.
"Awalnya jadi adik kakak sekarang berubah jadi besanan dan sudah menjadi seorang kakek nenek," gurau Sam yang tertawa terbahak-bahak mengingat jika Papanya sekarang sudah jadi Kakek dan jadi besan adiknya sendiri yang tidak pernah terduga dan disangka sebelumnya dan jauh-jauh hari.
Sedangkan di dalam ruangan lain yang masih berada di dalam sekitar area rumah kediaman Utama Keluarga Besar Pradipta. Para tamu undangan yang sebagian besar adalah anggota keluarga mereka sendiri yang datangnya dari luar daerah Jakarta maupun dari dalam sekitar Ibu kota Jakarta pusat.
__ADS_1
Maupun yang dari luar negeri yang sejak lahir sudah mendapatkan informasi tentang kelahiran cucu pertamanya Nyonya Dewi. Tetapi mendapatkan sekaligus tiga orang baby padahal di dalam silsilah keluarga besar Saiden sekalipun tidak pernah ada yang lahir dengan keadaan kembar.
Mereka sangat antusias dan bersemangat untuk menghadiri acara penyambutan kembalinya cucu mereka dari rumah sakit.
Adriana duduk di tepi ranjangnya sambil terus menangis tersedu-sedu. Rasa rindunya tertutupi rasa jengkelnya kepada Papanya.
"Ternyata istriku adalah sepupuku sendiri, aku tidak menyangka ternyata Adriana adalah adik sepupuku," batinnya Akmal yang ikut duduk di samping istrinya itu.
Adriana yang menyadari kedatangan suaminya buru-buru menghapus air matanya menggunakan kedua tangannya. Ia tidak mau jika suaminya melihat sisi lemahnya saat ini.
"Menangislah, tidak perlu sungkan atau pun malu, Mas tidak masalah kok, aku akan siap mendengar keluh kesahmu," tutur Akmal lalu menarik tubuhnya Adriana kedalam pelukannya.
"Ya Allah… kenapa hati ini menghangat dan seketika tenang dan damai saat dia menarik tubuhku ke dalam dekapan hangatnya," batin Adriana yang baru kali ini dipeluk oleh seseorang pria dengan kesadaran masing-masing.
Mereka sama-sama saling menyalurkan rasa walaupun dalam hati mereka masih ada nama orang lain yang bersemayam di dalam sana yang selalu mereka cintai hingga detik itu juga.
Bu Dewi yang berjalan melewati kamar putranya tanpa sengaja melihat mereka saling berpelukan satu sama lainnya sehabis dari kamar ketiga cucunya itu.
"Ya Allah.. berilah mereka rasa saling menyayangi saling mencintai dan saling berbagi suka dan duka diantara mereka berdua, aku ingin melihat kalian bahagia dan membina rumah tangga yang sehat dan normal seperti layaknya rumah tangga kebanyakan orang diluar sana," Bu Dewi membatin.
...----------------...
__ADS_1
Jangan bosan untuk baca novelnya Fania Yah..
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini, ceritanya pasti berbeda dan tetap recehan tapi beda dengan novel author lainnya dan insya Allah menghibur..
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pelakor Pilihan
Pesona Perawan
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…
__ADS_1
Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya..
Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan Readers...