
Semua hanya tentang waktu, tunggulah dan tetap doakan, jangan berubah atau menyerah.
I Swear i'll love you in a different way..
Aku bersumpah akan mencintaimu dengan cara yang berbeda.
Adriana tertidur sore itu, dengan wajahnya yang tenang dan teduh itu mampu membuat Sam tidak jadi ngomel-ngomel hanya saja sudah berhasil mengumpat.
"Kenapa aku perhatikan dia semakin mirip dengan Aunty Dewi yah! Mentang-mentang Mama mertua dan menantu jadi sifat mereka sama saja gak ada bedanya, entah gimana nanti dengan cucunya nanti," cercanya dengan menaruh tempat makanan rujak itu ke atas meja yang ada di dekat sofa.
Baru selangkah kakinya Samuel melangkah, ia kembali menghentikan langkah kakinya saat telinganya mendengar suara dengkuran halus dari mulutnya Adriana yang spontan membuat Samuel terpingkal-pingkal.
"Seumur-umur aku baru kali ini dengar Istri seorang CEO terkenal dan ternama mendengkur," ujarnya sambil menggelengkan kepalanya dengan senyuman liciknya yang terpatri di wajah tampannya itu.
Detik, menit, jam, hari, minggu telah berlalu semenjak Adriana mengetahui jika dia positif hamil. Kondisi tubuhnya sudah membaik tidak seperti dua Minggu lalu yang harus keluar masuk toilet ataupun westafel untuk memuntahkan semua makanan yang baru hitungan menit masuk ke dalam mulutnya itu.
Sudah lebih dua minggu pula Akmal pergi ke Berlin Jerman. Hingga detik itu juga dia sama sekali belum pernah berkomunikasi dengan istrinya walaupun hanya sekedar basa-basi saja.
Hari ini Adriana meminta ijin untuk kembali bekerja tetapi lagi-lagi mendapatkan penolakan dari Mama mertuanya.
"Sayang, jika kamu sudah melahirkan dan Anakmu juga sudah siap ditinggal jauh kamu baru bisa kembali bekerja lagian aku tidak mau cucuku tidak mendapatkan asi yang baik dari kamu," tuturnya Bu Dewi dengan menggenggam tangan anak menantunya itu.
Sore itu mereka duduk bersantai di dalam ruangan tengah rumah mewah bak istana itu. Adriana yang dikelilingi makanan sesuai dengan yang dia inginkan.
"Ya Allah… makasih banyak Engkau telah memberikan aku seorang Ibu mertua yang sangat baik walaupun dia bukanlah nenek kandung calon bayiku tapi, beliau sangat baik dan perhatian bagaikan nenek kandungnya sendiri," batinnya Adriana.
"Makasih banyak ya Allah… Engkau memberikan aku menantu yang sangat baik, Sholehah, dan pastinya cantik," gumamnya Bu Dewi dengan seulas senyuman yang tersungging di bibirnya.
Sedangkan Sam yang sejak dua Minggu lalu juga jadi asistennya Adriana pun selalu setia berada di sampingnya Riana yang standby jika memerlukan apa pun itu. Bahkan Sam sudah pindah untuk tinggal di rumah itu sejak Adriana meminta dibuatkan rujak.
__ADS_1
"Aku sangat ingin bekerja tapi, demi bayiku dan aku juga tidak mau membuat Mama menjadi sedih dengan berat hati aku harus resign dari Kantor," lirihnya Adriana sambil menyantap aneka buah-buahan segar yang sudah dikupas dan dipotong oleh Samuel tentunya sesuai dengan permintaan dari Adriana sendiri.
Waktu terus berlalu hingga usia kehamilan Adriana sudah jalan lima bulan tapi sampai detik itu juga Akmal suaminya belum pulang juga. Nyonya Dewi sudah meminta Akmal untuk pulang walaupun hanya sebentar saja tapi, Akmal selalu menolaknya dengan berbagai macam alasan sehingga Nyonya Dewi pun sudah menyerah untuk memaksa putra tunggalnya itu.
"Ya Allah… bukanlah pintu hatinya anakku agar bersedia menerima pernikahannya dengan Adriana dan Kasihan dengan calon cucuku yang hampir lahir tapi belum juga Papinya datang untuk menjenguknya," batinnya Bu Dewi.
Hari ini, Adriana diantar oleh Ibu mertuanya untuk memeriksakan dirinya ke rumah sakit langganannya.
"Sayang apa kamu sudah siap?" Tanyanya Bu Dewi saat pintu kayu jati itu sudah terbuka lebar.
Adriana yang mendengar seruan dari Mama mertuanya segera berdiri dari duduknya dengan perutnya yang semakin membesar tidak seperti ibu hamil lainnya.
Bahkan bobot tubuhnya yang sudah semakin bertambah setiap bulannya.
"Iya Ma, aku sudah siap kok," sahutnya Adriana sembari tersenyum manis ke arah Bu Dewi.
Berselang beberapa saat kemudian, Adriana sudah berbaring di atas Bangkar rumah sakit tepatnya di dalam ruangan praktek Dokter kandungan yang selalu menangani masalah kesehatannya selama dia hamil.
Bu Dewi selalu setia mendampingi Adriana setiap kali melakukan pemeriksaan terhadap calon cucunya itu. Beliau berperan sebagai mama mertua sekaligus suami siaga.
Tanpa sengaja Bu Dewi melihat dokter Andara menautkan kedua alisnya itu. Ia tidak menyangka dan tidak percaya dengan hasil pemeriksaannya yang dia lakukan sendiri.
"Ada apa Dokter, apa yang terjadi dengan calon cucu dan menantuku?" Tanyanya Bu Dewi.
Dokter Andara yang ditanya malah tersenyum ke arah Nyonya Dewi yang membuat Bu Dewi keheranan dan penuh tanda tanya dalam hati dan pikirannya itu.
Dokter Andara tersenyum penuh maksud dan sekaligus, "Selamat Nyonya Besar, Anda akan mendapatkan calon cucu kembar."
Bu Dewi yang mendengar perkataan dari dokter Andara terkejut bukan main dan tidak menyangka jika dia akan memiliki cucu kembar. Adriana yang mendengar penjelasan dari mulutnya dokter ikut terharu dan menangis saking bahagianya.
__ADS_1
"Apa yang Dokter katakan itu benar atau jangan-jangan Dokter salah lagi?" Tanyanya yang sedikit meragukan hasil diagnosa dokter kandungan tersebut.
"Coba kalian perhatikan baik-baik dan seksama ke arah layar komputer, bukan hanya dua tapi tiga sekaligus cucu Nyonya," jelasnya Dokter senantiasa selalu tersenyum.
...----------------...
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya judulnya ada di bawah ini:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Pesona Perawan
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…
__ADS_1
Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift poin dan koin seikhlasnya..
Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan Readers..