
"Dokter tolong periksa kondisi menantuku!" Perintahnya Bu Dewi saat Adriana sudah berbaring di atas ranjang king size-nya Riana.
Dokter Andrea hanya tersenyum menanggapi perkataan sekaligus perintahnya Nyonya Dewi, tapi baru ingin memeriksa lengannya Adriana yang hendak memeriksa tekanan darahnya Adriana dengan menyingkap ke atas lengan bajunya. Riana kembali histeris dengan menarik dan melempar semua perlengkapan kedokteran miliknya Andrea.
"Mama!! Aku tidak ingin diperiksa oleh dokter gadungan itu!! Aku tidak mau sampai kapan pun!" teriaknya sambil mendorong dengan kuat tubuhnya Andrea hingga tersungkur ke atas lantai marmer tersebut saking kuatnya kacamatanya terlepas dari atas hidung mancungnya Andrea.
Bu Dewi yang melihat dan mendengar langsung perkataan dari menantunya terkejut dan tidak menyangka jika Adriana akan bersikap seperti itu.
"Ya Allah… kenapa Adriana rasa takutnya itu pada sesuatu belum berubah juga, ini dengan dokter yang sudah hampir empat tahun bekerja di sini atas rekomendasi dari dokter Adnan Ray, apa aku harus mencari dokter baru saja yang khusus gangguan jiwa yah," Bu Dewi membatin dengan raut wajahnya yang sedih.
Prita yang kebetulan ada juga di dalam ruangan itu ikut terkejut, kaget dan sedikit tersenyum karena mendengar omelan Adriana yang mengatakan kalau Andrea adalah seorang dokter kandungan.
"Kasihan sekali dengan Nyonya Muda seperti itu, apalagi sedang hamil, Tuan Muda Akmal juga katanya akan lama di Jerman Berlin hingga kepulangannya belum pasti," gumam Prita yang prihatin melihat kondisi dari Adriana.
Adriana berhambur memeluk tubuh mama mertuanya itu. Dia masih histeris berteriak-teriak menyuruh dokter Andrea pergi dari dalam kamarnya.
"Mama! aku mohon suruh wanita itu pergi dari sini dan aku tidak mau diperiksa oleh dia sampai kapanpun," rengeknya Adriana yang memohon kepada Bu Dewi.
Bu Dewi tidak mungkin tidak memenuhi permintaan dari anak menantunya, tapi pilihan yang sedikit sulit juga jika harus memutuskan untuk mengakhiri kerjasama dengan dokter Andrea.
__ADS_1
"Baiklah demi anak menantuku, mulai sekarang aku mohon dengan sangat dan meminta maaf kepada Dokter tolong terakhir hari ini Dokter datang ke rumahku dan aku menyudahi hubungan kerjasama kita selama ini," tutur Bu Dewi dengan tegas.
Prita tersenyum penuh kemenangan dan penuh kelicikan sambil memberikan kode kepada Adriana jika rencana mereka berhasil.
Sebenarnya Adriana sudah sembuh dari penyakit traumanya karena berkat kasih sayang tulus yang diberikan oleh Nyonya Dewi untuknya. Prita segera mengirim chat ke nomor hpnya Adriana sebelum mereka sampai di rumah itu dan menjelaskan secara detail rencananya Prita kepada Adriana lewat pesan chat.
Adriana yang diam-diam membaca dengan seksama pesan tersebut dan berjanji sudah sepakat untuk menjalankan rencana tersebut sesuai perintah dari Prita.
"Calon bibit Pelakor harus dihempaskan sebelum berkembang, selama aku masih ada di sini, aku tidak akan membiarkan masalah yang menimpa pernikahan Tuan Muda dan Nona Muda," batinnya Prita.
"Apa yang aku lakukan ini sudah benar ya Allah… walaupun aku tidak mencintai suamiku tapi setidaknya aku tidak akan biarkan calon Pelakor ataupun perempuan manapun yang akan mengganggu ketentraman dan ketenangan keluargaku, aku akan mati-matian berusaha untuk menjaganya," batinnya Adriana.
Bu Dewi segera mencari dokter khusus yang bisa menangani kondisi kesehatan Riana apalagi dalam keadaan hamil.
...****************...
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Pesona Perawan
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…
__ADS_1
Tetap Dukung Cinta Kedua CEO dengan cara, Favoritkan, Rate Bintang 5, like Setiap Episodenya, gift seikhlasnya..
Mohon maaf jika banyak terdapat beberapa kesalahan dalam penulisannya atau typo yang meresahkan..